Transformasi Komunikasi Massa Era Digital Antara Peluang Dan Tantangan
Keywords:
Transformasi Komunikasi Massa, Era Digital, Peluang dan TantanganAbstract
Komunikasi massa telah mengalami transformasi signifikan seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam era digital. Era digital telah membawa perubahan fundamental dalam cara informasi disampaikan, diterima, dikonsumsi dan feedback. Era digital telah memberikan dampak besar terhadap praktik dan transformasi komunikasi massa.Transformasi ini memberikan peluang baru sekaligus tantangan yang signifikan bagi komunikasi massa era digital. Untuk itu, tulisan ini mencoba menganalisis dampak transformasi komunikasi massa era digital, menyoroti peluang dan tantangan yang dihadirkan oleh teknologi komunikasi modern. Metode kepustakaan menjadi pilihan penelitian ini. Metode kepustakaan berperan penting dalam merumuskan dasar teoritis dan kerangka konseptual. Analisis komprehensif terhadap literatur yang relevan dengan komunikasi massa, teknologi digital, dan tren konsumsi informasi dilakukan untuk memahami perubahan yang telah terjadi. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari berbagai tulisan ilmiah, buku, laporan penelitian, dan sumber-sumber terpercaya lainnya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa transformasi komunikasi massa dalam era digital telah membawa dampak signifikan pada berbagai aspek public, termasuk pola konsumsi informasi, interaksi sosial, dan bentuk-bentuk komunikasi. Tantangan utama yang dihadapi meliputi perluasan perangkat lunak dan platform digital, polarisasi informasi, privasi data, dan ketergantungan pada algoritma. Namun, era digital juga memberikan peluang baru, seperti partisipasi aktif public dalam pembentukan informasi, peningkatan akses informasi global dan kemampuan untuk membangun jejaring sosial lintas batas. Hasil kajian ini menunjukan bahwa transformasi komunikasi massa dalam era digital adalah fenomena yang kompleks dan terus berkembang. Tantangan dan peluang yang muncul memerlukan pendekatan yang konfrenhensif baik dari kalangan akademisi, praktisi media dan pengambil kebijakan untuk memastikan bahwa transformasi komunikasi massa ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi publik secara keseluruhan. Selain itu, perlu pendekatan yang tepat dan cepat, literasi media digital, kerangka regulasi yang efektif. Akademisi, pemerintah, praktisi, pelaku industri media dan masyarakat secara bersama-sama dapat memaksimalkan potensi positif dari transformasi ini sambil mengatasi pengaruh dan dampak negatifReferences
Alo liliweri, (2011). Komunikasi Serba Ada Serba Makna.Jakarta : Prenada Media. Group
Ardianto, Elvinaro, dkk. (2004). Komunikasi Massa: Suatu Pengantar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Book, Cassandra L. (1980). Human Communication: Principles, Contexts, and Skills. New York :St. MartinŸs Press.
Bungin, Burhan. (2006). Sosiologi Komunikasi : Teori, Paradigma, dan Diskursus. TeknologiKomunikasi di masyarakat, Jakarta : Kencana pernada Media. Group.
Boyd, D., & Ellison, N. (2008). Social Network Sites: Definition, History, and Scholarship. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), 210-230.
Blood, R. (2000). Weblogs: A history and perspective. Rebecca's Pocket.
Diah Wardhani. (2008). Media Relations: Sarana Membangun Reputasi. Organisasi. Yogyakarta. Graha Ilmu. Dowling, Grahame R. 1994.
De Veirman, M., Cauberghe, V., & Hudders, L. (2017). Marketing through Instagram influencers: the impact of number of followers and product divergence on brand attitude. International Journal of Advertising, 36(5), 798-828.
Effendy, Onong Uchjana. (2002). Ilmu Komunikasi Teori Dan Praktek. Bandung: PT Remaja
Höflich, J. R. (2016). Communication and social change in developing countries: A long thorny path. In Media and Social Change (pp. 13-27). Springer, Cham.
Jenkins, H. (2006). Convergence culture: Where old and new media collide. New York University Press.
Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media. Business Horizons, 53(1), 59-68.
Lee, J. (2019). Augmented Reality: An Overview and Five Directions for AR in Education. Journal of Educational Technology & Society, 22(2), 85-96.
McQuail Teori Komunikasi Massa , Edisi 6 Buku 1. Jakarta: Salemba Humanika
Nurudin. 2007. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada. Pratikto, Riyono. 1987, Berbagai Aspek Ilmu Komunikasi.
Oxford Internet Institute (www.oii.ox.ac.uk) - Meneliti tentang interaksi manusia dan teknologi digital.
Thompson, M. (2019). Podcasting: New Aural Cultures and Digital Media. Springer.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
All articles in this journal may be disseminated by listing valid sources, and the article's title should not be omitted. The content of the article is liable to the author.
Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges and earlier and greater citation of published work.
In disseminating articles, the author must declare the Jurnal Politik dan Pemerintahan (JPP) as the first party to publish the article.