Efektivitas Pematahan Dormansi Dan Komposisi Media Organik Terhadap Pertumbuhan Bibit Sengon (Paracerianthe falcataria (L) Nielsen
DOI:
https://doi.org/10.29103/agrium.v19i3.8744Keywords:
Dormansi, Sengon, Media TanamAbstract
Sengon merupakan industri hutan tanaman yang menghasilkan kayu dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Sengon termasuk biji yang berbiji keras, maka perlu mematahkan dormansi penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama terdiri dari 4 level dan faktor kedua terdiri dari empat standar, yang diulang tiga kali. Faktor pertama dimasukkan ke dalam air biasa dengan suhu antara 270-28oC selama 24 jam (P0), benih dalam oven dengan suhu 400 C selama 24 jam (P1), dan benih yang direndam dalam air panas (suhu 80oC ) selama lima menit (P2), benih direndam dalam air garam H2SO4 80% selama 15 menit (P3). Faktor kedua adalah media pohon yaitu tanah pucuk+pasir (K0), pucuk+pasir+pupuk kambing (K1), pucuk+pasir+pupuk ayam (K2), pucuk+pasir+kompos (K3). Pengamanan dewan direksi terdiri dari tanaman, tanaman itu basah kuyup, tahu kering, tanaman, akar, Diameter Batang. Hasil pengamatan pada masing-masing variabel sisi dianalisis dengan menggunakan ANOVA untuk dilanjutkan dengan uji coba lanjutan DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dormansi P2 memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan panjang akar, diketahui triwulan I memberikan pengaruh yang nyata pada parameter berat tanaman basah, namun kenyataan berbeda pada parameter tinggi tanaman dan panjang akar. berat tanaman kering. Terdapat interaksi pengaruh P1K1 terhadap berat basah.References
Atmosuseno. S. (1999). Dasar-dasar Ilmu Tanah. Penebar Swadaya Grup.
Benih, P., & Paraserianthes, S. (2013). Pengaruh perlakuan pencelupan dan perendaman terhadap perkecambahan benih sengon
Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan Dan Perhutanan Sosial. (2000). Pedoman Penanganan Benih Tanaman Hutan Tropis dan Subtropis. Gramedia.
Fahmi, Z. I. (2013). Studi Perlakuan Pematahan Dormansi Dengan Skarifikasi Mekanik dan Kimiawi. Balai Besar Perbenihan Dan Proteksi Tanaman Perkebunan Surabaya, 1-6. http://ditjenbun.pertanian.go.id/bbpptpsurabaya/tinymcpuk/gambar,file/16. STUDI PERLAKUAN PEMATAHAN DORMANSI dengan skarifikasi mekanik dan kimia ok.pdf
Martheen, E. Kaya, dan H. Rehatta. 2013 Pengaruh Perlakuan Pencelupan dan Perendaman terhadap Perkecambahan Benih Sengon (Paraserianthes falcataria (L). Nielsen). Dalam Jurnal Agrologia. 2 (1): 10-16. Fakultas Pertanian Universitas Pattimura. Ambon http://download. portalgaruda. Org.
Mulyana. D dan C. Asmarahman. (2012). Untung Besar dari Bertanam Sengon. Agro Media Pustaka.
Muswita, P. M. dan L. H. (2008). Pengaruh Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Sengon (Albizia falcataria (L.) Fosberg). Jurnal Biologi, 1(1), 15-18.
Sarief, E. . (1986). Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. Pustaka Buana.
Sarif, N. 2014. Pertumbuhan Bibit Sengon (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen) Pada Media Bekas Tambang Pasir dengan Pemberian Subsoil dan Arang Batok Kelapa. Skripsi. Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.
Sastrahidajat, I. dan R. S. (1991). Budidaya Tanaman Tropika. Usaha Nasional.
Setyamidjaja, D. (1986). Pupuk dan Pemupukan. Simplex.
Sutopo Lita. (2004). Teknologi Benih. Rajawali Pers.
Trubus. (2010). Jabon Jagoan Kayu Produktif (1st ed.). Trubus Swadaya.
Downloads
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication and this work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.

