PEMBUATAN PEWARNA MAKANAN DARI KULIT BUAH MANGGIS DENGAN PROSES EKSTRAKSI

Amri aji, Meriatna Meriatna, Anita Sari Ferani

Abstract


Antosianin merupakan pigmen pada kulit buah manggis (Gacinia mangostana L.) yang menghasilkan warna merah hingga ungu. Penelitian ini bertujuan untuk mencari konsentrasi, volume terbaik etanol sebagai pelarut dan suhu ekstraksi untuk menghasilkan pewarna dengan intensitas yang baik yang digunakan sebagai zat pewarna makanan. Ekstrak kulit manggis dilakukan dengan berat kulit manggis 50 gram, volume etanol 150 ml dan 250 ml, pada konsentrasi etanol 30%, 45%, 70% dan 95% dan suhu ekstraksi 40oC, 50oC, 60oC, 70oC dan 80oC. Kemudian dilanjutkan dengan evaporasi yang bertujuan untuk memekatkan zat pewarna dengan cara menghilangkan kadar etanol dan kadar air. Dari data hasil penelitian menunjukkan bahwa zat pewarna dari kulit manggis yang terekstrak dipengaruhi oleh konsentrasi etanol, suhu dan volume etanol. Intensitas warna diamati dengan alat colourimeter yang menghasilkan intensitas warna terbaik adalah  6 pada konsentrasi etanol 95%,  volume etanol  250 ml, suhu ekstraksi 68oC, kandungan zat pengotor yaitu kadar abu sebanyak 1,05%, kadar air 1,83% dan pH 5,27.

Keywords


Antosianin;Kulit Buah Manggis;Ekstraksi;Etanol;Evaporasi

Full Text:

PDF

References


Andini, Fiska M, 2011 “ Pengujian Stabilisasi Zat Warna Kulit Manggis

(Gracinia Mangostana L) Dengan Spektofotometer”

Catrien, 2009, Pengaruh pigmentasi Pewarna Alami Antosianin dari Rosela

(Hibiscus SabdariffaL.) dengan Rosmarinic Acid Terhadap Stabilitas Warna pada Model Minuman Ringan, Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Earle, RL (1981). Satuan operasi dalam pengolahan pangan. Penerjemah : zein nasution. Sastra hudaya. Jakarta

Fessenden,RJ and Fessenden, JS, 1999,”Kimia Organik”, adisi ke-3, penerbit Erlangga, Jakarta.

Kwartiningsih, Endang.,dkk.,2009. “Zat Pewarna Alami Tekstil Dari Kulit Buah Manggis”. Teknik Kimia UNS

Lee TA, Counsel.2005. The Food From Hell : Food Colouring. The Internet Journal Of Toxicology. Vol 2 no 2. China : queers network research.

Levenspil, Octave, 1972. Chemical Reaction Engineering, 2nd ed. John Wiley and sons, Inc. Kanada.

Lydia S. Wijaya1, Simon B. Widjanarko, Tri Susanto. 2001, Ekstraksi dan Karakterisasi Pigmen dari Kulit Buah Rambutan (Nephelium Lappaceum), Var Binjai Biosain, Vol.1 No. 2, hal. 42-53

Malik, D.,”Aplikasi Praktis Zat Warna Alam Dari Ekstrak Kulit Buah Manggis

Untuk Pewarnaan Bahan Kapas”

Mc.Cabe, W.L., Smith, J.C. dan Haririot, 1993, “Operasi Teknik Kimia”,

Erlangga, Jakarta.

Qosim, Warid Ali. 2010. “Buah Manngis, Manis Berkhasiat” .Unpad Bandung

Samsudin, Asep Muhammad,dkk.2005. “Ekstraksi Filtrasi Membran dan Uji

Stabilitas Zat Warna dari Kulit Manggis”. Teknik Kimia Undip

Sudarmadji, slamet dkk. 2003. Analisa Bahan Makanan Dan Pertanian.

Yogyakarta : liberty yogyakarta

Syah et al. 2005. Manfaat Dan Bahaya Bahan Tambahan Pangan. Bogor.

Himpunan Alumni Fakultas Teknologi Pertanian IPB.

Winarno, FG. 1992. Kimia Pangan Dan Gizi. Jakarta. PT Gramedia.

Winarno, FG. 2004. Keamanan Pangan. Bogor. Himpunan Alumni Fakultas

Pertanian IPB.

Winarno, FG. 2004. Kimia Pangan Dan Gizi. PT Gramedia Pustaka Umum.

Yogyakarta

Sudarmadji, S.B haryono dan suhardi. 1989. Prosedur Analisa Untuk Bahan Makanan. Liberty. Yogyakarta.


Article Metrics

#### view : 2372 times
PDF 1 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.