KEARIFAN LOKAL MINUMAN TRADISIONAL TUAK DALAM MERAJUT HARMONI SOSIAL DI TAPANULI BAHAGIAN UTARA

Authors

  • Harisan Boni Firmando Program Studi Sosiologi Agama, Institut Agama Kristen Negeri Tarutung Sumatera Utara-Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29103/aaj.v4i2.3121

Keywords:

Kearifan Lokal, Minuman Tradisional, Tuak

Abstract

: Tulisan ini bertujuan untuk melihat sejauh mana minuman tradisional tuak sebagai bagian dari kearifan lokal bermanfaat bagi individu dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bagi individu tuak merupakan minuman yang bermanfaat bagi kesehatan sedangkan bagi masyarakat tuak berfungsi sebagai alat untuk bersosialisasi. Seiring dengan produksi tuak yang berkualitas perlu dilakukan pengembangan kedai (lapo) tuak menjadi tempat yang bersih dan nyaman, sehingga pengunjung yang datang dapat menjadi pelanggan. Kepercayaan Batak tradisional menjadikan tuak sebagai sajian untuk roh-roh nenek moyang atau orang yang sudah meninggal, kini penyajian tuak menjadi berkembang pada berbagai acara dukacita dan sukacita. Dengan demikian minuman tradisional tuak memiliki fungsi kesehatan, fungsi ekonomi, fungsi sosial, fungsi keagamaan (religi), dan fungsi simbolik sehingga dapat merajut harmoni sosial.

References

Basrowi, 2011. Kewirausahaan untuk Perguruan Tinggi. Bogor: Ghalia Indonesia.

Chaney, D. 1996. Lifestyle : Sebuah Pengantar Komprehensif. Yogyakarta: Jalasutra.

Featherstone, M. 1992. Consumer Culture and Postmodernism. London: Sage Publication

Kalangie, Nico, SS. 1996. Kebudayaan. Jakarta: Devisi dari Kesain Blang.

Lechte, J. 2001. 50 Filsuf Kontemporer. Yogyakarta: Kanisius.

Murti, A. 2005. Perbandingan Konsep Consumer Society dalam Pemikiran Jean Baudrillard dan Herbert Marcuse. Depok: Universitas Indonesia.

Ritzer, George. 2001. Sosiologi Ilmu Berparadigma Ganda. Jakarta: PT Rajawali Press.2001),126.

Ritzer, George, 2014. Teori Sosiologi Modern. Jakarta : kencana edisi ke 7.

Pawanti, M. H. 2013. Masyarakat Konsumeris Menurut Konsep Pemikiran Jean Baudrillard. Depok: Universitas Indonesia.

Sedyawati, Edy. 2006. Budaya Indonesia (Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sunanto, H. 1993. Aren: Budidaya dan Multigunanya. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Sunyoto, Danang. 2014. Dasar-Dasar Manajemen Pemasaran (Konsep, Strategi, dan Kasus). Cetakan ke-1. Yogyakarta: CAPS (Center for Academic Publishing Service).

Suyatno, Bagong. 2013. Sosiologi Ekonomi : Kapitalisme dan Konsumsi di Era Masyarakat Post-Modernisme. Jakarta : Kencana.

Arsita, A. 2017. Simulakra Baudrillard dalam Multidimensi Posmodernisme: Kajian Fotografi Makanan dalam Media Sosial Instagram. Jurnal Rekam, Vol.13 No.2.

Musanto, Trisno. 2004. Faktor-Faktor Kepuasan Pelanggan dan Loyalitas Pelanggan: Studi Kasus pada CV. Sarana Media Advertising Surabaya. Jurnal Manajemen & Kewirausahaan, Vol.6, No.2.

Downloads

Published

2020-12-30

How to Cite

Firmando, H. B. (2020). KEARIFAN LOKAL MINUMAN TRADISIONAL TUAK DALAM MERAJUT HARMONI SOSIAL DI TAPANULI BAHAGIAN UTARA. Aceh Anthropological Journal, 4(2), 197–212. https://doi.org/10.29103/aaj.v4i2.3121

Issue

Section

Articles