PEMANFAATAN LIMBAH KULIT JENGKOL (Pithecellobium jiringa) MENJADI BIOARANG DENGAN MENGGUNAKAN PEREKAT CAMPURAN GETAH SUKUN DAN TEPUNG TAPIOKA

Rozanna Dewi, Fikri Hasfita

Abstract


Kebutuhan energi yang terus meningkat dan ketersediaaan bahan bakar yang menipis memaksa manusia untuk mencari sumber bahan bakar alternatif. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk memperoleh bahan bakar alternatif yang dapat diperbarui seperti limbah kulit jengkol. Limbah kulit jengkol merupakan biomassa yang keberadaanya belum termanfaatkan secara optimal. Biomassa limbah kulit jengkol dapat diolah menjadi suatu bentuk bahan bakar padat dengan dimensi tertentu yang seragam, yang diperoleh dari hasil pengempaan bahan berbentuk serbuk dan berukuran relatif kecil yang biasa disebut sebagai bioarang. Perekat yang digunakan dalam penelitian ini adalah campuran getah dengan perekat tepung tapioka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mutu bioarang limbah kulit jengkol sebagai energi alternatif. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan ukuran partikel limbah kulit jengkol (20, 50 80 mesh) dan berat bahan baku (25, 50, 75 gr). Analisa yang dilakukan adalah analisa kadar air, nilai kalor, laju pembakaran, kadar abu dan kadar karbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor terbaik yaitu 5392,079 kal/gr, kadar air 3,908 %, laju pembakaran 0,190 gr/menit, kadar abu 6% dan kadar karbon 63,094% yang didapatkan dari ukuran partikel 80 mesh dan berat bahan baku 50 gr.

Keywords


Bioarang;Getah Sukun;Kulit Jengkol;Tepung Tapioka

Full Text:

PDF

References


Anung dan Roy, A. 2010. Pemanfaatan arang batok kelapa dan tanah humus baturaden untuk memurnikan kadar logam krom (Cr). Molekul, vol. 5. No. 2, Nov. 2010: 66-74. UNSOED.

Adimihardja, Kusnaka. 2005. Makanan dalam Khazanah Budaya. Jawa Barat: UPT Intrik.

Abdullah, Ahmad dan Soedarmanto; 1979. Budidaya Sukun. Jakarta: C.V.Yasaguna. Badan Standarisasi Nasional. 2005. Emisi Gas Buang. SNI 19-7117. 11-2005.

Budiman, S., Sukrido, dan Harliana, A. Tanpa tahun. Pembuatan Biobriket dari Campuran Bungkil Biji Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) dengan Sekam sebagai Bahan Bakar Alternatif. Semarang: Universitas Diponegoro.

Erfanti, Ika. 2013. Karakteristik Briket Bioarang Limbah Kulit Pisang Uli (Musa paradisiaca L.) Dengan Perekat Tepung Tapioka. Skripsi Universitas Sunan Kalijaga.

Gandhi, A. 2010. Pengaruh Variasi Jumlah Campuran Perekat Terhadap Karakteristik Briket Arang Tongkol Jagung. Profesional. 8(1): 1-11.

Hendra dan Darmawan, 2000. Pengaruh Bahan Baku, Jenis Perekat dan Tekanan Kempa Terhadap Kualitas Briket Arang. Puslitbang Hasil Hutan. Bogor.

Hendra D dan Pari G. 2000. Penyempurnaan Teknologi Pengolahan Arang. Laporan Hasil Penelitian Hasil Hutan. Balai Penelitian dan Pengembangan kehutanan, Bogor.

Ikhsan, dkk. 2009. Pelatihan Pemanfaatan Kulit Jengkol (Pithecellobium jiringa) Menjadi Herbisida dan Larvasida Aedesaegepty di Daerah Bandar Setia Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara (PKMM). Medan: Universitas Negeri Medan.

Jamilatun, S. 2008. Sifat-Sifat Penyalaan dan Pembakaran Briket Biomassa, Briket Batubara dan Arang Kayu. Jurnal Rekayasa Proses. 2(2): 39-40.

Kurniawan dan Marsono. 2008. Superkarbon Bahan bakar Alternatif Pengganti Minyak Tanah Dan Gas. Penebar Swadaya, Depok.

Manik FS. 2010. Pemanfaatan Spent Bleaching Earth dari Proses Pemucatan CPO sebagai Bahan Baku Briket. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Mulyadi, dkk. 2013. Pemanfaatan Kulit Buah Nipah. Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 14 (1): 65-72.

Ndraha, Nodali. 2009. Uji komposisi bahan pembuat briket bioarang tempurung kelapa dan serbuk kayu terhadap mutu yang dihasilkan. Skripsi USU.

Nugroha, S. 2008. Pemanfaatan Sekam sebagai Bahan Bakar Murah. Informasi Ringkas Balai Besar Penelitian dan Bank Pengetahuan Padi Indonesia.

Pabisa, Junaedy. 2013. Pembuatan briket dari limbah sortiran biji kakao (Theobroma cacao). Skripsi Universitas Hasanuddin.

Riseanggara, RR. 2008. Optimasi Kadar Perekat pada Briket Limbah Biomassa. Bogor: Perpustakaan Institut Pertanian Bogor.

Santosa, Mislaini dan Anugrah S. P. Tanpa tahun. Studi Variasi Komposisi Bahan Penyusun Briket dari Kotoran Sapi dan Limbah Pertanian. Padang : Universitas Andalas.

Sinurat, Erikson. 2011. Studi Pemanfaatan Briket Kulit Jambu Mete dan Tongkol Jagung Sebagai Bahan Bakar Alternatif. Skripsi Universitas Hasanuddin.

Sudrajat, R., 1983. Pengaruh Bahan Baku, Jenis Perekat, dan Tekanan Kempa Terhadap Kualitas Arang Briket. Laporan LPHH No. 165. Bogor.

Sunyata A. 2004. Pengaruh Kerapatan dan Suhu Pirolisa terhadap Kualitas Briket Arang Serbuk Kayu Sengon. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian (INTAN) Yogyakarta.

Susanti, Eni. 2010. Pemanfaatan Kulit Jengkol Sebagai Bioherbisida Gulma Dan Biolarvasida Aedes Aegepty. Skripsi UNIMED.

Sulistyanto, A. 2006. Karakteristik Pembakaran Biobriket Campuran Batubara dan Sabut Kelapa. Media Mesin. 7(2): 77-84.

Swisscontact. 1996. Analisa Kinerja Mesin Bensin Berdasarkan Hasil Uji Emisi.

Usman, M. Natsir. 2007. Mutu Briket Arang Kulit Buah Kakao dengan Menggunakan Kanji Sebagai Perekat. Jurnal Perennial, 3(2): 55-58.

Http://id.wikipedia.org/wiki/jengkol.jpg. diakses pada 22 September 2014.

Http://Indrayati.blogspot.com/2010/04/tanaman_Jengkol.html. diakses pada 10 Desember 2014.




DOI: https://doi.org/10.29103/jtku.v5i1.83

Article Metrics

#### view : 1702 times
PDF 11 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.