Kuantitas kandungan logam berat dan minyak solar di estuaria Krueng Cangkoi, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat

Edwarsyah Edwarsyah, Muhammad Iqbal

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kuantitas kandungan logam berat jenis timbal (Pb), kadmium (Cd), besi (Fe), merkuri (Hg), dan minyak solar di estuaria Krueng Cangkoi. Pengambilan sampel dilakukan di Krueng Cangkoi, Desa Padang Seurahet, Kecamatan Meureubo, Meulaboh, Aceh Barat. Analisa data dan proses penelitian dilaksanakan di Laboratorium Badan Riset dan Standardisasi Industri Daerah (BARISTAND) Kota Banda Aceh pada bulan Desember 2014 sampai dengan Januari 2015. Penelitian menggunakan metode purposive sampling dan data diperoleh berdasarkan uji Spektrofotometri Serapan Atom terhadap kandungan logam berat jenis Pb, Cd, Fe, Hg, dan minyak solar di 5 (lima) titik sampel. Di dapatkan hasil tingkat kandungan logam berat Cd (0,14 mg/L) dan Fe (0,56 mg/L) di Krueng Cangkoi telah melampaui ambang batas baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah No: 82/2001 yaitu 0,01 mg/L pada Cd dan 0,3 mg/L pada Fe. Hasil indeks pencemaran di Krueng Cangkoi didapatkan nilai indeks pencemaran Fe yaitu 1,76 mg/L tergolong cemar ringan dan nilai indeks pencemaran Cd yaitu 3,91 mg/L tergolong cemar sedang berdasarkan baku mutu KeMenLH No: 115/2003.

The objective of research to analyzed quantity of heavy metals types of: lead (Pb), cadmium (Cd), iron (Fe), mercury (Hg) and diesel fuel in estuaries of Krueng Cangkoi. Sampling was conducted on December 2014 until January 2015 in estuaries Krueng Cangkoi, Meulaboh, West Aceh. The data analyzed and research process at the Laboratory Research and Standardization Industry (BARISTAND) Banda Aceh. The research used purposive sampling method and the data was obtained by Atomic Absorption Spectrophotometry method test for heavy metal content types of: Pb, Cd, Fe, Hg and diesel fuel at 5 (five) sites sampling. The results of level of heavy metals Cd (0,14 mg/L) and Fe (0,56 mg/L) in Krueng Cangkoi has exceeded the quality standard threshold base on Government Regulation No: 82/2001 was 0,01 mg/L in Cd and 0,3 mg/L in Fe. The results of pollution index in Krueng Cangkoi obtained pollution index values of Fe was 1,76 mg/L classified of lightly-polluted and pollution index values of Cd was 3,91 mg/L classified of moderately-polluted based on quality standard of KemenLH No: 115/2003.


Keywords


Krueng Cangkoi; logam berat; minyak solar; AAS; indeks pencemaran

Full Text:

PDF

References


BPS, 2013. Luas geografis wilayah kecamatan di Kabupaten Aceh Barat. Badan Pusat Statistik Aceh, Banda Aceh.

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor: 115 Tahun 2003 tentang pedoman penentuan status mutu air berdasarkan indeks pencemaran.

Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 tentang sungai.

Purnomo, D. 2009. Logam berat sebagai penyumbang pencemaran air laut. Program Pascasarjana. Institut Teknik Bandung. Bandung.

Qanun Kabupaten Aceh Barat nomor 1 tahun 2013 tentang rencana tata ruang wilayah Kabupaten Aceh Barat tahun 2012.




DOI: https://doi.org/10.29103/aa.v4i2.307

Article Metrics

#### view : 500 times
PDF 52 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Copyright (c) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal   

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.