Gastropoda test family of Neritidae as bioindicator to health status of mangrove forest Pulau Tunda Serang Banten, Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.29103/aa.v8i1.3829Abstract
Uji gastropoda famili Neritidae terhadap habitatnya di ekosistem mangrove dilakukan di dua stasiun pengamatan di Pulau Tunda Serang Banten pada Januari 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis gastropoda famili Neritidae terhadap kesehatan hutan mangrove Pulau Tunda Serang Banten. . Pengumpulan data kondisi gastropoda famili Neritidae dilakukan dengan menggunakan plot berukuran 1 x 1 m dan dipasang pada plot transek vegetasi mangrove berukuran 10 x 10 m, dimana transek garis dan plot vegetasi mangrove ditarik dari titik acuan (tegakan mangrove bagian luar) dan tegak lurus terhadap garis pantai ke daratan.Kemudian keanekaragaman, dominansi, dan keseragaman gastropoda famili Neritidae dan hutan bakau Pulau Tunda Serang Banten dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Weaver. Indeks dominasi Simpson dan indeks keseragaman Shannon-Weaver. Sedangkan hubungan kerapatan gastropoda famili Neritidae dan kerapatan hutan bakau Pulau Tunda Serang Banten dilakukan dengan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan gastropoda famili Neritidae lebih tinggi dan lebih banyak ditemukan di mangrove kerapatan tinggi. Kemudian keanekaragaman dan dominasi gastropoda famili Neritidae rendah, sedangkan keseragamannya dalam keadaan seimbang.Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa semakin tinggi kerapatan hutan mangrove maka kerapatan gastropoda famili Neritidae juga semakin tinggi, sehingga gastropoda famili Neritidae dapat digunakan sebagai bioindikator dalam menentukan kesehatan hutan mangrove.Sedangkan hubungan kerapatan gastropoda famili Neritidae dan kerapatan hutan mangrove Pulau Tunda Serang Banten dilakukan dengan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan gastropoda famili Neritidae lebih tinggi dan lebih banyak spesies ditemukan pada mangrove kerapatan tinggi. Kemudian keanekaragaman dan dominasi gastropoda famili Neritidae rendah, sedangkan keseragamannya dalam keadaan seimbang. Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa semakin tinggi kerapatan hutan mangrove maka kerapatan gastropoda famili Neritidae juga semakin tinggi, sehingga gastropoda famili Neritidae dapat digunakan sebagai bioindikator dalam menentukan kesehatan hutan mangrove. Sedangkan hubungan kerapatan gastropoda famili Neritidae dan kerapatan hutan mangrove Pulau Tunda Serang Banten dilakukan dengan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan gastropoda famili Neritidae lebih tinggi dan lebih banyak spesies ditemukan pada mangrove kerapatan tinggi. Kemudian keanekaragaman dan dominasi gastropoda famili Neritidae rendah, sedangkan keseragamannya dalam keadaan seimbang. Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa semakin tinggi kerapatan hutan mangrove maka kerapatan gastropoda famili Neritidae juga semakin tinggi, sehingga gastropoda famili Neritidae dapat digunakan sebagai bioindikator dalam menentukan kesehatan hutan mangrove. Kemudian keanekaragaman dan dominasi gastropoda famili Neritidae rendah, sedangkan keseragamannya dalam keadaan seimbang. Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa semakin tinggi kerapatan hutan mangrove maka kerapatan gastropoda famili Neritidae juga semakin tinggi, sehingga gastropoda famili Neritidae dapat digunakan sebagai bioindikator dalam menentukan kesehatan hutan mangrove. Kemudian keanekaragaman dan dominasi gastropoda famili Neritidae rendah, sedangkan keseragamannya dalam keadaan seimbang. Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa semakin tinggi kerapatan hutan mangrove maka kerapatan gastropoda famili Neritidae juga semakin tinggi, sehingga gastropoda famili Neritidae dapat digunakan sebagai bioindikator dalam menentukan kesehatan hutan mangrove.Downloads
Published
2021-04-01
Issue
Section
Articles
License
Acta Aquatica uses license CC-BY or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly works.This license permits anyone to compose, repair, and make derivative creation even for commercial purposes, as long as appropriate credit and proper acknowledgement to the original publication from Jurnal Ilmiah is made to allow users to trace back to the original manuscript and author.
Readers are also granted full access to read and download the published manuscripts, reprint and distribute the manuscript in any medium or format.

















