ESTIMASI TINGGI BADAN BERDASARKAN PANJANG TULANG FEMUR PERKUTAN PADA MAHASISWA SUKU ACEH UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Nora Maulina, Muhammad Fajar Al Fadhil

Abstract


Tinggi badan merupakan salah satu identitas fisik terpenting pada seseorang. Pada beberapa kasus seperti mutilasi, ledakan bom, kecelakaan pesawat terbang, gempa bumi, tsunami dan tanah longsor, tinggi badan tidak dapat diukur karena anggota tubuh yang tidak utuh lagi, sehingga diperlukan suatu formula untuk mengetahui tinggi badan berdasarkan anggota tubuh yang tersisa. Tulang femur memiliki korelasi yang paling baik dengan tinggi badan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan suatu formula estimasi tinggi badan berdasarkan panjang tulang femur perkutan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional pada 43 mahasiswa suku Aceh Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi pearson dan uji regresi linier sederhana. Didapatkan hubungan yang kuat antara tinggi badan dengan panjang tulang femur dengan koefisien korelasi pada tulang femur kanan 0,941 dan pada tulang femur kiri 0,945. Hasil analisis regresi linier sederhana didapatkan formula: tinggi badan = 87,520 + 1,705 x (panjang tulang femur kanan), tinggi badan = 87,119 + 1,715 x (panjang tulang femur kiri). Formula ini dapat diterapkan pada Suku Aceh.


Keywords


Estimasi, tinggi badan, tulang femur, formula, suku Aceh

Full Text:

PDF

References


Wiryani, C., Kuswardhani, T., Aryana, S., 2010. Hubungan antara sudut kelengkungan thorak dan selisih tinggi badan ukur dan tinggi badan hitung berdasrkan tinggi lutut pada pasien usia lanjut di poliklinik geriatric sanglah denpasar. Jurnal Kedokteran Universitas Udayana : 10-16.

Nasution, G.B., 2011. Penentuan Tinggi Badan Berdasrkan Tulang Panjang. Jurnal Kedokteran Sumatera Utara. Di akses pada tanggal 23 Juni pukul 23.00 WIB. URL: http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/29285/4/Chapter%20II.pdf

Departemen Kesehatan (Depkes)., 2010. Standar Antopometri Penilaian Gizi Anak. Di akses pada tanggal 23 Juni pukul 23.30 WIB. URL : http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2011/11/buku-sk-antropometri-2010.pdf

Budiyanto, A., 2002. Identifikasi Forensik. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Bagian Kedokteran Forensik.

Krishan, K., Kanchan, T., Dimaggio J.A., 2010. A study of limb asymmetry and its effect on estimation of stature in forensic case work. Forensic science international ; p.1-3

Fataati, A., 2014. Korelasi Antara Tinggi Badan dan Panjang Jari Tangan. Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik Universitas Airlangga : 40-44.

Keumala, R.J., 2015. Estimasi Tinggi Badan Mahasiswa Fakultass Kedokteran Universitas Syiah Kuala Berdasrkan Panjang Tulang Ulna Perkutan Suku Aceh (skripsi). Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala

Artaria, M.D., 2002. Perbedaan Antara Laki-Laki Dan Perempuan: Penelitian Antropometris Pada Anak Umur 6-19 Tahun. Jurnal Departemen Antropologi Universitas Airlangga Surabaya: 343-349

Macaluso, Jr.P.J., Lucena, J., 2014. Morphological variations of the anterior thoracic skeleton and their forensic significance: radiographic findings in a Spanish autopsy sample. Forensic Science International : 220-241

Gani, M.H., 2002. Ilmu Kedokteran Forensik. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas




DOI: https://doi.org/10.29103/averrous.v4i2.1035

Article Metrics

 Abstract Views : 281 times
 PDF Downloaded : 57 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 AVERROUS

License URL: https://creativecommons.org


Copyright © AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh

Diterbitkan Fakultas Kedokteran Universitas Malikusaleh

Unimal LogoCreative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License