Pembuatan Briket Dari Kulit Jagung Menggunakan Perekat Getah Nangka Dan Pulut

Authors

  • Iqbal Kamar Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh
  • Nasrul ZA Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh
  • Meriatna Meriatna Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh
  • Syamsul Bahri Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh
  • Rizka Nurlaila Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh
  • Alifnur Alifnur Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh

DOI:

https://doi.org/10.29103/jtku.v12i1.11633

Keywords:

Briket, Drop Test, Kadar Air, Kulit Jagung, dan Nilai Kalor

Abstract

Briket merupakan energi alternatif pengganti bahan bakar yang dihasilkan dari bahan-bahan organik atau biomasa yang kurang termanfaatkan. Diantara limbah biomasa yang memiliki potensi besar seperti ampas tebu, serbuk kayu, kulit jagung, cangkang sawit sekam padi. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit jagung yang biasanya banyak terbuang di pasar diolah menjadi bara yang bernilai ekonomis dengan parameter pengujian meliputi kadar air, kadar abu, nilai kalor, dan uji drop test. Pembuatan briket ini berbahan baku dari kulit jagung yang dimulai dengan proses pengarangan kemudian dihaluskan dan disaring dengan ukuran ayakan 50 mesh, kemudian dicampur dengan perekat dan dicetak lalu oven selama 2 jam. Adapun perekat yang digunakan adalah tepung pulut dan getah nangka dengan variasi perekat masing 3%, 5%, 7%, dan 9%. Hasil penelitian menunjukan bahwa briket sudah memenuhi standar mutu SNI 1/6235/2000 briket arang. Hasil terbaik diperoleh pada variasi 5% perekat pulut dan getah nangka dengan kadar air masing-masing 4,686% dan 5,874%, kadar abu masing-masing sebesar 9,904% dan 7,623%, lalu nilai kalor 6335,42 kal/gr, dan 5383,82 kal/ serta dengan nilai drop test masing-masing 3,86%, dan 3,74%. Dengan melihat hasil penelitian ini bahwa kulit jagung dari limbah penjualan jagung di pasar dapat dimanfaatkan menjadi salah satu bahan baku alternatif dalam pembuatan briket.

References

Fahlevi, m. R. (2016). Pengaruh variasi komposisi bahan perekat terhadap karakteristik fisik dan mekanik briket limbah organik. 1-56.

Frida, e., darnianti, & noviyunida. (2018). Pembuatan asap cair dari limbah tongkol jagung dengan metode pirolisis yang digunakan sebagai pengawet pada ikan. Juitech, 02(01) http://dx.doi.org/10.36764/ju.v2i1.97

Handoko, r., fadelan, f., & malyadi, m. (2019). Analisa kalor bakar briket berbahan arang kayu jati, kayu asam, kayu johar, tempurung kelapa dan campuran. Komputek, 3(1). Https://doi.org/10.24269/jkt.v3i1.198

Lehman, j. (2012). Biochar for environmental management. In biochar for environmental management. Https://doi.org/10.4324/9780203762264

Purwantana, b., ciptohadijoyo, s., al-banna, h., & rachmat, y. (2009). Kajian dimensi tenggorokan ruang reduksi gasifier tipe downdraft untuk gasifikasi limbah tongkol jagung. 1995.

Ristianingsih, y., ulfa, a., & syafitri k.s, r. (2015). Pengaruh suhu dan konsentrasi perekat terhadap karakteristik briket bioarang berbahan baku tandan kosong kelapa sawit dengan proses pirolisis. Konversi, 4(2). Https://doi.org/10.20527/k.v4i2.266

Satmoko, m. E., saputro, d. D., & budiyono, a. (2013). Karateristik briket dari limbah pengolahan kayu sengon dengan metode cetak panas. Journal of mechanical engineering learning, 2(1), 1408-1412.

Susanto, a., & yanto, t. (2013). Pembuatan briket bioarang dari cangkang dan tandan kosong kelapa sawit. Jurnal teknologi hasil pertanian, 6(2). Https://doi.org/10.20961/jthp.v0i0.13516

Wicaksono, w. R., & nurhatika, s. (2019). Variasi komposisi bahan pada pembuatan briket cangkang kelapa sawit (elaeis guineensis) dan limbah biji kelor (moringa oleifera). Jurnal sains dan seni its, 7(2). Https://doi.org/10.12962/j23373520.v7i2.37231

Downloads

Published

2023-07-19