Efektivitas tepung hipotalamus sapi dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan benih ikan gurami (Osphronemus gouramy)

Authors

  • Mahdaliana Mahdaliana Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh. Jl. Universitas. Kec. Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, 20155. Tel: +62-645-41373 Fax: +62-645-59089
  • Zulfikar Zulfikar Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh. Jl. Universitas. Kec. Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, 20155. Tel: +62-645-41373 Fax: +62-645-59089
  • Iskandar Iskandar Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh. Jl. Universitas. Kec. Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, 20155. Tel: +62-645-41373 Fax: +62-645-59089

DOI:

https://doi.org/10.29103/aa.v5i2.830

Abstract

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan yang ditambahkan tepung hipotalamus sapi terhadap laju pertumbuhan optimal pada benih Ikan Gurami (Oshpronemus gouramy, L). Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan solusi untuk optimalisasi pertumbuhan benih Ikan Gurami (Oshpronemus gouramy) dengan menggunakan pakan yang diberi tambahan tepung hipotalamus sapi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap Non Faktorial dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan, yakni perlakuan A (Kontrol), B (Tepung hipotalamus sapi 0,05% /gr pelet), C (Tepung hipotalamus sapi 0,10% / gr pelet), perlakuan D (Tepung hipotalamus sapi 0,15% / gr pelet) dan perlakuan E (Tepung hipotalamus sapi 0,20%/gr pelet). Parameter yang diamati adalah pertumbuhan berat, pertumbuhan panjang, kelangsungan hidup dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung hipotalamus sapi ke dalam pakan pellet berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang dan pertumbuhan bobot benih ikan gurami namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup ikan gurami (Oshpronemus gouramy). Pertambahan panjang tertinggi yaitu pada perlakuan C (0,29 cm) pertambahan bobot tertinggi yaitu pada perlakuan C (0,35 gr) dan kelangsungan hidup tertinggi yaitu terdapat pada perlakuan B dan C mencapai 76,66 %. Nilai kisaran kualitas air adalah suhu berkisar antara 24-26 0C, pH 6,6 - 7,1, DO antara 4,6 - 5,2 mg/L dan amonia berkisar antara 0,001- 0,296 mg/L.

Kata kunci: ikan gurami; tepung hipotalamus sapi; kelangsungan hidup; laju pertumbuhan

Abstract

This study aims to determine the effect of addition the cows hypothalamous flour to comercial feed, in the optimal growth rate in gourami fingerling (Oshpronemus gouramy, L). The benefits of this study are expected to be used as a solution to optimize the growth of gourami fish fingerling (Oshpronemus gouramy, L) by using feed which is supplemented with cow hypothalamic flour. The design used in this study was a Non-Factorial Completely Randomized Design with 5 treatments and 3 replications, namely treatment A (Control), B (Cow hypothalamic flour 0.05% / g pellets), C (Cow hypothalamic flour 0, 10% / g pellets), treatment D (cow hypothalamic flour 0.15% / g pellets) and treatment E (cow hypothalamic flour 0.20% / g pellets). The parameters observed were weight growth, length growth, survival rate and water quality. The results showed that the addition of cows hypothalamus flour into pellet feed significantly affected the long growth and growth of gourami fingerling weight but did not significantly influence the survival of gourami (Oshpronemus gouramy, L). The highest length increase is in treatment C (0.29 cm) the highest weight gain is in treatment C (0.35 gr) and the highest survival is found in treatment B and C reaching 76.66%. The range of water quality is the temperature between 24-26 0C, pH 6,6 - 7,1, DO between 4,6 - 5,2 mg / L and ammonia ranging from 0,001 to 0,296 mg/L.

Keywords: gourami; cow hypothalamus flour; survival; growth rate


References

Amri, Khairuman, 2003. Budidaya Ikan Nila Secara Intensif. Agromedia. Jakarta.

Anggordi, R., 1990. Ilmu Makanan Ternak Umum. PT Gramedia. Jakarta.145hlm.

Boyd C.E., 1981. Water quality management for pond fish culture. Elsevier Scientific Publishing Company. Amsterdam. The Netherlands :318.

Effendi, M.I., 1979. Metode Biologi Perikanan. Yayasan Dewi Sri, Bogor.

Fajar M., 1988. Budidaya Perairan Intensif. Fish Project. Universitas Brawijaya Malang.

Jubaedah, I., 2006. Pengelolaaan waduk Bagi Kelestarian dan Keanekaragaman Hayati Ikan. Jurnal Penyuluhan Perikanan.

Mudjiman A., 2004. Makanan Ikan. Penebar Swadaya. Jakarta

Muslim, R.A, Iskandar, Ujang, S., 2012. Efektivita Tepung Hipotalamus Sapi Dalam Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Tambakan (Helostoma temminckii). Jurnal Perikanan & Kelautan. Vol.3, No. 4, Desember 2012:127-132. ISSN:2088-3137.

Novalina, 2009, Deteksi Marka Genetik yang Terpaut dengan KomponenProduksi Lateks pada Tanaman Karet (Hevea brasilliensis Muell Arg.) melalui pemetaan QTL, Institut Pertanian Bogor. Bogor Hal 32-37.

Susanne, H., B. Andrzej, 1998. The Endocrine System. Vol 22 No. 3. 163-164 pp.

Sitanggang, M., 1999. Budidaya gurami. Penebar Swadaya. Jakarta.

Sumpeno, D., 2005. Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Lele Dumbo (Clarias sp.) pada Padat Penebaran 15, 20, 25, dan 30 ekor/liter dalam Pendederan secara Indoor dengan Sistem Resirkulasi. [Skripsi]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 48 hlm.

Thorner M.O., 2013. The Discovery of growth hormone-releasing hormone. J Clinical Endocrinology and Metabolism 84(12): 19451949.

Yuniasari, D., 2009. Pengaruh Pemberian Bakteri Nitrifikasi dan Denitrifikasi serta Molasedengan C/N Rasio Berbeda Terhadap Profil Kualitas Air, Kelangsungan Hidup, dan Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei). Skripsi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor. Bogor. 78 hal.

Downloads

Additional Files

Published

2018-10-29