Observasi aktivitas pengeraman telur dan perkembangan larva lobster air tawar (Cherax quadricarinatus)

Munawar Khalil, Ita Ramadhani, Eva Ayuzar

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkah laku induk lobster air tawar pada saat proses perkawinan, pengeraman dan pemeliharaan telur, Penelitian ini juga melakukan observasi terhadap tahapan perkembangan larva yang dilihat melalui mikroskop. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yaitu untuk melihat tingkah laku induk betina selama proses pengeraman telur dan perkembangan larva pada lobster air tawar. Parameter uji dilakukan selama pemeliharaan induk dan pengeraman telur menetas. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tingkah laku induk selama proses pengeraman telur terlihat mulai dari 15 hari setelah induk melakukan perkawinan. Proses pemijahan akan terjadi pada malam hari atau menjelang pagi hari. Selama proses pengeraman yang terjadi selama lebih kurang 35 hari, telur lobster mengalami beberapa kali pembelahan dan perkembangan telur itu terlihat dengan adanya perubahan warna telur. Pada tahap perkembangan larva, bagian larva yang di amati adalah pada bagian yang di mulai dengan tumbuh atau terjadi penambahan bulu-bulu halus, umbai-umbai (setae), bintik hitam pada cangkang larva, serta bentuk perubahan pada selubung kepala.

The purpose of this study was to observe the behavior of freshwater lobster broodstock during the process of mating, incubation and egg nursering. This research also observed the development stages of larvae through microscope. The method used in this research was experimental that was to observed the behavior of freshwater lobster broodstock during the process of egg incubation and larval development. The tested parameters during the lobster broodstock nursering phase and egg nursering until they hatched. The results showed that the behavior of the lobster broodstock during the process of egg nursering seen starting from 15 days after the broodstock mating. Spawning process will occur at night or before the morning. During the incubating process that lasted for approximately 35 days, the lobster eggs experienced several cleavages and the development of the egg was noticeable by the change of egg color. At the developmental stage of the larvae, the larval part observed is on the part that begins with growing or occurring the addition of fine hairs, the tassels (setae), the black spots on the larval shell, and the shape of the change in the head sheath.


Keywords


reproduksi; perkembangan gonad; lobster air tawar betina; telur; tingkah laku / reproduction; gonad development; female freshwater lobster; egg; behavior

Full Text:

PDF

References


Aiken, D.E., Waddy, S.L., 1992. The growth Process in Crayfish. Rev. Aquat. Sci. 6, 335- 381.

Ferdianto, S., 2009. Budidaya Lobster air tawar. (Anggota IKAPI) Cabang Jawa Barat, Bandung: Arfino Raya, 66 hlm.

Iskandar, K., 2006. Seri Budidaya Lobster, Kanisius. Yogyakarta. 100 halaman.

Phillips, B.F., Cobb. J.S., George, R.W., 1980. General Biology. In The biologi and management of lobster. Vol 1. (Ed. By J.S. Cobb and B.F. Phillips). Academic Press. New York. pp 1 -82.

Raymond, A.P., 1986. Menjadi Jutawan Dengan Pembenihan Lobster Air Tawar. Penerbit, Kanisius 2006 (Anggota IKAPI). 56 hlm.

Wiyanto, dan Hartono. 2003. Klasifikasi Lobster Air Tawar. http://ikanhiasku.files. workpress.com. (Diakses 23 Februari 2016.




DOI: https://doi.org/10.29103/aa.v5i1.717

Article Metrics

#### view : 355 times
PDF 2 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Copyright (c) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal   

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.