Pengaruh ketinggian air dalam pemeliharaan larva ikan hias botia (Chromobotia macracanthus, Bleeker)

Maulina Sari, Muhammad Hatta, Asep Permana

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian air yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan botia (Chromobotia macracanthus, Bleeker). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintasan atau kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan B dengan ketinggian air 10 cm yaitu sebesar 98.88%, sedangkan kelangsungan hidup terendah terdapat pada perlakuan A dengan ketinggian air 5 cm yaitu sebesar 97.99%. Pertambahan bobot nilai tertinggi terjadi pada perlakuan A dengan ketinggian air 5 cm dengan nilai bobot rata–rata 0.02252 gr dan pertambahan bobot rata–rata terendah terjadi pada perlakuan C dengan ketinggian air 15 cm yaitu sebesar 0.01132 gr. Pertambahan panjang rata–rata tertinggi terjadi pada perlakuan A yaitu sebesar 0.42 cm dan yang terendah terjadi pada perlakuan B yaitu sebesar 0.29 cm. Parameter kualitas air selama penelitian masih dalam kisaran optimal dimana suhu 24,3–28,9oC, pH 6,5–7,0, DO 6,84–7,69 ppm, NH3 0,00–0,03 ppm, NO2 0,00–0,07 ppm. Analisis statistik dengan uji F diperoleh bahwa ketinggian air yang berbeda dalam pemeliharaan larva ikan botia (C. macracanthus, Bleeker) berbeda sangat nyata (P>0.01) terhadap pertambahan bobot dengan nilai Fhitung (21.00) > Ftabel (10.92), dan berbeda sangat nyata terhadap pertambahan panjang dengan nilai Fhitung (23.56) > Ftabel (10.92), sedangkan untuk sintasan atau kelangsungan hidup tidak berbeda nyata antar perlakuan. Hasil uji BNT menunjukkan, setiap perlakuan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan tidak berpengaruh terhadap kelangsungan hidup.

The study aims to determine the effect of different water levels on the growth and survival of fish larvae Botia (Chromobotia macracanthus, Bleeker). The results showed that the survival rate was highest in treatment B with the water level was 10 cm which was equal to 98.88 %, whereas the lowest survival rate was found in treatment A with the water level was 5 cm which was equal to 97.99 %. The highest value of weight gain occurred in treatment A with average value in weight was 0.02252 g and the average weight gain was lowest in the treatment of C that reached 0.01132 g. The highest growth of length was occured in treatment A that was equal to 0.42 cm and the lowest occurred in treatment B that was 0.29 cm. Water quality parameters during the study were in the tolerance range where the optimum temperature were 24,3-28,9 oC , pH 6.5 to 7.0, DO 6.84 to 7.69 ppm, NH3 0.00 to 0.03 ppm , NO2 0.00 to 0.07 ppm . Statistical analysis by F test showed that the different water levels in the larval rearing of fish Botia (C. macracanthus, Bleeker) was significantly different ( P > 0.01) in the weight gain with the value of Fcount ( 21.00 ) > Ftable ( 10.92 ), and it was significantly different against the length with the value of F count ( 23:56 ) > F table ( 10.92), while for the survival rate showed has not significantly different between treatments. The LSD test showed that all the treatment were effected the growth rate, but not for survival rate.


Keywords


Paras air; Ikan hias air tawar; Pertumbuhan; Sintasan

Full Text:

PDF

References


Anonymous, 2011a. http://perikanan-1992.blogspot.com/2011/10/budidaya-artemia-untuk-pakan-alami-ikan.html (8 September 2013).

Axelrod, H.R., Vordenwinkler, W., 1995. Encyclopaedia of tropical fishes. T.F.H. Publications, Inc. New York.

Beckman, W. C., 1962. The Freshwater Fishes of Syria and Their General Biology and Management, FAO Rome 279 p.

Boyd C.E., 1990. Water Quality in Ponds for Aquaculture. Alabama: BirminghamPublishing Co.

Effendie, 1997. Metoda Biologi Perikanan. Yayasan Dewi Sri.Bogor, 112 hlm.

Fendy, 2012. Jelambaraquaticlife.com/water_volume.htm

Ghufran, M., Kordi K, H., 2009. Berbisnis Dari Budidaya Ikan Botia.Yogyakarta.

Gomez, A.A., Gomez K.A., 1995. Prosedur Statistik Untuk Penelitian Pertanian. Universitas Indonesia. Jakarta.

Hadirini, R. E., 1985. Penyebaran Vertikal Larva Ikan Lele (Clarias batrachus Linn). Skripsi. Jurusan Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor.

Hepher, B., Y. Pruginin, 1981. Commercial fish farming with special reference to fish culture in Israel. John Willey and Sons, New York. 261 hlm.

Kottelat, Maurice, Anthony, J., Nurani, S., Kartikasari, Wirjoatmodjo, S., 1993. Freshwater Fishes of Western Indonesia and Sulawesi. Periplus Edition (HK) Ltd.

Kristikareni, Rizki Dewi, 2009. Pengaruh Padat Penebaran Terhadap Kelangsungan Hidup Larva Botia (Chromobotia macracanthus, Bleeker) Dalam Sistem Resirkulasi.Skripsi. Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. 64 hlm.

Legendre M., H. Mundriyanto, D. Satyani, L. Pouyoud, Sudarto, S. Sugito, J. Slembrouck, 2005. Perkembangan Ontogeny Larva Chromobotia macracanthus (populasi Sumatera). (Poster) IRD / GAMET.France dan BRPBAT Bogor.

Lesmana Darti, S., Mundriyanto, H., Subandiyah, S., Chumaidi, Sudarto, Taufik, P., 2007. Teknologi Pembenihan Ikan Botia Skala Laboratorium. Loka Riset Budidaya Ikan Hias Air Tawar. Depok.

Lesmana Darti, S., Daelami, D., 2009. Panduan Lengkap Ikan Hias Air Tawar Populer. Jakarta.

Lingga, P., Susanto, H., 2003. Ikan hias air tawar. Penebar Swadaya, Jakarta.

Mujiman, A., 2000. Makanan Ikan. Cetakan IV. Penebar Swadaya, Jakarta. 190 hlm.

Muslimin, 2009. Musliminpekalongan. Blogspot.Com /2009/04/ pendederan. Html? m=1

Permana, A., R. Ginanjar& J. Slembrouck., 2009. Efisiensi Penggunaan Pakan ArtemiaDengan Dosis Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup LarvaIkan Botia (Chromobotia macracanthus). Prosiding Seminar Nasional TahunanVI.Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan.Yogyakarta.

Saanin, H., 1984. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Bina Cipta. Jakarta.

Sakurai, A., Sakamoto, Y., Mori, F., 1990. Aquarium fish of the world. Chronicle Books. San Fransisco.

Satyani D., H. Mundariyanto, S. Subandiyah, Chumaidi, Sudarto, J. Slembrouck, M. Legendre, L. Pouyaud, 2006. Teknologi Pembenihan Botia (Chromobotia macracanthus Bleeker) Skala Laboratorium. Petunjuk Teknis. Loka Riset Budidaya Ikan Hias Air Tawar, Depok. 21 hal.

Satyani, D., 2007. Reproduksi dan Pembenihan Ikan Hias Air Tawar. Pusat Riset Perikanan Budidaya, Jakarta. 126 hlm.

Satyani, D., Slembrouck, J., Subandiyah, S., Legendre, M., 2007. Peningkatan teknik pembenihanbuatan ikan hias botia, Chromobotia macracanthus Bleeker. J. Ris. Akuakultur, 2(3):135–142.

Setrba, G., 1969. Freshwater Fishes of of The World. The Pet Library. Ltd., New York. 877 p.

Slembrouck. J., A. Priyadi, L. Pouyaud, M. Legendre, 2006. Effeck Of Stocking Density, Water Flow and Water Depth On Survival and Growth Rates Of Choromobotia macracanthus (Sumatera) Larvae. Seminar Ikan Hias Nusantara TAAT-TMII. PRPB-BRKP.Jakarta, 12pp.

Stickney, R. R., 1979. Principle of Warmwater Aquaculture.John Willey and Sons Inc. New York. 375 p.

Sumantadinata, K., 1983. Pengembangbiakan Ikan-Ikan Pemeliharaan di Indonesia. Cetakan II. Sastra Budaya. Bogor.132 hlm.

Susanto, H., 1996. Teknik Kawin Suntik Ikan Ekonomis. PT. Penebar Swadaya. Jakarta.

Suseno D., Subandiyah S., 2000. Ciri morfologi jenis ikan macam atau botia (Botia macracanthus) strain Batanghari, Musi dan Kapuas. Proseding seminar Nasional Keaneka Ragaman Hayati Ikan.Balai Penelitian Perikanan Air Tawar.Sukamandi.225-258.

Wedemeyer G.A., 2001. Fish Hatchery Management. 2nd Edition. Bethesda. American Fisheries Society. Maryland.

Wibowo, T., 2008. Pengaruh Suhu Yang Berbeda Terhadap Kelulushidupan dan Pertumbuhan Larva Ikan Botia (chromobotia macracanthus). Skripsi. Jurusan Perikanan. Fakultas Perikanan dan kelautan. Universitas Diponegoro. Semarang. 77 hlm.

Zennoveld, Bonn, 1991. Prinsip-Prinsip Budidaya Ikan. Penerbit. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.29103/aa.v1i1.294

Article Metrics

 Abstract Views : 1007 times
 PDF Downloaded : 34 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Copyright (c) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal   

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.