Pengaruh Waktu Aplikasi Dan Konsentrasi Pgpr Akar Bambu Dalam Menekan Penyakit Moler Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)
Abstract
Bawang merah menjadi salah satu komoditas rempah yang banyak dikonsumsi oleh rumah tangga Indonesia. Karena kebutuhannya tinggi, produksi bawang merah di Indonesia selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu aplikasi PGPR akar bambu dan pengaruh konsentrasi aplikasi PGPR akar bambu dalam menekan penyakit moler terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah serta interaksi kedua perlakuan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra selama 3 bulan yang dimulai pada bulan Januari sampai dengan Maret tahun 2024. Rancangan Faktorial, yang terdiri dari 2 faktor, yaitu faktor Waktu Aplikasi PGPR Akar Bambu (A) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: A1 = 7 HST, A2 = 14 HST, A3 = 21 HST dan A4 = 28 HST serta faktor konsentrasi PGPR Akar Bambu (K) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: K0 = Kontrol, K1 = 15 ml/l, dan K2 = 20 ml/l. Hasil dari penelitian ini waktu aplikasi PGPR akar bambu berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan. Adapun konsentrasi 15 ml/l PGPR akar bambu berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun 30 HST yaitu sebanyak 33,2 helai daun.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Advinda, Linda. 2018. “Dasar – Dasar Fisiologi Tumbuhan - Google Books.” 86–87.
Afriani, Astri, dan Maria Heviyanti. 2018. “KARAKTERISTIK JAMUR Fusarium Xysporum f. sp. cepae Penyebab Penyakit Busuk Umbi Pada Bawang Merah (Allium ascalonic).” Prosiding Seminar Nasional Pertanian dan Perikanan 1:70–74. https://ejurnalunsam.id/index.php/psn/article/view/138
Ahemad, Munees, dan Mulugeta Kibret. 2014. “Mechanisms and applications of plant growth promoting rhizobacteria: Current perspective.” Journal of King Saud University - Science 26(1):1–20. doi: 10.1016/j.jksus.2013.05.001.
Aini, dwi lutfia Qurratul. 2018. Kombinasi Trichoderma Harzianum Dan Pupuk Mikoriza Untuk Mengendalikan Penyakit Moler Pada Tanaman Bawang Merah. Skripsi. Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian Universitas Jember. Jawa Timur. doi: repository.unej.ac.id/handle/123456789/86268
Alfajri, Feri, dan Amanda Patappari Firmansyah. 2022. “Pembuatan Plants Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dari Akar Bambu (Bambussa sp.).” Prosiding Seminar Nasional Pengabdian KKN-MAS 1 (1982):202–5. doi: pertanian.ngawikab.go.id/2022/10/27/plant-growth-promoting-rhizobakteria-pgpr-akar-bambu/
Batalipu, S., Lakani, I., & Rosmini, R. 2023. “Efektivitas Plant Growth Promoting Microorganisms Akar Bambu Untuk Mengendalikan Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascolanicum L.).” Agrotekbis: Jurnal Ilmu Pertanian. 11(2):447–54. doi: jurnal.faperta.untad.ac.id/index.php/agrotekbis/article/view/1695
Bintoro, A., Widjajanto, D., Isrun. 2017. “Karakteristik Fisik Tanah pada Beberapa Penggunaan Lahan di Desa Beka Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. Jurnal Agrotekbis. 5(4): 423–430. doi: jurnal.faperta.untad.ac.id/index.php/agrotekbis/article/view/172
Anjani, R. 2018. Pengaruh Pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (Pgpr) Dan Pupuk N Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakchoy (Brassica chinensis L.). Doctoral Dissertation. Departemen Agronomi. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang. doi: repository.ub.ac.id/14070/
Cholis, F. R., Budi, I. S., Mariana. 2021. “Uji Cara Aplikasi PGPR dalam Menekan Kejadian Penyakit Antraknosa pada Tanaman Cabai Hiyung di Lahan Rawa.” Jurnal Proteksi Tanaman Tropika 4(3):366–71. doi: 10.20527/jptt.v4i3.899.
Dabire, T.G., Neya, B.F., Somda, I., Legreve, A.. 2021. “Pathogenicity study of some seed-borne fungi of onion (Allium cepa L.) from Burkina Faso.” International Journal of Biological and Chemical Sciences 15(3):1062–72. doi: 10.4314/ijbcs.v15i3.17.
Despita, R., Rachmadiyanto, A. 2021. “Produksi Bawang Merah pada Musim Hujan dengan Aplikasi Rhizobakteria Pemacu Tumbuh Tanaman Shallot Production in The Rainy Season with Plant Growth Promoting Rhizobacteria Application.” Jurnal Agriekstensia 20(2):150–59. doi: jurnal.polbangtanmalang.ac.id/index.php/agriekstensia/article/view/1747
Dihni, VA. n.d. “Produksi Bawang Merah RI Naik 10,42% pada 2021 | Databoks.” Databoks.
Dwi Nurcahyanti, Suhartiningsih, dan Muhammad Iqbal Sholeh. 2023. “Perkembangan Penyakit Moler (Fusarium Oxysporum F.Sp Cepae) pada Sentra Produksi Bawang Merah di Kabupaten Probolinggo.” Berkala Ilmiah Pertanian 6(2):56. doi: 10.19184/bip.v6i2.35392.
Fadhilah, S., Wiyono, S., Surahman, M. 2016. “Pengembangan Teknik Deteksi Fusarium Patogen Pada Umbi Benih Bawang Merah (Allium ascalonicum) di Laboratorium.” Jurnal Hortikultura 24(2):171. doi: 10.21082/jhort.v24n2.2014.p171-178.
Febryanto, D., Despita, R., Wahyudi, T. 2023. “Pengaruh Aplikasi Biourine Dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (Pgpr) Pada Tanaman Bawang Merah.” Seminar Nasional Politeknik Pembangunan Pertanian Malang 63–77. doi: jurnal.polbangtanmalang.ac.id/index.php/SeminarNasional2023/article/download/2802/222/
Hanifah, Shadrina Idzni, dan Sudiarso Sudiarso. 2022. “Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.).” Jurnal Produksi Tanaman. 10(10):570–80. doi: 10.21776/ub.protan.2022.010.10.06.
Heriyanto. 2019. Kajian Pengendalian Penyakit Layu Fusarium Dengan Trichoderma Pada Tanaman Tomat. Jurnal Triton. 10 (1). https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/11
Hikmahwati, Rifqy, M., Auliah, Fitrianti. 2020. “Identifikasi Cendawan Penyebab Penyakit Moler Pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascolonicum L.) Di Kabupaten Enrekang.” AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian 5(2):83. doi: 10.35329/agrovital.v5i2.1745.
Kaeni, E., Toekidjo, Subandiyah, S. 2014. “EEfektivitas suhu dan lama perendaman bibit empat kultivar bawang merah (Allium cepa L. Kelompok Aggregatum) pada pertumbuhan dan daya tanggapnya terhadap penyakit moler.” Vegetalika 3(1):53–65. doi: jurnal.ugm.ac.id/jbp/article/view/4015/3286
Kawilarang, L., Ratih, S., Ivayani, Nurdin, M. 2023. Pengaruh Aplikasi Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk Hayati terhadap Intensitas Penyakit Moler dan Pertumbuhan Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Jurnal Agrotek Tropika. 11 (1) : 15 – 21. doi: jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/6842
Marom, N., Rizal, Bintoro, M.. 2017. “Uji Efektivitas Saat Pemberian dan Konsentrasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) terhadap Produksi dan Mutu Benih Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.).” Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences. 1(2):174–84. doi: 10.25047/agriprima.v1i2.43.
Gumelar, R. M., Maryani, Y. 2020. “Respon Tanaman Bawang Merah Terhadap Rhizo Bakteria Di Tanah Entisol Red Onion Plant Response To Rhizo Bacteria in Entisol.” Jurnal Pertanian Agros 22(1):71–75. doi: e-journal.janabadra.ac.id/index.php/JA/article/view/1103/735
Ningsih, Yanti, Fitriah. 2016. “Pengaruh Konsentrasi dan Interval Pemberian PGPR terhadap Pertumbuhan dan Hasil Buncis (Phaseolus vulgaris L.” Skripsi. Departemen Agronomi. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang. doi: protan.studentjournal.ub.ac.id/index.php/protan/article/view/817/840
Prakoso, E. B., Wiyatingsih, S., Nirwanto, H. 2016. “Uji ketahanan berbagai kultivar bawang merah ( Allium ascalonicum ) terhadap infeksi penyakit moler ( Fusarium oxysporum f . sp . cepae ).” Jurnal Plumula. 5(1):10–20. doi: ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/plumula/article/view/773
Rini Widiati B. 2018. “SERAPAN UNSUR HARA FOSFOR (P) TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frustescens L.) PADA APLIKASI PGPR (Plant Growth Promoting Rhizotobacter) DAN TRICHOKOMPOS. Phosphorus (P) Nutrient Absorption of Cayenne Pepper (Capsicum frustescens L.) in PGPR (Plant Growth Pr.” J. Agrotan 4(1):57–73. doi: ejournals.umma.ac.id/index.php/agrotan/article/view/326
Riskiya, E. M., Budi, I. S., Mariana. 2022. “Efektivitas Waktu Aplikasi PGPR Untuk Pengendalian Penyakit Layu Fusarium Pada Persemaian Padi Beras Merah Keramat.” Jurnal Proteksi Tanaman Tropika 5(2):472–79. doi: 10.20527/jptt.v5i2.1252.
Rosmini, R,. Hayati, N,. Nasir, B. 2020. “Pengaruh Dekomposisi Trichoderma Virens Pada Berbagai Jenis Kompos Kotoran Ternak Untuk Menekan Penyakit Busuk Pangkal Batang Bawang Merah.” Agromix 11(2):177–88. doi: 10.35891/agx.v11i2.2081.
S Santoso, S. E., Soesanto, L. 2012. “Penekanan Hayati Penyakit Moler pada Bawang Merah dengan Trichoderma harzianum, Trichoderma koningii, dan Pseudomonas fluorescens P60.” Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika 7(1):53–61. doi: rajagrafindo.co.id/produk/pengantar-pengendalian-hayati-penyakit/
Saputri, A,. Tondok, E., Hidayat, S. 2019. “Insidensi Virus dan Cendawan pada Biji dan Umbi Bawang Merah.” Jurnal Fitopatologi Indonesia 14(6):222. doi: 10.14692/jfi.14.6.222.
Sohibi, Imam dkk. 2023. “Uji Antagonis Bacillus sp. dan Pseudomonas berfluorescens dari PGPR Akar Bambu Dalam Menekan Penyakit Layu Bakteri Ralstonia solanacearum Pada Tomat.” Jurnal Proteksi Tanaman Tropika 6(1):573–80. doi: 10.20527/jptt.v6i1.1693.
Sujana, Maharani, G.P., Made, I., Suryana, Udiyana, B.P., Sujana, I.P. 2022. “sujana.” Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem 12:19–23. doi: journal.unmas.ac.id/index.php/agrimeta/article/view/3818
Supriyadi, S., Ika, R. Djauhari. 2013. “Kejadian Penyakit Pada Tanaman Bawang Merah Yang Dibudidayakan Secara Vertikultur Di Sidoarjo.” Jurnal HPT 1(3):27–40. doi: jurnalhpt.ub.ac.id/index.php/jhpt/article/view/31
Tanjung, M., Munif, A., Effendi, Y. 2023. “The Severity of Fusarium Wilt Disease in Correlation to the Abundance of Fusarium oxysporum and Phytonematodes: Case Study at Banana Plantation PTPN VIII Parakansalak.” Jurnal Fitopatologi Indonesia 18(5):222–30. doi: 10.14692/jfi.18.5.222-230.
Tasya, T., Meriem, S., Alimuddin, A. 2023. “Pengaruh pemberian plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) dari akar bambu terhadap pertumbuhan tanaman terung ungu (Solanum melongena L.).” Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi 3(2):85–89. doi: ttps://doi.org/10.24252/filogeni.v3i2.34902
Udi, M., Pujiwati, I., Sholihah, A. 2023. “Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) terhadap Dosis Pupuk kandang Ayam dan Konsentrasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria).” Jurnal Agronisma 11(1):536–53. doi: jim.unisma.ac.id/index.php/AGRNM/article/view/20489
Wijaya, F. D. R. 2023. “enggunaan PGPR Akar Bambu terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium cepa L).” Polbangtan Malang. Malang. doi: kikp-pertanian.id/polbangtanmalang/uploaded_files/temporary/DigitalCollection/MmNlOGViZmZmZmQ5ZWI3ZTNlMjBlOTRiNzI5MjQ5ZWU1OTBmZTJkMw==.pdf
Yanto, Dedi dkk. 2015. “Respons Pertumbuhan dan Produksi Brokoli Terhadap Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan Jamur Pelarut Fosfat.” Jurnal Online Agroekoteknologi 3(1):198–205. doi: media.neliti.com/media/publications/102945-ID-respons-pertumbuhan-dan-produksi-brokoli.pdf
DOI: https://doi.org/10.29103/agrium.v22i1.21204
Article Metrics


Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Rika Monika, Cut Mulyani, Iswahyudi Iswahyudi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Agrium
ISSN 1829-9288 (Print)
ISSN 2655-1837 (Online)
Published by Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh
Website : http://ojs.unimal.ac.id/index.php/agrium
E-mail : agrium@unimal.ac.id
Jurnal Agrium is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
(c) Author 2018 all rights reserved