IDENTIFIKASI LANDMARK ARSITEKTUR DAN LANSKAP SEBAGAI ATRAKSI WISATA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi landmark arsitektur dan lanskap yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar, dengan fokus pada peran elemen-elemen ini dalam mendukung sektor pariwisata. Melalui pendekatan kualitatif, dilakukan survei lapangan, observasi langsung, dan wawancara dengan pemangku kepentingan terkait untuk mengidentifikasi berbagai landmark yang menjadi daya tarik wisata. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat 27 atraksi wisata yang terdiri dari landmark arsitektur dan lanskap, yang masing-masing memiliki nilai sejarah, budaya, serta spiritual yang berkontribusi terhadap identitas daerah dan menarik minat wisatawan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi pariwisata yang lebih berkelanjutan, yang mempertimbangkan preservasi warisan arsitektur dan lanskap lokal.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
OECD, OECD Tourism Trends and Policies 2020. OECD Publishing, Paris, https://doi.org/10.1787/6b47b985-en., 2020. [Online]. Available: https://www.oecd-ilibrary.org/docserver/6b47b985-en.pdf?expires=1620317843&id=id&accname=guest&checksum=E19B03C13064CD54657CA6090ECB153E
G. Cheirchanteri, “Architecture as a Product of Tourism Consumption,” IOP Conf. Ser. Mater. Sci. Eng., vol. 1203, no. 3, p. 032004, 2021, doi: 10.1088/1757-899x/1203/3/032004.
M. Scerri, D. Edwards, and C. Foley, “Design, architecture and the value to tourism,” Tour. Econ., vol. 25, no. 5, pp. 695–710, 2019, doi: 10.1177/1354816618802107.
O. Yabanci, “Historic architecture in tourism consumption,” Tour. Crit. Pract. Theory, vol. 3, no. 1, pp. 2–15, 2022, doi: 10.1108/trc-04-2021-0008.
R. Simes, J. O’Mahony, F. Farrall, K. Huggins, and D. Redhill, “How do you value an icon? The Sydney Opera House: economic, cultural and digital value,” 2013.
J. Ockman and S. Frausto, Eds., Arcitourism: authentic, escapist, exotic, spectacular. The Temple Hoyne Buell Center for the Study of American Architecture, with Prestel, 2005.
J. Specht, “Architecture and the Destination Image: Something Familiar, Something New, Something Virtual, Something True,” in Management – Culture – Interpretation, A. P. Müller and S. Sonnenburg, Eds., Springer Fachmedien Wiesbaden, 2013.
“Rencana Tata Ruang dan Wilayah.” Accessed: Oct. 05, 2024. [Online]. Available: https://bappeda.bandaacehkota.go.id/galeri/rtrw/
“urgensi-dokumen-rippda.” Accessed: Oct. 05, 2024. [Online]. Available: https://insanwisata.id/urgensi-dokumen-rippda/
R. Indonesia, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025. Indonesia, 2011.
H. Herizal, S. Rassanjani, and M. Muhkrijal, “Kebijakan Kepariwisataan di Provinsi Aceh: Peluang dan Tantangan,” J. Public Policy, vol. 7, no. 1, p. 21, 2021, doi: 10.35308/jpp.v7i1.3341.
B. K. B. Aceh, “Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Banda Aceh Tahun 2009 – 2029 / Revisi Tahun 2017.” 2017.
D. K. dan P. Aceh, “Cahaya Aceh.” [Online]. Available: https://acehtourism.travel/category/banda-aceh/
D. kebudayaan dan P. Aceh, “No Titl.” [Online]. Available: https://disbudpar.acehprov.go.id/#
K. P. dan E. Kreatif, “Jejaring Desa Wisata.” [Online]. Available: https://jadesta.kemenparekraf.go.id/sebaran
WTO, “What Is A Tourist Attraction,” in Tourism Satellite Account (TSA): Adapting the Tourism Satellite Account Conceptual Framework from a Regional Perspective, 2000.
D. Gogoi, “A CONCEPTUAL FRAMEWORK OF PHOTOGRAPHIC TOURISM,” IMPACT Int. J. Res. Applied, Nat. Soc. Sci., vol. 2, no. 8, pp. 109–114, 2014.
E. Triarchi and K. Karamanis, “Alternative Tourism Development: A Theoretical Background,” World J. Bus. Manag., vol. 3, no. 1, p. 35, 2017, doi: 10.5296/wjbm.v3i1.11198.
public affairs and communications directorate public affairs division, “OECD Annual Report,” 2009.
H. Ye and Ii. P. Tussyadiah, “Tourists’ Transformation Experience: From Destination Architecture to Identity Formation,” Tour. Travel Res. Assoc. Adv. Tour. Res. Glob., vol. 20, 2016, [Online]. Available: http://scholarworks.umass.edu/ttra/2010/Visual/20
M. Schwarzer, Architecture and Mass Tourism. NY: Columbia Book of Architecture, 2005.
D. D. Harisdani and D. Lindarto, “Geriten Karo Sebagai Pembentuk Identitas Tempat (Devin Defriza Harisdani, Dwi Lindarto) GERITEN KARO SEBAGAI PEMBENTUK IDENTITAS TEMPAT,” 2019.
N. N. S. Rahayu and N. W. A. Utami, “Jatidiri Arsitektur Monumen Bajra Sandhi,” SENADA (Seminar Nas. Desain dan Arsitektur), vol. 1, pp. 367–374, 2018.
K. Ulfa, M. Zaenuri, D. E. Rahmawati, S. Rassanjani, M. Mukhrijal, and A. Imanullah, “Branding Strategy ‘The Light Of Aceh’ Through E-Tourism On Sustainable Tourism Development in Aceh Province,” J. Gov. Public Policy, vol. 8, no. 3, p. PROGRESS, 2021, doi: 10.18196/jgpp.v8i3.11034.
L. P. Koestoro, B. Arkeologi, and S. Utara, “Gampong Pande, Situs Penting Di Ujung Utara Pulau Sumatera Gampong Pande, an Important Site At the Top of North Sumatera Island,” Jl. Seroja Raya Gg. Arkeol., no. 1, 2013.
W. Nur, J. 1, S. Dian, W. Prajanti, and F. Husain, “Strategy for Development of the Gampong Nusa Aceh Besar Tourism Village Based on Edutourism: Community Based Tourism Approach Article Info,” J. Econ. Educ., vol. 12, no. 1, pp. 153–159, 2023, [Online]. Available: http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jeec
W. Fikria, M. Irwansyah, and R. Anggraini, “Partisipasi Masyarakat Pada Pelestarian Rumah Adat Aceh Di Desa Wisata Lubok Sukon Aceh Besar,” J. Arsip Rekayasa Sipil dan Perenc., vol. 2, no. 4, pp. 324–332, 2019, doi: 10.24815/jarsp.v2i4.14949.
DOI: https://doi.org/10.29103/arj.v12i1.19154
Article Metrics


Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Faiza Aidina, Akram Nafil, Teuku Eka Panny Hadinata, Astrid Annisa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Published by:
Architecture Program
Universitas Malikussaleh