Karakteristik Fisiologi Dan Hasil Dari Beberapa Varietas Tanaman Jagung (Zea mays L.) Akibat Pemberian Kompos Kulit Biji Kopi
DOI:
https://doi.org/10.29103/agrium.v19i4.9741Keywords:
Fisiologi, Produksi, Kulit Biji Kopi, Pupuk Organik.Abstract
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran varietas tanaman jagung dengan dosis kompos kulit biji kopi terhadap peningkatan fisiologi dan produksi tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di lahan perkebunan Desa Tambon Tunong dan Laboraturium Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh pada bulan Oktober 2020 - Januari 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 2 faktor perlakuan sebanyak 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah varietas yang terdiri dari Provit A-1, Pulut Uri, Gumarang, Sukmaraga. Faktor kedua adalah kompos kulit biji kopi yang terdiri dari 0 gram/polybag (Kontrol), 15 ton/ha (75 gram/polybag), 20 ton/ha (100 gram/polybag). Adapaun Peubah yang diamati seperti panjang tongkol dengan kelobot, berat tongkol dengan kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, dan berat 1000 biji. Berdasarkan penelitian yang didapat bahwa penggunaan varietas dan kompos kulit biji kopi menunjukkan adanya interaksi terhadap peningkatan fisiologi dan produksi tanaman jagung pada perkembangan berat tongkol dengan kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, dan berat 1000 biji. Penggunaan varietas Sukmaraga dan pemberian kompos kulit biji kopi 100 gram/tanaman dapat meningkatkan produksi akhir diantaranya peningkatan panjang tongkoll dengan kelobot, berat tongkol dengan kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, dan berat 1000 biji.
References
(Eva Sari Br Ginting, Mbue Kata Bangun, 2013)
AAk, 2004. Pedoman Bertanam Bawang. Kanisius. Yogyakarta.
Agustin, A, K. 2010. Pengaruh Dosis Dan Waktu Aplikasi Kompos Kulit Kopi Pada Pertumbuhan Dan Hasil Jagung. Skripsi. Fakultas Pertaian. Universitas Brawijaya. Malang
Anonymous. 2010. Bahan organik. http://kmit.faperta.ugm.ac.id/Artike%20-20%Bahan%20Organik.html. Diakses pada 5 januari 2021.
Balitjas, 2013. Deskripsi Varietas Unggul Jagung Edisi 2013. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Maros.
BPS Aceh. 2015. Aceh Dalam Angka Tahun 2015. Banda Aceh
Ditjenbun. 2006. Pedoman pemanfaatan limbah dari pembukaan lahan. Direktorat Jendera Perkebunan. Departemen Pertanian.
Eva Sari Br Ginting, Mbue Kata Bangun, L. A. P. P. (2013). Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung (Zea mays L.) Varietas Hibrida dan Nonhibrida Terhadap Pemberian Pupuk Pospat dan Bokashi. Jurnal Online Agroekoteknologi, 1(2), 67-75.
Sastra H, B. S. (2018). Pemanfaatan Limbah Kulit Biji Kopi Sebagai Bahan Kompos dan Cascara. Jurnal Abdimas Hasil Pengabdian Di Lapangan, 1, 55-61.
Gunawan. 2012. Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays sachorata) Melalui Pemanfaatan Pupuk Hiajau Calopogium mucunoides dan Pemupukan Fospor. Skripsi Online. Fakultas Pertanian Universitas Riau. Pekanbaru
Haris, K. dan Kuruseng, M.A. 2008. Pertumbuhan dan Produksi Berbagai Varietas Tanaman Jagung Dua Dosis Pupuk Urea. Jurnal Agrisistem, 4(1)
Haryati, Y., dan Sinaga, A. 2016. Pengujian Adaptasi Beberapa Varietas Jagung Hibrida Spesifik Lokasi di Kabupaten Majalengka. Badan Pengakajian Tanaman Pangan Jawa Barat. Majalengka
Hermanto. 2008. Asian Regional Maize Workshop: Sumber Inovasi Teknologi Jagung. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 30(6), 1-6. Bogor
Hidayat, A., Lumbanraja, J., Utomo, S.D., dan Pujisiswanto, H. 2018. Respon Tanaman Jagung (Zea mays L.) terhadap Sistem Olah Tanah pada Musim Tanam Ketiga di Tanah Ultisol Gedung Meneng Bandar Lampung. J. Agrotek Tropika, 6(1), 01-07
Maruapey, A. 2012. Pengaruh Dosis Pemupukan Kalium Terhadap PertumbuhanDan Produksi Berbagai Asal Jagung Pulut (Zea mays ceratina. L).Jurnal Agroforestri, 7(1), 33-41.
Noviana, I dan Ishaq, I. 2011. Karakter Hasil Galur dan Varietas Jagung Pada MK II di Jawa Bara. Prosiding Seminar Nasional Pengkajian dan Diseminasi Inovasi Pertanian Mendukung Program Strategis Kementerian Pertanian. Cisarua.
Parman, S. 2007. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kentang. Buletin Anatomi dan Fisiologi, 15(2), 23-26
Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI). 2006. Pedoman Teknis Budi Daya Tanaman Kopi. Jember, Jawa Timur. Indonesia Coffee and Cacao Research Institute
Rahni, N.M. 2012. Efek Fitohormon PGPR Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays). J. Agribisnis dan Pengembangan Wilayah, 3(2), 27-35.
Sastra, H dan Bawono, S. 2018. Pemanfaatan Limbah Kulit Biji Kopi Sebagai Bahan Kompos Dan Cascara. Jurnal Abdimas Hasil Pengabdian Di Lapangan, 1(1), 55-61
Simanungkalit, M.D.R., Suriadikarta, D.R., Saraswati, R. Setyorii, D., dan Hartatik, W. 2006. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati (Organic Fertilizer and Biofertilizer). Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Bogor.
Subekti, N.A., Syafruddin, Effendi, R., Dan Sunarti, S. 2012. Jagung Teknik Produksi Dan Pengembangan. Balai Penelitian Tanaman Serealia. Maros.
Suprapto dan Marzuki. 2002. Bertanam Jagung. Penebar Swaday. Jakarta.
Taufik, Suprapto, M., dan Widiyono, H. 2010. Uji Daya Hasil Pendahuluan Jagung Hibrida Di Lahan Ultisol dengan Input Rendah. Akta Agrosia, 13(1), 70-76
Yuliana, A.I., Sumarni, T., dan Fajriani, S. 2013. Upaya Peningkatan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.) Dengan Pemupukan Bokashi Dan Crotalaria juncea L. J. Produksi Tanaman, 1(1), 36-46.
Zubachtirodin. 2009. Budidaya Jagung untuk Produksi Benih. Materi Pelatihan Pembinaan Penangkar Benih komposit Berbasis Komunal. Blora.
Downloads
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication and this work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.

