Pengaruh Perendaman Asam Sulfat (H2SO4) Terhadap Perkecambahan Benih Sirsak (Annona muricata L )

Asrul Sipahutar, Rasmita Adelina, Sri Winaty Harahap

Abstract


Tanaman sirsak merupakan tanaman yang kaya akan manfaat, oleh karena itu tanaman ini berpotensi untuk dikembangkan dalam rangka pengembangan agroindustri dan agribisnis. Salah satu kendala pada pembibitan sirsak yaitu benih tidak segera berkecambah (dorman). Hal itu disebabkan benih sirsak memiliki kulit yang tebal dan keras sehingga bersifat impermeabel terhadap air dan gas yang menyebabkan perkecambahan menjadi terhambat atau waktu yang dibutuhkan untuk menginduksi perkecambahan semakin lama. Perlakuan skarifikasi kimia memiliki tujuan untuk membuat kulit benih lebih mudah dimasuki air ketika imbibisi. Salah satu larutan kimia yang dapat digunakan yaitu larutan asam sulfat (H2SO4). Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh lama perendaman asam sulfat terhadap perkecambahan benih sirsak. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok Non faktorial dengan perlakuan sebagai berikut: P0 (kontrol), P1 (20 menit), P2 (30 menit) dan P3 (40 menit). Parameter pengamatan yang dilakukan yaitu persentase perkecambahan (%), tinggi bibit (cm), jumlah daun (helai), bobot basah (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama perendaman asam sulfat terhadap perkecambahan benih sirsak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pengamatan persentase perkecambahan yaitu 81,25%, tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata pada tinggi bibit (cm), jumlah daun (helai) dan bobot basah tanaman (g). Perlakuan terbaik yaitu perendaman asam sulfat selama 30 menit.


Keywords


Benih sirsak, asam sulfat, perkecambahan

Full Text:

PDF

References


Bewley, D dan M. Black, 1978, Physiology and biochemistry of Seed, Springer verlag, Berlin Heidlberg.

Daryasih, S. 1982. Dormansi Benih. Latihan Pembinaan Mutu Benih. Jakarta Harjadi, S. S. 1974. Dormansi Benih. Dalam. Preceding Kursus Singkat.

Faizal, A. 2000. Manfaat Sirsak dan daun sirsak. Universitas Brawijaya (UNIBRA) : Malang.

Gardner, F.W; P. Pearce dan Michen, 1991, Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman, Universitas Indonesia Press, Jakarta.

Goldsworthy, Peter, 1992, Fisiologi Tanaman Budidaya Tropik, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta

Gomez, K. A., dan A. A. Gomez, 1995. Prosedur statistic untuk Penelitian Pertanian Edisi Kedua. UI- Press. Jakarta.

Harjadi, S.S., 1979, Pengantar Agronomi, Penerbit PT Gramedia, Jakarta.

Ichsan, C.N. 2006.Uji viabilitas dan vigor benih beberapa varietas padi (oryza sativa L.) yang diproduksi pada temperatur yang berbeda selama kemasakan. J. Floratek: Vol .6 37 – 42

Juhaeni, R. 2001. Sirsak dan budidaya. Kanisius: bandung

Kamil, J, 1982, Teknologi Benih, Penerbit Angkasa, Bandung.

Kartasapoetra, A. G. 1992. Teknologi Benih Pengolahan Benih dan Tuntunan Praktikum. Rineka Cipta, Jakarta

Latue, P. Ch., Henny L. Rampe., Marhaenus, R. (2019). Uji Pematahan Dormansi Menggunakan Asam Sulfat Berdasarkan Viabilitas dan Vigor Benih Pala (Myristica fragrans Houtt.). Jurnal Ilmiah Sains, 19 (1), 13-21

Noflindawati, 2014. Pengaruh Umur Simpan dan Skarifikasi Terhadap Viabilitas Benih Sirsak (Annona muricata L.). J. Floratek, 9, 63-68.

Radi, J. 1998. Sirsak, Budidaya dan Pemanfaatannya. Kanisius. Jakarta. 40 hlm.

Sagala, J., 1990, Perlakuan Benih cendana Dengan Air, asam Sulfat, GA3, Jurnal Departemen Kehutanan, Bogor.

Sadjad S, Endang M, Satriyas I. 1999. Parameter Pengujian Virgor Benih dari Komperatif ke Simulatif. Jakarta: PT Grasindo dan PT Sang Hyang Seri.

Sajad S, Hari S, Sri SH, Jusup S, Sugihharsono dan Sudarsono. 1975. Dasar- Dasar Teknologi Benih. Biro Penataran. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Salisbury, F.B. dan C.W. Ross, 1995, Fisiologi Tumbuhan, diterjemahkan oleh Diah R Lukman, Penerbit ITB, Bandung.

Samson, J.A. 1989. Tropical Fruits. John Wiley and Sons. Inc., New York.

Sapulette.1989. Pengaruh Perendaman dengan asam sulfat terhadap perkecambahan benih aren (Arenga pinnata (Wurmb.)Merr). Buletin Penelitian Kehutanan 5(1) : 93-100.

Schmidth L. 2002. Pedoman Penanganan Benih Tanaman Hutan Tropis dan Subtropis. Jakarta: Direktorat Jendral Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial Departemen Kehutanan.

Silomba, S, D, A. 2006. Pengaruh Lama Perendaman dan Pemanasan Terhadap Viabilitas Benih Kelapa Sawit. Skripsi. Institut Pertanian Bogor.

Sunarjono, H. 2004. Berkebun 21 Jenis Tanaman Buah. Penebar Swadaya, Bogor

Sutopo L. 2004. Teknologi Benih. Fakultas pertanian. UNBRAW

Soetopo, L. 1985. Teknologi Benih. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Malang.

Utami, S., S.B. Panjaitan., & Y. Musthofhah. (2020). Pematahan Dormansi Biji Sirsak dengan Berbagai Konsentrasi Asam Sulfat dan Lama Perendaman Giberelin. Jurnal Agrium, 23(1), 42-45.

Wareing, P.F. dan I.D. Phillips, 1989, Growth and defferntiation Plants, 3rd edition, Pergamon Press, Chicago.

Zuhud, E,. 2011. Bukti Kedahsyatan Sirsak Menumpas Kanker. Yunita Indah.Cet-1. Agromedia Pustaka : Jakarta

Zuliasdin, Rizkan, 2011, Pematahan Dormansi,http://mbozocity.blogspot.com, Diakses Rabu tanggal 10 Oktober 2012 pukul 22.00 WITA.




DOI: https://doi.org/10.29103/agrium.v20i3.12837

Article Metrics

 Abstract Views : 371 times
 PDF Downloaded : 74 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Asrul Sipahutar, Rasmita Adelina, Sri Winaty Harahap

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Agrium

ISSN 1829-9288 (Print)

ISSN 2655-1837 (Online)

Published by Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh
Website : http://ojs.unimal.ac.id/index.php/agrium
E-mail : agrium@unimal.ac.id

Creative Commons License

Jurnal Agrium is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
(c) Author 2018 all rights reserved

Jurnal Agrium Statistics