EXTENSIVELY DRUG RESISTANT TUBERCULOSIS (XDR TB)

Sarah Rahmayani Siregar

Abstract


Tuberkulosis adalah penyakit infeksi kronis menular yang masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk Indonesia. Tuberkulosis (TB) sebagian besar akan mengalami penyembuhan dengan pengobatan. Namun tidak semua penyakit TB sembuh dengan pengobatan. Hal ini disebabkan pengobatan dari TB yang belum terlaksana dengan baik sehingga dapat pula menyebabkan terjadinya resistensi terhadap Obat Anti Tuberkulosis (OAT), berupa Multidrug Resistant Tuberkulosis (MDR TB) dan Extensively Drug Resistant Tuberculosis (XDR TB). XDR TB adalah TB yang disebabkan oleh strain yang resistensi terhadap isoniazid dan rifampisin, disertai resisten terhadap salah satu fluorokuinolon dan salah satu dari tiga obat injeksi lini kedua (amikasin, kapreomisin atau kanamisin). XDR TB diperkenalkan tahun 2006 ketika terjadi epidemi yang sangat fatal di Afrika Selatan. XDR-TB dapat ditularkan melalui bakteri yang disebarkan oleh orang yang sudah terkena resistensi obat. Diagnosis XDR-TB ditegakkan dengan uji sensitiviti obat atau Drug Susceptibility Testing (DST), bukan sekedar berdasarkan gambaran foto toraks dan adanya faktor resiko yang ada pada seseorang. WHO telah merancang strategi Directly Observed Treatment Short Course (DOTS-Plus) untuk mengelola TB M/XDR di negara-negara miskin sumber daya. Revisi National Tuberculosis Programme (RNTCP) di bawah DOTS-Plus akan menggunakan rejimen pengobatan standar (STR) kategori IV, yang terdiri dari 6 obat (kanamisin, levofloxacin, etionamid, sikloserin, pirazinamid, dan etambutol) selama 6-9 bulan fase intensif dan 4 obat (levofloxacin, ethionamide, cycloserine, dan ethambutol) selama 18 bulan dari fase lanjutan. Penyembuhan tergantung pada tingkat resistensi obat, tingkat keparahan penyakit dan apakah sistem kekebalan pasien terganggu.


Keywords


extensively-drug-resistance-tuberculosis

Full Text:

PDF

References


Budi I, Ardhila Y, Sari I, Septiawaty D, 2018. Analisis Faktor Resio Kejadian Penyakit Tuberkulosis bagi Masyarakat Daerah Kumuh Kota Palembang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia:17(2):87-94.

Djojodibroto D, Respirologi, EGC, Jakarta, 2009.

Nugrahaeni D, Malik U,2015. Analisis Penyebab Resistensi Obat Anti Tuberkulosis. Jurnal Kesehatan Masyarakat:11(1):8-15.

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Infodatin Tuberkulosis, 2018, didapat dari

http://www.pusdatin.kemkes.go.id/pdf.php?id=18101500001

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Petunjuk Teknis Manajemen Terpadu Pengendalian Tuberkulosis Resistan Obat: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, 2018.

Elorza E, Guillen S, 2010. Multidug Resistant Tb and Extensively Drug Resistant TB. Rev Esp sanid Penit:12:91-98.

Carolia N, Mardhiyah A, 2016. MultiDrug Resistant Tuberculosis pada Pasien Drop Out dan Tatalaksana OAT Lini Kedua. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung:5(2):11-15.

Irianti R, Kuswandi, Y Nanang, Kusumaningtiyas R, Mengenal anti Tuberkulosis, UGM, Yogyakarta, 2016.

Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia, Jurnal Tuberkulosis Indonesia, 2010.

Rinanda T, 2015. Kajian Molekuler Mekamisme Resistensi Mycobacterium tuberculosis. Jurnal Kedokteran Universitas Syiah Kuala:15 (3): 162-167.

Palomino J, martin A, 2014. Drug Resistance Mechanisms in Mycobacterium tuberculosis. Antibiotics: 3: 317-340.

Silva P, Palomino J, 2011. Molecular Basis and Mechanisms of Drug Resistance in Mycobacterium tuberculosis: Classical and New Drugs. Journal of Antimicrobial Chemotherapy: 66 (7): 1417-1430.

Jhonson et al., 2009, Drug Resistance in Mycobacterium tuberculosis. Current Issues in Molecular Biology: 8: 97-112.

Dookie et al.,2018. Evolution of Drug Resitance in Myobacterium tuberculosis: a review on the molecular determinants of resistance and implications for personalized care. Journal of Antimicrobial Chemotherapy: 73 (5): 1138-1151.

Zhang Y, Yew W, 2009. Mechanisms of Drug Resistance in Myobacterium tuberculosis, International Journal of Tuberculosis and Lung Disease: 13 (11): 1320-1330.

Stop TB partnership, Extensively drug-resistant tuberculosis (XDR-TB), World Health Organization, 2007.

Migliori G, Matteli A, Crillo D, Pai M, 2008. Diagnosis of Multidrug Resistant Tuberculosis and Extensively Drug Resistant Tuberculosis: Current Standards and Challenges, Canadian Journal of Infectious Diseases and Medical Microbiology: 19 (2): 169-172.

Prasad R, 2012. Multidrug and Extensively Drug Resistant Tuberculosis Management: Evidences and Controversies. Lung India: 29 (2): 154-159.

Marwar A et al., 2011, Extensively Drug Resistant Tuberculosis (XDR-TB): A Potential Threat, Journal of Basic and Clinical Pharmacy: 002 (001): 27-32.

Adriansyah R, Singh G, Amin Z, Uyainah A, 2009. Peran Intervensi Bedah dalam Tatalaksana Tuberkulosis Paru Resisten Obat, The Indonesian Journal Chest and critical Emergency Medicine: 2 (3): 130-133.

Word Health Organization, Drug Resistance Tuberculosis: XDR TB- FAQ, 2009, didapat dari file:///D:/xdr%20tb/WHO%20%20%20Drug-resistant%20TB%20%20XDR-TB%20FAQ.htm.

Alfin S, 2012, Multidrug Resistant Tuberkulosis; Sebuah Tinjauan Kepustakaan, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala.

World Health Organization, Multidrug and extensively drug-resistant TB (M/XDR-TB) . The WHO global report on surveillance and response. Genewa, World Health Organization, 2010.

Centers for Disease Control and Preventation, Extensively Drug Resistance Tuberculosis (XDR TB), 2016, didapat dari file:

///D:/xdr%20tb/Fact%20Sheets%20%20%20DrugResistant%20TB%20%20%20Extensively%20DrugResistant%20Tuberculosis%20(XDR%20TB)%20%20%20TB%20%20%20CDC.htm.




DOI: https://doi.org/10.29103/averrous.v5i2.2079

Article Metrics

 Abstract Views : 1592 times
 PDF Downloaded : 207 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 AVERROUS

License URL: https://creativecommons.org


Copyright © AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh

Diterbitkan Fakultas Kedokteran Universitas Malikusaleh

Unimal LogoCreative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License