Pengelolaan Sampah Organik Untuk Produksi Maggot Sebagai Upaya Menekan Biaya Pakan Pada Petani Budidaya Ikan Air Tawar

Rozanna Dewi, Novi Sylvia

Abstract


Sampah organik dapat memberikan manfaat apabila dikelola dengan baik. Salah satunya adalah pemanfaatan sampah organik menjadi pakan ikan dengan mengandalkan larva lalat BSF yang disebut Manggot yang mengandung banyak nutrisi untuk produktifitas ikan air tawar seperti lele.Tujuan kegiatan pengabdian adalah memberikan sebuah solusi kepada petani budidaya ikan air tawar di Desa Mon Geudong untuk penyediaan pakan ternak yang bernutrisi dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan pakan ternak konvensional dan juga menjadi salah satu usaha yang berkontribusi kepada pemanfaatan sampah organik menjadi bahan yang mempunyai nilai tambah (added value) dan menjadi salah satu potensi pengembangan ekonomi masyarakat yang akan berdampak pada peningkatan kebersihan lingkungan. Teknologi Biokonversi adalah sebuah proses yang mampu mengubah sampah organik menjadi produk pakan ikan yang berguna dengan memanfaatkan proses biologis dari mikroorganisme dan enzim. Teknologi ini dapat diimplementasikan oleh masyarakat desa binaan dengan pelatihan dan bimbingan serta dukungan untuk menyiapkan peralatan dan ruang untuk proses produksi maggot. Saat ini, produksi maggot dari BSF untuk pakan ikan belum ada di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara. Petani tambak memesan maggot di Banda Aceh, namun jumlah produksinya masih terbatas. Hal ini menjadi satu peluang bagi petani tambak ikan yang ada di Desa Mon Geudong. Teknologi ini tidak sulit diimplementasikan dan tidak mahal karena yang dibutuhkan adalah mengembangbiakan larva serangga BSF untuk menjadi maggot dengan bahan baku sampah organik yang telah dihaluskan. Satu siklus produksi maggot membutuhkan waktu sekitar 2 bulan didalam ruang penetasan dan pembesaran maggot sampai bisa dipanen. Ruang ini selanjutnya akan terus digunakan oleh kelompok pemuda memproduksi maggot untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan mereka. Kedepan masyarakat juga berkeinginan untuk memproduksi maggot untuk dijual agar dapat memenuhi kebutuhan pakan ternak untuk Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara. Desa Mon Geudong dipilih sebagai objek pengabdian karena desa tersebut sedang dalam perhatian khusus Badan Narkotika Nasional (BNN) yang sedang berupaya mereduksi peredaran dan penyalahgunaan narkoba dikawasan ini khususnya dikalangan generasi muda. Salah satu sebab tingginya kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba oleh generasi muda di desa ini adalah karena masalah ekonomi.


Keywords


Sampah organik, maggot, biokonversi, pakan, ikan air tawar.

Full Text:

PDF

References


Nurcholis S, Estin Nofiyanti, Tazkia Nurfadhilah. 2020. Pengaruh dan Efektivitas Maggot Sebagai Proses Alternatif Penguraian Sampah Organik Kota di Indonesia. Jurnal Serambi Engineering, Vol. 5, hal. 1-5.

Supriyatna, A. & Putra, R.E. 2017. Estimasi Pertumbuhan Larva Lalat Black Soldier (Hermetia illucens) dan Penggunaan Pakan Jerami Padi yang Difermentasi dengan Jamur P. chrysosporium. Jurnal Biodjati. 2(2):159-166.

Badan Pusat Statisti, Aceh Dalam Angka 2020, Tahun 2021.

Wardhana, A.H. 2016. “Black Soldier Fly (Hermetia illucens) sebagai Sumber Protein Alternatif untuk Pakan Ternak”. Wartazoa. Buletin Ilmu Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia. Vol, 26, hal. 69-78.

Rietje J.M Bokau, Pindo Witoko. 2017. “Optimation of Bioconversion Process of Palm Kernel Cake For Production Maggot Hermetia Illucens as A Source of Animal Protein in Fish Farming”. An International Journal of Indonesia Aquaculture Society, Vol. 18, hal. 1-6.

Dewi P T, Zaenal A, Saptono W, Baiq H A, Fariq A, Andre R C. 2018. “Pembuatan Maggot Untuk Masyarakat Pembudidaya Ikan Air Tawar Di Desa Gontoran Kabupaten Lombok Barat”. Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram, Vol. 5, hal. 57-63.

Akhmad Azir, Helmi H, Rangga B.K. 2017. “Produksi Dan Kandungan Nutrisi Maggot (Chrysomya Megacephala) Menggunakan Komposisi Media Kultur Berbeda”. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan, Vol. 12, hal. 1-6.

Fauzi, R.U, Sari, E.R.N. 2018. “Analisis Usaha Budidaya Maggot sebagai Alternatif Pakan Lele”. Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri, Vol. 7, hal. 39-46.

Sandy P.D, J F Umboh, C. A. Rahasia, Y H.S Kowel . 2016. “Pengaruh Penggantian Tepung Ikan Dengan Tepung Maggot Hermetia Illucens) Dalam Ransum Terhadap Performans Broiler”. Zootec, Vol. 36, hal. 1-4.

Rovina A, Fatma M, Juharni, Gamal M.S, Wahyu A. T, Kadar Abjan, M. Tirta M. 2020. “Teknik Kultur Maggot (Hermetia illucens) Pada Kelompok Budidaya Ikan Di Kelurahan Kastela”. International Journal of Community Engagement, Vol. 1, hal. 1-5,

Lugano Hezron, Nazael Madalla and Sebastian W Chenyambuga. 2019. “Mass production of maggots for fish feed using naturally occurring adult houseflies (Musca domestica)”. Livestock Research for Rural Development, Vol. 31, hal. 1-4.

Jeffrie F.M, Mutiara G. V, Lusia M. 2018. “Maggot (Hermetia illunces) sebagai pakan alternatif pada budidaya ikan”. Journal Budidaya Perairan, Vol. 6, hal. 32-37.




DOI: https://doi.org/10.29103/jmm.v1i1.5800

Article Metrics

 Abstract Views : 51 times
 PDF Downloaded : 6 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Rozanna Dewi, Novi Sylvia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Malikussaleh Mengabdi

E-ISSN : 2829-6141