OTONOMI KHUSUS DAN KEMISKINAN DI ACEH: Gambaran Kemiskinan Pelaku Usaha Batu Bata di Desa Ulee Pulo Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara

Teuku Alfiady, Risna Dewi

Abstract


Dalam rangka pengentasan kemiskinan. Besarnya jumlah dana yang dikucurkan melalui dana otonomi khusus tidak secara otomatis memberikan solusi atas kemiskinan yang sebenarnya sebagai sumber disintegrasi pada masa itu. Kegagalan pemanfaatan dana otsus terlihat jelas dari posisi Aceh sebagai sepuluh daerah termiskin di Indonesia dengan jumlah masyarakat miskin sebanyak 839 ribujiwa atau 15,97 persen pada tahun 2018. Lebih buruknya kemiskinan justru tidak menurun, dimana kemiskinan justru semakin meningkat. Pada tahun 2017 masyarakat miskin di Aceh 829 ribu jiwa atau naik 10 ribu jiwa pada tahun selanjutnya. Ini merupakan fakta empirik yang memperlihatkan adanya kesalahan dalam tata kelola keuangan. Melimpahnya kekayaan dan kucuran uang ternyata tidak semana-mena menjadikan Aceh lebih baik. Penelitian ini mencoba untuk menjelaskan fenomena di atas. Dengan mememahmi realita kemiskinan yang dihadapi oleh masyarakat sebagai buruh pada usaha-usaha pembuatan batu bata di Desa Ulee Pulo Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Mereka bekerja tanpa ada jaminan sosial dan upah yang layak, sedangkan pekerjaan yang dijalani berhadapan dengan resiko yang besar. Secara praktis pemberian otonomi khusus dapat menanggulangani persoalan disintegrasi, namun otonomi khusus belum dapat menjawab persoalan yang substansial yaitu penanganan kemiskinan secara absulot. Penelilitian ini menggunakan pendekatan kulaitatif deskriptif dimana informasi digali secara mendalam mungkin dari sumber yang kredibel dan relevan yang dapat menjawab persoalan yang diajukan.


Keywords


Otonomi Khusus, pengentasan kemiskinan dan pelaku usaha batu bata

Full Text:

PDF

References


Askhalani, dkk, Korupsi di Negeri Syariat: Catatan Jaringan GeRAK Aceh, Aceh: GeRAK Aceh, 2009.

Badrudin, Rudi, Ekonomika Otonomi Daerah, Yogyakarta: UPP STIM YKPN. 2012.

Boediono, Ekonomi Makro Edisi Keempat, Yogyakarta: BPFE, 2011.

Boediono, Perekonomian Indonesia, Yogyakarta: BPFE, 1999.

Departemen Keuangan RI, Usulan Formulasi Dana Alokasi Umum Tahun 2002, Jakarta: Indonesia, 2001.

Djohan, D, Desentralisasi Asimetrik di Aceh, Jakarta Jurnal Ilmu Pemerintahan, MIPI,2006.

Djojosoekarto (ed.), dkk, Grand Strategi Penataan Dsaerah 2025: Bunga Rampai Wacana, Jakarta: Kemitraan, 2008.

Hendra, Roy, Determinan Kemiskinan Absolut di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara Tahun 2005-2007, Tesis 2010.

Kaputra, dkk, Dampak Otonomi Daerah di Indonesia, Jakarta: Yayasan Pustaka Obor,2013.

Luthfi, A, Impact of Aceh’s Additional Budget From Special Autonomy OilGas Revenue Sharing Fund to Poverty Reduction in Aceh, Aceh: ICAIOS’s Journal, 2012.

Mardiasmo (2002). Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah. Jakarta: Andi Publisher

Masyarah, Harry, dkk, Post-Tsunami Aid Effectiveness in Aceh: Proliferation and Coordi-nation In Reconstruction, The Brookings Global Ekonomi and Development Working Paper Series, Washington D.C.: Wolfensohn Center for Development and The Brookings Institute, 2008.

Mollet, Julius Ary, Special Autonomy and Poverty Reduction Programs in Papua: Does it Work?, Papua: Jurnal Universitas Cendrawasih, 2012.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 84 Tahun 2000 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah, Otonomi Daerah

Puskapol, Fisip UI Mencari Model Hubungan Pusat Dan Daerah: Refleksi Otonomi Khusus Aceh, Papua, dan Yogyakarta. Working Paper. 23 February 2009 Draft. Pusat Kajian Politik.

Skonieczny, G, dan Torrisi, B, The Influence of Regional Autonomist Government on the Teritory Environmental and Economics Performances, Journal of Enviromental Economics Volume II 2008.

Todaro, Smith, Pembangunan Ekonomi Edisi Kesembilan, Pearson Education Limited, 2006. Yosmardin, dkk, Politik Desentralisasi dan Desentralisasi Asimetris, Jakarta, Jurnal Ilmu Pemerintahan. 2006.

undang-undang nomor 22 tahun 1999 tentang pemerintah daerah




DOI: https://doi.org/10.29103/jj.v9i1.3098

Article Metrics

 Abstract Views : 35 times
 PDF Downloaded : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Jurnalisme

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Redaksi Jurnal Jurnalisme(JJ): Gedung Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh. Kampus Bukit Indah Jln. Sumatera No.8, Kec. Muara Satu Kota Lhokseumawe, Prov. Aceh, Indonesia. eMail: jurnalisme@unimal.ac.id

Creative Commons License
Jurnal Jurnalisme is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License