The Prevalence of Hyperuricemia and Associated Factors in Depok
DOI:
https://doi.org/10.29103/averrous.v3i2.444Keywords:
asam urat, jenis kelamin, pengetahuan, umur, tingkat pendidikanAbstract
Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi peningkatan kejadian hiperurisemia dan hal terakhir ini telah menarik perhatian karena berkaitan dengan penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup orang dewasa, bersama dengan hipertensi, diabetes dan dislipidemia. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan ada hubungan antara resistensi insulin dan hiperurisemia dengan metabolik sindrom.Belum ada data yang pasti mengenai besarnya angka kejadian hiperurisemia pada masyarakat Indonesia. Penelitian potong lintang ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi hiperurisemia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Kota Depok, Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang dilaksanakan di Kota Depok pada periode bulan Maret 2014 sampai Mei 2014. Sebanyak 70 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia menjadi responden penelitian terlibat dalam penelitian ini.Uji kai kuadrat dilanjutkan dengan analisis multivariat uji regresi logistik dilakukan untuk mendapatkan faktor-faktor yang berhubungan dengan hiperurisemia. Sebanyak 18,6% mengalami hiperurisemia dimana frekuensi yang lebih sering pada laki-laki, usia di atas 50 tahun, pendidikan akhir sekolah dasar, tidak bekerja dan memiliki riwayat mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi purin. Analisis multivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, usia, pekerjaan dan riwayat konsumsi purin. Oleh karena prevalensi hiperurisemia yang relatif tinggi maka disarankan perubahan perilaku konsumsi makan dan kontrol terhadap kosumsi purin yang dapat meminimalisir terjadinya kondisi ini. Lebih lanjut disarankan untuk banyak minum dan makan buah-buahan, menghindari stress dan melakukan aktivitas fisik secara teratur.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication and this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
All articles in this journal may be disseminated by listing valid sources and the title of the article should not be omitted. The content of the article is liable to the author.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
In the dissemination of articles, the author must declare the AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Journal as the first party to publish the article.











