INKOMPATIBILITAS ABO PADA NEONATUS DI UTD PMI KOTA BANDA ACEH TAHUN 2018

Teuku Ilhami Surya Akbar, Ni Ken Ritchie, Nurmala Sari

Abstract


Inkompatibilitas ABO atau ketidak cocokan golongan darah ABO pada neonatus merupakan salah satu penyebab ikterik patologis atau hiperbilirubinemia. Inkompatibilitas golongan darah ABO umumnya penyakit yang tidak berat, namun perlu penanganan sebaik-baiknya karena jika tidak dapat berdapak buruk bayi neonatus. Inkomptabilitas ABO terjadi pada 12% kehamilan, tetapi hanya 2% yang berkaitan dengan hemolisis berat. Ibu biasanya memiliki golongan darah O dan janin memiliki golongan darah A, B atau AB. Penelitian ini melihat prevalensi ABO inkompatibilitas pada neonatus  dan penanganan yang dilakukan di UTD PMI Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui presentase inkompatibilitas ABO di UTD PMI Kota Banda Aceh dan juga penanganan yang selama ini dilakukan. Metoda penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan data menggunakan data sekunder.  Total sampel berjumlah  4.500 kasus. Hasil penelitian menunjukkan presentase Inkompatibilitas ABO pada neonatus sebesar 0,5% dan diberikan penanganan berupa fototerapi dan transfusi darah. Kesimpulannya 1/20 neonatus yang diperiksakan darahnya di UTD PMI Kota Banda Aceh mengalami inkompatibilitas ABO, diharapkan ibu hamil dapat mengetahui golongan darahnya sebelum persalinan dan melakukan pemeriksaan terkait resiko inkompatibilitas.


Keywords


Inkompatibilitas ABO; neonatus; fototerapi; transfusi darah

Full Text:

PDF

References


Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia. In: Kesehatan, editor. Jakarta: Kemenkes RI; 2014.

American Academy of pediatrics, Subcommite on Hyperbilirubinemia. 2004. Management of Hyperbilirubinemia in the Newborn Infant 35 or more Weeks of Gestasion. Jurnal Pediatrics, 114: 297-306

Schwartz, M., Wiliam. (2005). Pedoman Klinis Pediatri. Jakarta: EGC

ABO Grouping – Gonsorcik, Victoria [Internet]. Medscape.com.2013 [cited 10arch 2017]. Available from: http://emedicine.medscape.com/article/1731198-overview.

Etika, R., Agus, H., Fatimah, L., Sylvianti, M. D. 2006. Hyperbilirubinemia in neonatus. Surabaya : Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Wiknjosastro, Hanifa. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2009

Saifudin AB. Ilmu Kebidanan. 4th ed. Jakarta: P.T. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2009

Rekam Medis Nirmala Suri. (2010). Sukoharjo

Permenkes No 91 tahun 2015

Strobel E. Hemolytic transfusion reaction. Transfus Med Hemother. 2008;35:346-53

AABB. Technical manual. in: Brecher ME, editor Pretransfusion testing: Res cell antigen-antibody reaction and their detection . 15th ed; United States : AABB. 2005; Chapter 8;175-201.

Joyce Poole, International Blood, and Group Reference, ‘Blood Group Incompatibility’, 2010.

Fasano R, Luban NL. Blood component therapy. Pediatr Clin N Am. 2008;55:421-55.

Giroux AG.(1997) Erythroblastosis fetalis. In: Fanaroff AA, Martin RJ. Neonatal perinatal medicine diseases of the fetus and infant. 6th ed. St. Louis: Mosby Year Book.

Adriansyah, Rizky dkk. Reaksi Hemolitik Akibat Transfusi. Maj Kedokt Indon, Volum: 59, Nomor: 8, Agustus 2009.

Strobel E. Hemolytic Transfusion Reactions. Transfusion Medicine and Hemotherapy. 2008;35(5):346-353.

Todd G. ABO incompatibility. 2015.

David C. Times health guide: ABO incompatibility. 2012

Mathyas T. Penyakit hemolitik et causa inkompatibilitas ABO. 2014

Kliegman RM, Stanton BF, Schor NF, et al. Nelson textbook of pediatrics.19th ed.Philadelphia: Elsevier Saunders; 2011.p.619.




DOI: https://doi.org/10.29103/averrous.v5i2.2081

Article Metrics

 Abstract Views : 3515 times
 PDF Downloaded : 109 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 AVERROUS

License URL: https://creativecommons.org


Copyright © AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh

Diterbitkan Fakultas Kedokteran Universitas Malikusaleh

Unimal LogoCreative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License