Analisis stok rajungan (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) di pantai utara Jepara, Provinsi Jawa Tengah

Desti Setiyowati, Dwi Retna Sulistyawati

Abstract


Abstrak

Sumberdaya rajungan (Portunus pelagicus) di perairan Kabupaten Jepara menjadi salah satu komoditas yang banyak diminati oleh nelayan untuk ditangkap karena memiliki nilai jual yang tinggi, baik sebagai komoditas lokal maupun komoditas ekspor. Kebutuhan di pasar ekspor rajungan semakin meningkat sehingga menyebabkan kegiatan penangkapan rajungan ikut meningkat. Kenaikan upaya tangkap yang tidak terkendali dikhawatirkan menimbulkan penurunan produksi hasil tangkapan dan kondisi tangkap lebih pada stok rajungan. Potensi Kabupaten Jepara sebagai wilayah yang memberikan kontribusi pada penangkapan rajungan cukup tinggi untuk itu perlu adanya manajemen atas stok rajungan agar kontinuitas rajungan di pasar tetap terjaga dan stabil. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Desember 2017 disekitar pantai utara Jepara meliputi Desa Demaan, Kedung, dan Bondo Kabupaten Jepara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji stok rajungan melalui analisis pola pertumbuhan, parameter pertumbuhan populasi, laju mortalitas, tingkat eksploitasi, dan pola rekrutmen rajungan di Pantai Utara Kabupaten Jepara. Pengambilan data dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling). Pengambilan sampel menggunakan alat tangkap yang biasa di gunakan oleh nelayan rajungan di Jepara yaitu dengan menggunakan alat tangkap bubu lipat. Sampel yang terkumpul, dilakukan pengukuran parameter biologi rajungan yang meliputi ukuran lebar karapas. Hasil penelitian diperoleh bahwa ukuran lebar karapas rajungan yang paling banyak tertangkap di Pantai Utara Kabupaten Jepara adalah 136,70 mm. Secara umum pola pertumbuhan rajungan adalah allometrik negatif dengan persamaan pertumbuhan rajungan yang didapat adalah Lt = 172,09 [1- ]. Laju mortalitas alami (M) rajungan sebesar 0,91 per tahun dan laju mortalitas penangkapan (F) sebesar 3,25 per tahun, sehingga diketahui laju eksploitasi rajungan (E) sebesar 78% (overexploited). Pola rekruitmen rajungan di Pantai Utara Kabupaten Jepara tertinggi pada bulan Januari (15,02%)

Kata kunci: Portunus pelagicus; stok; pertumbuhan; mortalitas; eksploitasi; rekruitmen

Abstract

Blue Swimming crab (Portunus pelagicus) resources in the waters of Jepara Regency are one of the commodities that are much in demand by fishers to be caught because they have a high selling value, both as a local commodity and an export commodity. The need for the crab export market is increasing so that it causes increased fishing activities. The increase in uncontrolled fishing efforts is feared to lead to a decrease in catch production and more catch conditions in the crab stock. The potential of Jepara Regency as a region that contributes to the capture of crabs is quite high, so that management of the crab stock is needed so that crab continuity in the market is maintained and stable. This research was conducted from January to December 2017 around the northern coast of Jepara including the villages of Demaan, Kedung, and Bondo, Jepara Regency. The purpose of this study is to study the crab stock through analysis of growth patterns, parameters of population growth, mortality rate, exploitation rate, and crab recruitment patterns on the North Coast of Jepara Regency. Data retrieval is done in simple random sampling. Sampling using fishing gear commonly used by crab fishermen in Jepara is by using a fishing trap. The collected samples were measured by the crab biological parameters which included the size of the carapace width. The results of the study showed that the width of the crab carapace most caught on the North Coast of Jepara Regency was 136.70 mm. In general, the crab growth pattern is negative allometric with the crab growth equation obtained is Lt = 172,09 [1- ].  The natural mortality rate (M) is 0.91 per year and the catch mortality rate (F) is 3.25 per year, so the crab exploitation rate (E) is known to be 78% (overexploited). The pattern of crab recruitment on the North Coast of Jepara Regency was highest in January (15.02%).

Keywords: Portunus pelagicus; stock; growth; mortality; exploitation; recruitment


Full Text:

PDF

References


Balai Perikanan Budidaya Air Payau, 2013. Teknologi Pembenihan Rajungan (Portunus pelagicus, Linnaeus 1758). Kementrian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Takalar.

Biswas, S.P., 1993. Manual of Methods in Fish Biology. South Asian Publishers, New Delhi: 157p.

Diskibiony, D., 2012. Studi Pertumbuhan Rajungan (Portunus pelagicus) Di Perairan Teluk Banten, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Effendie, M.I., 2002. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara, Yogyakarta.

Ernawati, T., Kembaren, D. D., Wagiyo, K., 2016. Penentuan Status Stok Sumberdaya Rajungan (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) Dengan Metode Spawning Potential Ratio Di Perairan Sekitar Belitung. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 21(2): 63. https://doi.org/10.15578/jppi.21.2.2015.63-70.

Fauzi, M., Gaffar, A., Erdyanto, B., Dhewang, I., Arafat, M., Akmalia, D., … Triyono, H., 2018. Pendugaan Growth Overfishing Rajungan (Portunus pelagicus) di Teluk Banten. Jurnal Perikanan Dan Kelautan, 8(1): 96–103.

Laksmi, L. D., Ghofar, A., & Wijayanto, D., 2015. Analisis Bioekonomi Perikanan Rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Demak. Jurnal Management of Aquatic Resources, 4(1): 145–149.

Muchtar, A. S., La Sara, Asriyana, 2014. Struktur Ukuran dan Parameter Populasi Rajungan (Portunus pelagicus, Linnaeus 1758) Di Perairan Toronipa, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan , 1(1): 1-8.

Ongkers, O.T.S., 2006. Pemantauan Terhadap Parameter Populasi Ikan Teri Merah (Encrasicholina heteroloba) di Teluk Ambon Bagian Dalam. Prosiding Seminar Nasional Ikan IV di Jatiluhur tanggal 29-30 Agustus 2006. Masyarakat Iktiologi Indonesia kerjasama dengan Loka Riset Pemacuan Stok Ikan, PRPT-DKP, Departemen MSP-IPB, dan Puslit Biologi LIPI: 31-40.

Pauly, D., 1987. A Review of the ELEFAN System for analysis of lengthfrequency data in fish and aquatic invertebrate, p.7-34. In D. Pauly and G.R.Morgan (Eds). Length-Based Methods in Fisheries Research. ICLARM Proceedings 13, 468 p. International Center for Living Aquatic Resources Management. Kuwait Institute for Scientific Reserch.

Prabawa, A., 2013. Ekspor Rajungan Indonesia Capai Rp 2,47 Triliun per Tahun. 4 Januari 2013. Available at: https://arpansiregar.wordpress.com.

Romimohtarto, K., Juwana, S., 2005. Biologi Laut: Ilmu Pengetahuan tentang Biota Laut. Djambatan, Jakarta.

Sentosa, A. A., Djumanto, 2012. Kajian Dinamika Populasi Ikan Wader Pari (Rasbora Lateristriata) di Sungai Ngrancah, Kabupaten Kulon Progo. Prosiding Seminar Nasional Tahunan VII Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan, 24 Juli 2010. Universitas Gadjahmada, Yogyakarta. MSP 1 – 11.

Setiyowati, D., 2016. Kajian Stok Rajungan (Portunus pelagicus) Di Perairan Laut Jawa, Kabupaten Jepara. Jurnal Disportek, 7(1), 84–97.

Sparre, P., Venema, S.C., 1999. Introduksi Pengkajian Stok Ikan Tropis Buku: 1 Manual (Edisi Terjemahan), Kerjasama Organisasi Pangan, Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Jakarta.

Syam, A. R., 2006. Parameter Stok dan Laju Tingkat Eksploitasi Ikan Kawalinya (Selar crumenopthalmus) di Perairan Maluku, 29–30.




DOI: https://doi.org/10.29103/aa.v6i2.1367

Article Metrics

#### view : 277 times
PDF 11 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Copyright (c) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal   

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.