Respon Perkecambahan Benih Kopi Arabika (Coffea Arabika L.) Pada Beberapa Konsentrasi dan Lama Perendaman Telur Keong Mas (Pomacea Canaliculata L.)

Rizki Firmansyah, Nazimah Nazimah, Muhammad Rafli, Safrizal Safrizal, Faisal Faisal

Abstract


Kopi merupakan salah satu hasil komoditi perkebunan yang berperan penting sebagai sumber devisa negara. Saat ini peningkatan produksi kopi di Indonesia masih terhambat oleh rendahnya mutu biji kopi yang dihasilkan sehingga mempengaruhi pengembangan produksi ataupun kualitas benih kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman pada larutan telur keong mas terhadap perkecambahan benih kopi arabika dan untuk mendapatkan konsentrasi larutan telur keong mas yang lebih baik pada lama perdendaman tertentu terhadap perkecambahan benih kopi arabika.  Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh bulan Maret sampai Juni 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial yaitu terdiri dari dua faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama konsentrasi (E0=0%, E1=25%, E2=50%, E3=75%). Faktor kedua lama perendaman (L0=0 jam, L1=12 jam, L2=24 jam, L3=36 jam). Parameter pengmatan meliputi Potensi Tumbuh Maksimum, Daya Berkecambah, Keserempakan Tumbuh, Kecepatan Tumbuh, Indeks Vigor, Berat Segar dan Panjang Akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi larutan telur keong mas meningkatkan nilai perkecambahan benih kopi terhadap potensi tumbuh, daya berkecambah, keserampakan tumbuh, kecepatan tumbuh, dan indeks vigor. Perlakuan konsentrasi larutan telur  keong mas tertinggi terdapat pada kontrol. Perlakuan lama perendaman meningkatkan nilai perkecambahan benih kopi terhadap potensi tumbuh, daya berkecambah, keserampakan tumbuh, kecepatan tumbuh, dan indeks vigor. Perlakuan lama perendaman terbaik terdapat pada perendaman selama 36 jam. Kombinasi perlakuan antara  konsentrasi  larutan telur keong mas dan lama perendaman dapat meningkatkan nilai daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan indeks vigor. Kombinasi perlakuan terbaik  terdapat pada kontrol dengan lama perendaman 36 jam.

Keywords


Kopi Arabika; Benih; Ekstrak keong mas; Perkecambahan; Lama Perendaman

Full Text:

PDF

References


Abdullah, A., & Reyhan, M. (2017). Karakterisasi dan Identifikasi Senyawa aktif ekstrak pigmen telur keong mas. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 20(2), 286-295.

Agurahe, L., Rampe, H. L., & Mantiri, F. R. (2019). Pematahan dormansi benih pala (Myristica Fragrans Houtt.) menggunakan hormon giberalin. PHARMACON, 8(1), 30-40.

Domingues, D. S., Pauli, E. D., de Abreu, J. E., Massura, F. W., Cristiano, V., Santos, M. J., & Nixdorf, S. L. (2014). Detection of roasted and ground coffee adulteration by HPLC by amperometric and by post-column derivatization UV–Vis detection. Food chemistry, 146, 353-362.

Herawati, E., Afandi (2013). Pengaruh Konsentrasi GA3 dan Lama Perendaman Benih terhadap Mutu Benih Kedelai (Glycine max L. Merrill) Kultivar Burangrang. Agroswagati Jurnal Agronomi, 1(1), 31-42.

Heryanto, I., Irmansyah, T., & Meriati (2020). Respon of Aerva sanguinolenta cuttings on three sorch grouth regulator. Jurnal Online Agroekoteknologi, 8(2,), 95-102.

Magdalena (2017). Pengaruh Daging Keong Mas (Pomacea Canaliculata L.) Sebagai Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Organik Auksin Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Panen Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Var. Bima. Skripsi Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta.

Pertiwi, N. M., Tahir, M., & Same, M. (2016). Respons pertumbuhan benih kopi robusta terhadap waktu perendaman dan konsentrasi giberelin (GA3). Jurnal Agro Industri Perkebunan, 4(1), 1-11.

Purba, D., Purbajanti, E. D., & Karno, K. (2018). Perkecambahan dan pertumbuhan benih tomat (Solanum lycopersicum) akibat perlakuan berbagai dosis NaOCl dan metode pengeringan. Journal of Agro Complex, 2(1), 68-78.

Riani, E. (2011). Kemampuan Reproduksi Keong Mas (Pomacea sp.) Daging Kuning dan Daging Hitam. Jurnal Mollusca Indonesia, 2(1), 9-13.

Ridha, R., Syahril, M., & Juanda, B. R. (2017). Viabilitas dan vigoritas benih kedelai (Glycine max (L.) Merrill) akibat perendaman dalam ekstrak telur keong mas. Jurnal Penelitian Agrosamudra, 4(1), 84-90.

Suhastyo, A. A., Anas, I., Santosa, D. A., & Lestari, Y. (2013). Studi mikrobiologi dan sifat kimia mikroorganisme lokal (MOL) yang digunakan pada budidaya padi metode SRI (System of Rice Intensification). Sainteks, 10(2), 29-39.

Suryani, H. (2018). Respon Perendaman Benih Kopi Arabika (Coffea Arabika) dalam Air Kelapa Muda Setelah di Simpan Satu Tahun terhadap Pertumbuhan Bibit. Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Jember.

Sude Imanuel, 2016. Materi Panduan Praktek Kerja repositori Lapang . Pt. Sulotco Jaya Abadi.

Un, V., Farida, S., & Tito, S. (2018). Pengaruh Jenis Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Perkecambahan Benih Cendana (Santalum album Linn.). Repository Universitas Islam Malang.




DOI: https://doi.org/10.29103/jimatek.v1i2.8464

Article Metrics

 Abstract Views : 613 times
 PDF Downloaded : 99 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Rizki Firmansyah, Nazimah Nazimah, Muhammad Rafli, Safrizal Safrizal, Faisal Faisal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK)