Pola pengelolaan ekowisata mangrove di Pantai Bali Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara

Pesta Saulina Sitohang, Yunasfi Yunasfi, Ahmad Muhtadi

Abstract


Pantai Bali terletak di Batu Bara dengan luas sekitar 637,22 ha dengan luas kawasan pesisir sekitar 30,6% dari total area. Penelitian ini bertujuan untuk inventarisasi sarana dan prasarana pendukung di Pantai Bali dan membuat pola pengelolaan ekowisata mangrove di Pantai Bali. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga April 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah purposive sampling untuk wawancara. Konsep manajemen ekowisata Pantai Bali sepenuhnya bergantung kepada pemerintah daerah dan memberikan izin kepada publik sebagai pengelola.

Bali Beach is a located in Batu Bara with an area of approximately 637.22 ha which is a coastal area about 30.6% of the total area. This study aims to inventory of facilities and supporting infrastructurein Bali Beach and create patterns of mangrove ecotourism management at Bali Beach. This research was conducted in March to April 2014.  Research method used was purposive sampling for interviews. The oncept of Bali Beach ecotourism management entirely to local governments and gives permission to public as the manager.


Keywords


Ekowisata; Pola institusional; Pantai Bali

Full Text:

PDF

References


Dinas Kehutanan Kabupaten Batu Bara, 2006. Kondisi Kawasan Hutan Mangrove di Kabupaten Batu Bara dalam Angka. Perupuk: Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara

Dinas Kehutanan Kabupaten Batu Bara, 2013. Peta Kawasan Hutan Kabupaten Batu Bara. Perupuk: Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Batu Bara, 2007. Pariwisata di Kabupaten Batu Bara dalam Angka.Perupuk: Kabupaten Batu Bara, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Sumatera Utara.

Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Batu Bara, 2013. Kajian Kesesuaian Pelabuhan Perikanan Kabupaten Batu Bara. Tanjung Tiram: Kabupaten Batu Bara, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Sumatera Utara.

Gunawan, A., Hari, P. dan Bambang, S., 2013. Peluang Usaha Ekowisata di Kawasan Cagar Alam Pulau Sempu, Jawa Timur. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vo.10 No.4, Hal.247-263.

Muhaerin, M., 2008. Kajian Sumberdaya Ekosistem Mangrove untuk Pengelolaan Ekowisata di Estuaria Perancak, Jembrana, Bali. Skripsi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Nugraha, A.K., Hidayah, Z., 2009. Perbandingan Fluktuasi Muka Air Laut (MLR) di Perairan Pantai Utara Jawa Timur dengan Perairan Selatan Jawa Timur. Jurnal Kelautan Vol. 2 (1) ISSN: 1907-9931.

Salam, M.A., Ross, L.G., and Beveridge, M.C.M., 2000. Eco-tourism to protect the reserve mangrove forest the sundarbans and its flora and fauna. Jurnal Anatolia 11 (1): 56-66.

Setiawan, N., 2007.Penentuan Ukuran Sampel Memakai Rumus Slovin dan Tabel Krejcie-Morgan: Telaah Konsep dan Aplikasinya. Universitas Padjadjaran. Bandung.

Yulianda, F., 2007. Ekowisata Bahari sebagai Alternatif Pemanfaatan Sumberdaya Pesisir Berbasis Konservasi. Makalah Seminar Sains 21 Februari 2007. Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, FPIK. Institut Pertanian Bogor, Bogor.




DOI: https://doi.org/10.29103/aa.v2i2.343

Article Metrics

#### view : 190 times
PDF 35 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Copyright (c) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal   

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.