HUBUNGAN ANTARA PENYAKIT JANTUNG BAWAAN DENGAN KECUKUPAN ASUPAN MAKANAN

Mardiati Mardiati, Tiangsa Sembiring, Muhammad_Tri_Winra Ali_Faranita_Pratita

Abstract


Gizi merupakan hal penting untuk memastikan energi yang adekuat untuk metabolisme basal, pertumbuhan, dan aktivitas fisik. Bayi dan anak dengan penyakit jantung bawaan (PJB) memiliki risiko yang signifikan mengalami kekurangan energi karena meningkatnya pengeluaran energi dan asupan makanan yang tidak memadai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penyakit jantung bawaan dengan kecukupan asupan makanan terutama energi dan protein. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2015 di Rumah Sakit Umum Adam Malik, Medan. Subjek dibagi menjadi PJB dan tanpa PJB. Asupan makanan dihitung berdasarkan makanan yang dikonsumsi selama tiga hari dan kecukupan energi dan protein dihitung menggunakan program Nutrisurvey. Data dianalisis dengan chi square untuk  melihat hubungan  PJB dengan asupan makanan. Untuk menilai faktor-faktor yang mempengaruhi asupan makanan pada PJB digunakan uji bivariat yang selanjutnya dilakukan analisis multivariat. Hasilnya adalah dari 80 anak yang memenuhi kriteria, 40 anak dengan PJB dan 40 anak tanpa PJB. Terdapat hubungan yang signifikan antara PJB dengan asupan energi dengan risiko terjadinya asupan energi tidak cukup pada PJB adalah 1.824 kali dengan 95% IK 1.226 - 2.713 dibandingkan tanpa PJB. Terdapat hubungan yang signifikan antara PJB dan asupan protein dengan risiko terjadinya asupan protein tidak cukup pada PJB adalah 3.5 kali dengan 95% IK 1.823-6.719 dibandingkan  tanpa PJB. Tidak terdapat pengaruh usia, jenis PJB, lama sakit dan status gizi terhadap asupan energi dan protein pada anak PJB. Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan antara penyakit jantung bawaan dengan kecukupan asupan makanan terutama energi dan protein.


Keywords


asupan makanan, energi, penyakit jantung bawaan; protein.

Full Text:

PDF

References


Clarke E, Kumar MR. Evaluation of suspected congenital heart disease in the neonatal period. J.Cupe 2005; 15:523–31.

Centers for Disease Control and Prevention MMWR. Racial differences by gestational age in neonatal deaths attributable to congenital heart defects-United States 2003-2006. 2010; 59:1208-11.

Dolk H, Loane M, Garne E. Congenital heart defects in Europe: prevalence and perinatal mortality, 2000 to 2005. Circ J 2011; 123:841-49.

Bernstein D. Epidemiology and genetic basis of congenital heart disease. Dalam: Behrman RE, Kliegman RM, Jenson HB, Stanton BF, penyunting. Nelson textbook of pediatrics. Edisi ke-19. Philadelphia: Saunders 2011. h.1549-610.

Nousi D, Christou A. Factors affecting the quality of life in children with congenital heart disease. Health Science Journal 2010; 4(2):94-100.

Benzecry SG, Leite HP, Oliveira FC, Santana e Meneses JF, Carvalho WB, Silva CM. Interdisciplinary approach improves nutritional status of children with heart diseases. J.Nut 2008; 669–74.

Hagau N, Culcitchi C. Nutritional support in children with congenital heart disease. Nutr Ther Metab 2010; 28:172-84.

Okoromah CAN, Ekure EN, Esi FEAL, Okunowo WO, Tijani BO, Okeiyi JC. Prevalence, profile and predictors of malnutrition in children with congenital heart defects; a case - control observational study. Arch Dis Child 2011; 96:354-60.

Sjarif DR, Anggiawan SL, Putra ST, Djer MM. Anthropometric profiles of children with congenital heart disease. Med J Indones 2011; 20:40-5.

Vieira TCL, Trigo M, Alonso RR, Ribeiro RHC, Cardoso MRA, Cardoso ACA, et al. Assesment of food intake in infants between 0 and 24 months with congenital heart disease. Arq Bras Cardiol 2007; 89:197-202.

Steltzer M. Heart disease. Dalam: Koletzko B, penyunting. Pediatric nutrition in practice. Basel: Karger 2008.h.229-33.

Pierre AS, Khattra P, Johnson M, Cender L, Manzano S, Holsti L. Content validation of the infant malnutrition and feeding checklist for congenital heart disease: a tool to identify risk of malnutrition and feeding difficulties in infants with congenital heart disease. Journal of Pediatric Nursing 2010; 25:367-74.

Joeston KFM, Hulst JM. Prevalence of malnutrition in pediatric hospital patients. Curr Opin Pediatr 2008; 20:590-6.

Vaidyanathan B, Roth SJ, Gauvreau K, Shivaprakasha K, Rao SG, Kumar RK. Somatic growth after ventricular septal defect in malnourished infants. J Pediatr 2006;149:205-9.

Roman B. Nourishing little hearts: nutritional implications for congenital heart defects. Dalam: Parrish CR, penyunting. Nutrition issues in gastroenterology. Virginia: Practical Gastroenterology 2011. h.11-34.

Hansson L, Ohlund I, Lind T, Blicks Stecksen C, Rydberg A. Dietary intake in infants with complex congenital heart disease : a case control study on macro and micronutrient intake, meal frequency and growth. J Hum Nutr Diet 2014; 1-8.

Wisnuwardhana M. Manfaat pemberian diet tambahan terhadap pertumbuhan pada anak dengan penyakit jantung bawaan asianotik. Tesis pada S2 Magister Ilmu Biomedik Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro 2006.(tesis)

Okoreigwe, Chizoba F, Okeke, Chinwe E. Nutritional status of preschool children aged 2-5 years in Aguata L G A of Anambra State, Nigeria. Int.J.Nutr.metab 2009; 1:009-013.

Zhou SJ, Gibson RA, Gibson RS, Makrides M. Nutrient intakes and status of preschool children in Adelaide, South Australia. MJA 2012; 196:697-700.




DOI: https://doi.org/10.29103/averrous.v3i1.446

Article Metrics

 Abstract Views : 294 times
 PDF Downloaded : 229 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 AVERROUS

License URL: https://creativecommons.org


Copyright © AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh

Diterbitkan Fakultas Kedokteran Universitas Malikusaleh

Unimal LogoCreative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License