HIDROLISA TEPUNG SAGU MENJADI MALTODEKTRIN MENGGUNAKAN ASAM KLORIDA
Keywords:
Sagu, pati, dekstrosa ekuivalent (DE), hidrolisa, maltodekstrinAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk membuat maltodekstrin dari sagu dan mengkaji pengaruh waktu hidrolisa terhadap maltodekstrin serta mengamati perubahan fisika dan kimia dari maltodekstrin yang dihasilkan. Sagu adalah butiran atau tepung atau pati yang diperoleh dari batang sagu atau rumbia, yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan maltodekstrin. Maltodekstrin merupakan produk hidrolisa parsial pati sagu dengan menggunakan asam klorida. Proses pembuatan maltodekstrin dilakukan melalui tahap pembentukan dekstrin. Produk yang dihasilkan dianalisa kadar Dekstrosa Ekuivalent (DE), yield dan kadar air. Dari hasil penelitian dan setelah analisa yang dilakukan diketahui kondisi terbaik diperoleh pada suhu 80oC, HCl 9% dan waktu hidrolisa 130 menit yaitu dengan perolehan nilai DE 5,24%, yield 90,84%, dan kadar air 4,8%,. Semakin lama proses hidrolisa, maka nilai DE yang dihasilkan semakin banyak karena pati akan semakin lama terkonversi, perolehan yield yang tinggi dikarenakan semakin lama proses hidrolisa karena pati yang terbentuk semakin banyak sehingga dekstrin yang dihasilkan semakin tinggi.References
Anonim, maltodekstrin, www.blogspot.com/maltodekstrin, 2009.
Anonim, teknologi modifikasi pati, http:// ebookpangan.com//teknologi_modifikasi_pati, 2006
Anonim, pati (polisakarida), http://id.wikipedia.org/wiki/pati_polisakarida, 2009.
Anonim, sagu, http://id.wikipedia.org/wiki/sagu, 2009.
Achma Chafid dan Galuh Kusumawardhani. (2010) Modifikasi Tepung Sagu Menjadi Maltodekstrin Menggunakan Enzim α-Amylase. Skripsi Jurusan Teknik Kimia, Fak. Teknik, Universitas Diponegoro.
A. Kuntz, Lynn. 1997. Making the Most of Maltodextrins. www.foodproductdesign.com.
Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia. 2008. Sagu Sebagai Sumber Energi Alternatif.
Blancard, P. H. dan Katz. F. R. 1995. Starch Hydrolisis in Food Polysaccharides and Their Application. Marcell Dekker, Inc. New York.
Coulson and Richardsons, 2005, Chemical Engineering Design Vol.6 Fourth Edition, Elsevier Butterwort-Heinemann Linacre House, Jordan Hill, Oxford U.K.
Dudi Subekti, D., 2007. Maltodekstrin. http://dudimuseind.blogspot.com/2008/03/dextrose-equivalent.html; 4 Maret 2008.
Fardiaz, D. A. Apryanto dan M. Manullang. 1984. Penuntun Praktikum Analisa Pangan. Jurusn Teknologi Pangn dan Gizi. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Faridha Munawaroh. 1998. Kajian Pengaruh Suhu dan Waktu Hidrolisis Asam Terhadap Sifat Pati Sagu Termodifikasi Sebagai Surface Sizing. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Haryanto, B. dan Pangloli. P. 1992. Potensi dan Pemanfaatan Sagu. Kanisius. Yogyakarta.
Hui, Y.H., 1992. Starch Hydrolysis Products. VCH Publisher, New York.
Kanro dan Zain M. 2003. Tanaman Sagu dan Pemanfaatannya di Propinsi Papua. Jurnal Litbang Pertanian, vol 22, pp. 121.
Kastanya Luthana, Yongki. 2008. Maltodekstrin. www.yongkikastanyaluthana.wordpress.com. 24/12/2008.
Knight, J. W. 1969. The Starch Industry. Di dalam Hariadi, P. 1984. Mempelajari Kinetika Gelatinasi Pati Sagu. Skripsi-Fateta. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Levenspiel, Octave. 1972. Chemical Reaction Engineering, 2nd ed. John Wiley and Sons, Inc. Kanada.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication and this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
All articles in this journal may be disseminated by listing valid sources and the title of the article should not be omitted. The content of the article is liable to the author.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
In the dissemination of articles by the author must declare the Jurnal Teknologi Kimia Unimal as the first party to publish the article.








