ANEMIA DEFISIENSI BESI

Julia Fitriany, Amelia Intan Saputri

Abstract


Anemia adalah keadaan yang ditandai dengan berkurangnya hemoglobin dalam tubuh. Hemoglobin adalah suatu metaloprotein yaitu protein yang mengandung zat besi di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan karena kekurangan besi yang digunakan untuk sintesis hemoglobin (Hb) 1. Gejala dari anemia secara umum adalah lemah, tanda keadaan hiperdinamik (denyut nadi kuat dan cepat, jantung berdebar, dan roaring in the ears). Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya anemia defisiensi besi yaitu kebutuhan yang meningkat, asupan zat besi yang kurang, infeksi, dan perdarahan saluran cerna dan juga terdapat faktor-faktor lainnya. Anemia defisiensi besi dapat di diagnosis dengan cara anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Penatalaksanaan anemia defisiensi besi dapat dilakukan dengan pemberian zat besi secara oral, secara intramuskular dan transfusi darah


Keywords


anemia; anemia defisiensi besi; hemoglobin

Full Text:

PDF

References


Özdemir, N. (2015). Iron deficiency anemia from diagnosis to treatment in children. Türk Pediatri Arşivi, 50(1), 11–9. doi:10.5152/tpa.2015.2337

Abdulsalam, M., & Daniel, A. (2002). Diagnosis, Pengobatan dan Pencegahan Anemia Defisiensi Besi. Sari Pediatri, 4(2), 2–5.

Muhammad, A. (2005). PENENTUAN DEFISIENSI BESI ANEMIA PENYAKIT KRONIS MENGGUNAKAN PERAN INDEKS sTfR-F ( Determination of iron deficiency in chronic disease anemia by the role of sTfR-F index ). Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory, 2(1), 9–15.

Endang, W. (2013). IDAI - ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA BAYI DAN ANAK. Retrieved February 28, 2016, from http://idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/anemia-defisiensi-besi-pada-bayi-dan-anak

Gatot, D., Idjradinata, P., Abdulsalam, M., Lubis, B., Soedjatmiko, & Hendarto, A. (2011). Suplementasi Besi Untuk Anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Oehadian, A. (2012). Pendekatan Klinis dan Diagnosis Anemia. Continuing Medical Education, 39(6), 407–412.

Gejala Anemia Sideroblastik, Penyebab Dan Pencegahannya | Gejala Penyebab Dan Cara Mengatasi. (2014). Retrieved February 28, 2016, from http://www.referensisehat.com/2014/12/gejala-anemia-sideroblastik-penyebab.html

Irawan, H. (2013). Pendekatan Diagnosis Anemia pada Anak. CDK-205, 40(6), 422–425.

Medlinux. (2007). Anemia Pada Anak ~ Seputar Kedokteran. Retrieved February 28, 2016, from http://medlinux.blogspot.co.id/2007/09/anemia-pada-anak.html




DOI: https://doi.org/10.29103/averrous.v4i2.1033

Article Metrics

 Abstract Views : 5059 times
 PDF Downloaded : 33498 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 AVERROUS

License URL: https://creativecommons.org


Copyright © AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh

Diterbitkan Fakultas Kedokteran Universitas Malikusaleh

Unimal LogoCreative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License