Rekayasa Kehadiran Gulma Dan Dosis Pupuk Fosfor Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Kedelai
DOI:
https://doi.org/10.29103/agrium.v19i4.9737Keywords:
kedelai, gulma, fosforAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyiangan gulma diberbagai waktu dan pengaruh pemberian beberapa taraf pupuk fosfor terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama adalah penyiangan gulma 28 hari setelah tanam (HST), 42 HST, (28 dan 42) HST, dan terus menerus. Faktor kedua adalah pemberian pupuk fosfor 0 kg P2O5/ha, 25 kg P2O5/ha, 50 kg P2O5/ha dan 75 kg P2O5/ha. Enam belas kombinasi perlakuan yang didapat diulang sebanyak tiga kali, sehingga didapat empat puluh delapan unit percobaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pengamatan 30 HST tanaman kedelai tertinggi terdapat pada penyiangan gulma (28 dan 42) HST dan penyiangan terus menerus, sedangkan ukuran tanaman kedelai terendah terdapat pada perlakuan penyiangan gulma 28 HST dan 42 HST. Umur berbunga tercepat terdapat pada 28 HST dan 42 HST, penyiangan gulma terus menerus menyebabkan kedelai menjadi paling akhir berbunga. Umur panen kedelai tercepat terjadi pada penyiangan gulma 28 HST dan 42 HST, sedangkan umur panen terlama terdapat pada perlakuan penyiangan gulma (28 dan 42) HST dan penyiangan gulma terus menerus. Berat biji per tanaman terendah terdapat pada penyiangan gulma 28 HST dan 42 HST, sedangkan berat biji tertinggi terdapat pada penyiangan gulma (28 dan 42) HST dan penyiangan gulma terus menerus.
References
Hariandi, D., Indradewa, D., & Yudono, P. (2019). Pengaruh Gulma Terhadap Komponen Fisiologi Beberapa Kultivar Kedelai (Glycine max (L.) Merr.). Jurnal Agroekotek, 11(1), 1-8.
Ichwan, B., M, R., Eliyanti, E., Irianto, I., & Pebria, C. (2021). Respons Kedelai Edamame terhadap Berbagai Jarak Tanam dan Dosis Pupuk Kotoran Ayam. Jurnal Media Pertanian, 6(2), 98.
Nurmala, T. (2018). Pengaruh pupuk hayati majemuk dan pupuk fosfor terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai di inceptisol Jatinangor Effect of compound-biological-fertilizers and phosphor on growth and yield of soybean on Inceptisols Jatinangor Pendahuluan. 17(3), 750-759.
Putra, F. P., Yudono, P., & Waluyo, D. S. (2018). Weeds Composition Change Under Intercropping System of Upland Rice with Soybean in Coastal Sandy Area. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 46(1), 33.
Ramadani, A. T., Nafiah, H. H., & Maesyaroh, S. S. (2021). Analisis Vegetasi Gulma Pada Lahan Pertanaman Kacang Kedelai (Glycine max L.Merill). JAGROS : Jurnal Agroteknologi Dan Sains (Journal of Agrotechnology Science), 5(2), 409.
Sultani, S., Hasanuddin, H., & Hafsah, S. (2018). Pengaruh Dosis dan Waktu Aplikasi Mulsa Organik Chromolaena odorata terhadap Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L.). Jurnal Agrista, 22(2), 70-76.
Suriyat, M., Marliah, A., Studiagroteknologi, P., & Kuala, U. (2018). Analisis Pertumbuhan Tanaman Kedelai pada Berbagai Jenis dan Dosis Mulsa Organik Gulma Kirinyuh dan Nimba Analysis of Soybean Plant lant Growth at Different Types and Doses Neem mendukung pertumbuhan tanaman kedelai . Mulsa organik merupakan suatu bahan d. 3(3), 31-38.
Syuhada, S., Erida, G., & Hasnuddin, H. (2018). Pengaruh Jenis dan Dosis Mulsa Terang Bulan dan Kirinyuh Terhadap Pertumbuhan Gulma pada Tanaman Kedelai (Glycine max L.). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 3(4), 168-174.
Downloads
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication and this work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.

