ANALISIS TRANSMISI HARGA BAWANG MERAH DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Authors

  • Samsul Huda Institut Pertanian Bogor
  • Rachmat Pambudy Institut Pertanian Bogor
  • Wahyu Budi Priatna Institut Pertanian Bogor

DOI:

https://doi.org/10.29103/ag.v8i1.11072

Keywords:

Transmisi Asimetris, Bawang Merah, AECM

Abstract

Bawang  merah  merupakan  salah  satu  komoditi  hortikultura  yang  cukup  strategis  di Indonesia. fluktuasi harga bawang merah menyebabkan disparitas harga yang tinggi antara petani dan konsumen. Keadaan ini lebih merugikan petani dan konsumen daripada pedagang karena lebih memberikan peluang bagi pedagang untuk memanipulasi informasi harga, sehingga transmisi harga menjadi secara asimetris. Penelitian ini membahas tentang transmisi harga bawang merah antara tiga lembaga pemasaran yaitu petani, pedagang besar dan konsumen di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data bulanan harga bawang merah di tingkat petani, grosir dan konsumen dari tahun 2016 sampai 2021 yang dianalisis menggunakan metode Asymmetric Error Correction Model (AECM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transmisi harga bawang merah di tingkat petani terhadap harga di tingkat grosir terjadi secara asimetris, dalam jangka pendek karena terkait dengan biaya penyesuaian. Pada hubungan grosir-konsumen, transmisi harga bawang merah di tingkat grosir terhadap harga di tingkat konsumen terjadi secara asimetris dalam jangka dalam jangka panjang karena terkait dengan penyalahgunaan kekuatan pasar.

Author Biographies

Samsul Huda, Institut Pertanian Bogor

Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen

Rachmat Pambudy, Institut Pertanian Bogor

Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen

Wahyu Budi Priatna, Institut Pertanian Bogor

Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen

References

Acquah, H. G dan EE Onumah. (2010) A Comarison of The Different Approaches to Detecting Asymmetry in etail-Wholesale Price Tranmission. American-Eurasian Journal of Scientific Research. Vol.5(1),pp.60-66

Alfarisi, D. A. (2010). Metode Untuk Mendeteksi Kolusi. Jurnal Persaingan Usaha. Vol.3(1) pp.35-60.

Annisa, I., Asmarantaka, R.W. dan Nurmalina, R. 2018. Efisiensi Pemasaran Bawang Merah (Kasus : Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah). Jurnal Ilmiah Manajemen, 8(2),.254-271.

Badan Pusat Statistik. 2020. Statistik Hortikultura Indonesia Tahun 2020. Jakarta

Bakucs. Z J.Falkowski dan I. Ferto. (2013) Does Market Structure Influence Price Transmissioni In The Agro-Food Sector? A Meta=Analysisi Perspective. Jounal of Agricultural Economics. Vol. 65(1),pp. 1-25.

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. 2019. Analisis Perkembangan Harga Bahan Pangan Pokok di Pasar Domestik dan Internasional. Indonesia

Magfiroh, I.S., Rahman, R.Y., Setyawati, I.K.,Zainudin, A. (2017) Response of Producer Prices to Changes in Shallot Consumer Price in Indonesia. JSEP: 10(3) March 2017.

Meyer, J. dan von Cramon-Taubadel, S. 2004. Asymetric Price Tranmission : A Survey. Journal of agricultural economics, 55(3), 581-611.

Nurasa, T. dan V. Darwis. (2007). Analisis Usahatani dan Keragaan Marjin Pemasaran Bawang Merah di Kabupaten Brebes. Jurnal Akta Agrosia. Vol.10(1), pp.40-48.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. 2020. Analisis Kinerja Perdagangan Bawang Merah. Jakarta.

Downloads

Published

2024-07-04

Issue

Section

Articles