Efektivitas kombinasi pakan ampas tahu dan pelet untuk pertumbuhan ikan lele sangkuriang (Clarias sp)

Prama Hartami, Rachmawati Rusydi

Abstract


Pakan merupakan bagian utama dalam menunjang keberhasilan kegiatan budidaya yang dilakukan. Dengan demikian, diperlukan kajian yang intensif untuk mencari formulasi yang tepat agar tujuan tersebut dapat tercapai secara optimal. Penelitian ini dilakukan untuk menguji persentase yang optimal antara ampas tahu dengan pelet untuk meningkatkan pertumbuhan ikan lele sangkuriang dan menekan biaya pakan seminimal mungkin. Metode analisa data yang digunakan berupa rancangan acak kelompok non-faktorial dengan 5 (lima) perlakuan dan 3 (tiga) kali ulangan, selanjutnya data dianalisis dengan uji F. Perlakuan tersebut berupa: 1) Pakan A: Ampas tahu 80% + pelet 20%; 2) Pakan B: Ampas tahu 60% + pelet 40%; 3) Pakan C: Ampas tahu 40% + pelet 60%; 4) Pakan D: Ampas tahu 20% + pelet 80%; dan 5) Pakan E: Pelet 100% (kontrol). Parameter penelitian meliputi efisiensi pakan, laju pertumbuhan ikan, dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai efisiensi pakan terbaik pada pakan kontrol (pelet) sebesar 77,61%, laju pertumbuhan harian ikan lele sangkuriang yang terbaik diperoleh dari pakan pelet (kontrol) sebesar 3,64%. Sementara untuk kelangsungan hidup yang terbaik didapat pada perlakuan pakan B dan C yaitu sebesar 100%.

Feed is a major part in the success of farming activities undertaken. Thus, the necessary intensive study to find the right formulation so that these objectives can be achieved optimally. This study was conducted to test the optimal percentage of tofu by product (TbP) with the pellets to increase fish growth and suppress catfish feed costs to a minimum. Data analysis method used in the form of non-factorial randomized design with 5 (five) treatments and 3 (three) replications, then the data were analyzed by F test. These treatments include: 1) Feed A: TbP 80% + 20% pellets; 2) Feed B: TbP 60% + 40% pellets; 3) Feed C: TbP 40% + 60% pellets; 4) Feed D: TbP 20% + 80% pellets; and 5) Feed E: Pellet 100% (control). Parameter research include feed efficiency, growth rate of fish, and survival. The results showed that the best feed efficiency in the control diet (pellets) amounted to 77.61%, daily growth rate of fish catfish are best obtained from feed pellets (control) of 3.64%. While survival is best obtained at treatment of feed B and C equal to 100%.


Keywords


Pakan; Sangkuriang; Optimal; Efisien; Limbah

Full Text:

PDF

References


Adelina, Boer, I. dan Fajar, A. S., 2012. Penambahan Asam Lemak Linoleat (n-6) dan Linolenat (n-3) Pada Pakan Untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Efisiensi Pakan Benih Ikan Selais (Ompok hypopthalmus). Berkala Perikanan Terubuk, Februari 2012, hal: 66 – 79. Vol. 40. No.1, Februari 2012. ISSN: 0126 – 4265.

Boer, I., 2009. Buku Ajar: Ilmu Nutrisi dan Pakan Hewan Air. Pusat Pengembangan Pendidikan Universitas Riau, Pekanbaru. ISBN: 978-979-1222-80-8. 93 Halaman.

Boer, I., Adelina dan Pamukas, N. A., 2012. Pemanfaatan Fermentasi Ampas Tahu dalam Pakan Ikan untuk Pertumbuhan Ikan Gurami (Osphronemus gouramy LAC). Prosiding Seminar Antarabangsa Ke 2 Ekologi, Habitat Manusia & Perubahan Persekitaran. Hal 53.

Effendie, M. I., 2002. Biologi Perikanan. Yayasan Dewi Sri, Bogor. 109 halaman.

Godam, 2014. http://www.organisasi.org/1970/01/isi-kandungan-gizi-ampas-tahu-komposisi-nutrisi-bahan-makanan.html (Accessed, September 23th, 2016).

Gomez, K.A. dan Gomez, A.A., 1995. Prosedur Statistik untuk Penelitian Pertanian. Universitas Indonesia, Jakarta.

Hachinohe, M., Kimura, K., Kubo, Y., Tanji, K., Hamamatsu, S., Hagiwara, S., Nei, D., Kameya, H., Nakagawa, R., Matsukura, U., Todoriki, S. and Kawamoto, S., 2013. Distribution of Radioactive Cesium (134Cs Plus 137Cs) in aContaminated Japanese Soybean Cultivar during the Preparationof Tofu, Natto, and Nimame (Boiled Soybean). Journal of Food Protection, Vol. 76, No. 6, 2013, Pages 1021–1026.

Melati, I., Azwar, Z. I. dan Kurniasih, T., 2010. Pemanfaatan ampas Tahu Terfermentasi sebagai Substitusi Tepung Kedelai dalam Formulasi Pakan Ikan Patin. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akakukultur. Hal. 713 – 719.

Mursining, 2006. Teknik Pembesaran Ikan Kelemak (Leptobarbus hoeveni Blkr) Dengan Pemberian Kombinasi Pakan Berbeda. Skripsi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Riau. Pekanbaru. 40 hal. (tidak diterbitkan).

Nasution, E. Z., 2006. Studi Pembuatan Pakan Ikan dari Campuran Ampas Tahu, Ampas Ikan, Darah Sapi Potong, dan Daun Keladi yang Disesuaikan dengan Standar Mutu Pakan Ikan. Jurnal Sains Kimia. Vol 10, No.1, 2006: 40–45.

NRC, 1993. National Requirement of fish. Committee on Animal Nutrient Bord on Agriculture. National Academy of Science, Washington D.C. 144 p.

Piedad-Pascual, F., 1996. Farm-made feeds: preparation, management, problems, and recommendations, pp. 44-51. In: Santiago CB, Coloso RM, Millamena OM, Borlongan IG (eds) Feeds for Small-Scale Aquaculture. Proceedings of the National Seminar-Workshop on Fish Nutrition and Feeds.SEAFDEC Aquaculture Department, Iloilo, Philippines.

Rahmi, E., Nurhadi dan Abizar, 2013. Pengaruh Pakan dari Ampas Tahu yang Difermentasi dengan Em4 terhadap Pertumbuhan Ikan Mas (Cyprinus carpio L.). Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat.

Romadhon, I. K., Komar, N. dan Yulianingsih, R., 2013. Desain Optimal Pengolahan Sludge Padat Biogas sebagai Bahan Baku Pelet Pakan Ikan Lele. Jurnal Bioproses Komoditas TropisVol. 1 No. 1, April 2013.

Solang, M., 2010. Indeks Kematangan Gonad Ikan Nila (Oreochromis niloticus L) yang Diberi Pakan Alternatif dan Dipotong Sirip Ekornya. Saintek Vol 5, No 2.

Utomo N.B.P., Kumalasari F., Mokoginta I., 2005. Pengaruh Cara Pemberian Pakan yang Berbeda Terhadap Konversi Pakan dan Pertumbuhan Ikan Mas (Cyprinus carpio) Di Karamba Jaring Apung Waduk Jatiluhur. Jurnal Akuakultur Indonesia. 4 (1): 63-67.

Wargasasmita, S. dan Wardhana, W., 2002. Pemanfaatan Limbah dan Hama Pertanian sebagai Bahan Pakan Ikan Nila Gift (Oreochromis niloticus). Sains Indonesia, 2002, 7 (2): 51 – 55.

Watanabe, T., 1988. Fish Nutrition and Mariculture. Department of Aquatic Bioscience. Tokyo University of Fisheries. JICA. 223 p.




DOI: https://doi.org/10.29103/aa.v3i2.323

Article Metrics

#### view : 941 times
PDF 104 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Copyright (c) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal   

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.