PENGARUH LINGKUNGAN FISIK RUMAH DAN PERSONAL HYGIENE TERHADAP KEJADIAN TINEA PADA MASYARAKAT NELAYAN KUALA KERTO BARAT KECAMATAN TANAH PASIR

Noviana Zara, Muhammad Yasir

Abstract


Dermatofitosis adalah golongan penyakit jamur pada kulit yang disebabkan oleh jamur golongan dermatofita. Faktor yang mempengaruhi penyakit jamur adalah kondisi kebersihan lingkungan yang buruk dengan udara lembab, lingkungan rawa-rawa yang selalu basah, daerah pedesaan yang padat, kebiasaan menggunakan pakaian yang ketat atau lembab. Penelitian World Health Organization (WHO) terhadap insiden dari infeksi penyakit jamur pada kulit menyatakan 20% orang dari seluruh dunia mengalami infeksi kutaneus dengan infeksi dermatofitosis. Prevalensi penyakit jamur kulit di Kecamatan Tanah Pasir Kabupaten Aceh Utara masih tinggi yaitu (22,06%).Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh lingkungan fisik rumah dan personal hygiene terhadap kejadian dermatofitosis pada masyarakat nelayan di Kecamatan tanah pasir Kabupaten Aceh Utara tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi berjumlah 150 orang dan sampel diambil 50 orang secara random, analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian variabel pencahayaan, kebersihan kulit, kebersihan pakaian, kebersihan tangan dan kuku, kebersihan rambut ada hubungan signifikan terhadap kejadian dermatofitosis. Sedangkan variabel kelembaban dan suhu tidak ada hubungan signifikan terhadap kejadian dermatofitosis. Di sarankan bagi Puskesmas Kecamatan Tanah pasir untuk meningkatkan penyuluhan terkait kejadian dermatofitosis agar menurunkan kasus penyakit dermatofitosis, dan pemeriksaan kesehatan kulit secara berkala.

Keywords


dermatofitosis, lingkungan fisik rumah, personal hygiene

Full Text:

PDF

References


Abbas KA, Mohammed AZ, Mahmoud SI. 2012. Superficial Fungal infections. Mustansiriya Medical Journal

Budimulja, 2010. Dermatomikosis superfisialis: pedoman untuk dokter dan mahasiswa kedokteran. FKUI . Jakarta

Barakbah. J., Poh.S.S,.Sukanto. H., Martodihardjo. S., Agusni. I., Limintang. H., Suyoso. S., Hoetomo.M. (2008).Atlas Kulit Dan Kelamin. Bag./RSU Dr. Soetomo Surabaya.Airlangga University Press. Surabaya

Depkes.RI.2002. Pedoman Teknis Penilaian Rumah Sehat.Ditjend PPM dan PL, Jakarta.

Dinkes Propinsi Aceh, 2011. Profil Kesehatan Propinsi Aceh Tahun 2012, Banda Aceh.

Permatasari, Devita (2011). Pengaruh Suhu Dan Kelembaban Udara Terhadap Kejadian Dermatofitosis Di Poliklinik Kulit Dan Kelamin RSUD Dr.Soediran MS Wonogiri Pada Periode Januari - Desember 2010. Skripsi Thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Suyono, dan Budiman. 2010.Ilmu Kesehatan Masyarakat Dalam Kontek Kesehatan Lingkungan. Jakarta. EGC.

Sajida, Agsa, dkk. 2012. Hubungan Personal Hygiene Dan Sanitasi Lingkungan Dengan Keluhan Penyakit Kulit Di Kelurahan Denai Kecamatan Medan Denai Kota Medan Tahun 2012 (Jurnal). Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. Medan.

Djuanda, A., Hamzah, M., Aisah, S.,2013. Imu penyakit Kulit dan Kelamin. Fakultas KedoktoranUniversitas Indonesia, Jakarta.

Lakshmipathy TD, Kannabiran K. 2013. Review on dermatomycosis: pathogenesis and treatment. Natural Science. Tersedia pada : http://www.scirp.org/journal/NS/.

Isro’in, L dan Andarmoyo, S., 2012.Personal Hygiene; Konsep, Proses dan Aplikasi Praktik Keperawatan, Edisi Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu.




DOI: https://doi.org/10.29103/averrous.v5i1.1630

Article Metrics

 Abstract Views : 590 times
 PDF Downloaded : 66 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 AVERROUS

License URL: https://creativecommons.org


Copyright © AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh

Diterbitkan Fakultas Kedokteran Universitas Malikusaleh

Unimal LogoCreative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License