Membentuk Karakter Pemuda melalui Pencak Silat Sekinci-Kinci

Bibit Suranti, Karsiwan Karsiwan

Abstract


The increasing tide of globalization penetrating Indonesia is having an impact on the erosion of the moral character of Indonesian youth. Globalization causes between nations in the world to no longer have a boundary wall, so that information, culture, and negative impacts from other countries easily enter Indonesia. The character of Indonesian youth, which should be based on Pancasila and the Constitution as the identity of the nation, has been replaced by characters that should not be such as hedonism, capitalism and individualism. Pencak silat is a typical Indonesian culture that can be used as a means of building the character of the nation's youth. Pencak Silat training, incorporating both spiritual and physical elements, aims to cultivate individuals with civility and good character. Qualitative research is applied to this research by utilizing a number of data sources from interviews, documentation, internet content, literature reviews, and observations. The results of this study can be concluded if the character of the youth can be formed through the practice of pencak silat sekinci-kinci based on art, martial arts, sports, brotherhood, and spiritual. Meanwhile, the characters that can be formed in young people are such as, love of the country, love of local culture, simple, confident, polite and polite. Harmonization of the concept of youth character building with the aim of pencak silat sekinci-kinci, namely; Maintaining kinship, solidarity, mutual love and nurturing within the framework of the unity of the Indonesian nation based on the teachings of Islam, Pancasila and the 1945 Constitution.

Abstrak: Arus globalisasi yang semakin meningkat berdampak pada terkikisnya karakter moral yang dimiliki para pemuda Indonesia. Globalisasi menyebabkan antar bangsa di dunia tidak lagi memiliki dinding pembatas, sehingga informasi, budaya, serta dampak negatif dari negara lain mudah masuk ke Indonesia. Karakter pemuda Indonesia yang seharusnya berdasarkan Pancasila dan UUD sebagai identitas jati diri bangsa telah beralih dengan karakter yang tidak seharusnya seperti hedonisme, individualis, dan kapitalisme. Pencak silat ialah kebudayaan khas Indonesia yang dapat dijadikan sebagai sarana pembentukan karakter pemuda bangsa. Unsur rohani serta jasmani yang terkandung pada latihan pencak silat diharapkan dapat melahirkan individu yang beradab dan berkarakter baik. Penelitian kualitatif diterapkan pada penelitian ini dengan memanfaatkan sejumlah sumber data dari hasil wawancara, dokumentasi, konten internet, tinjauan pustaka, serta observasi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan jika karakter para pemuda bisa dibentuk melalui latihan Pencak Silat Sekinci-kinci berdasarkan pada kesenian, bela diri, olahraga, persaudaraan, serta spiritual. Sementara karakter yang dapat terbentuk di dalam diri pemuda yakni seperti, cinta tanah air, cinta kebudayaan lokal, sederhana, percaya diri, sopan dan santun. Harmonisasi konsep pembentukan karakter pemuda dengan tujuan Pencak Silat Sekinci-kinci yakni; menjaga kekeluargaan, kesetiakawanan, saling asah asih dan asuh dalam kerangka persatuan bangsa indonesia berdasarkan ajaran islam, pancasila dan UUD 1945.

 

Keywords


Pencak silat; Sekinci-kinci; Karakter; Pemuda

Full Text:

PDF

References


Agung, Budie. 2023. “Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal.” Islamic Journal of Education 2(1):31–46. doi: 10.54801/ijed.v2i1.173.

Asa, Agam Ibnu. 2019. “Pendidikan Karakter Menurut Ki Hadjar Dewantara Dan Driyarkara.” Jurnal Pendidikan Karakter 9(2):245–58. doi: 10.21831/jpk.v9i2.25361.

B. Miles, Matthew, A. Michale Huberman, and Johnny Saldana. 2014. Qualitative Data Analysis Data: A Methods Sourcebook. Edition 3. United Kingdom: Sage.

Harahap, Ade Citra Putri. 2013. “Jurnal Pendidikan Karakter.” Implementasi Pendidikan Karakter Kepedulian Dan Kerja Sama Pada Mata Kuliah Keterampilan Berbicara Bahasa Prancis Dengan Metode Bermain Peran 2(2):1–19.

Haris, Abdul Haris. 2017. “Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Islam.” Al-Munawwarah: Jurnal Pendidikan Islam 9(1):64–82.

Ilham, Iromi, Amiruddin Ketaren, and Richa Meliza. 2021. “Revitalisasi Nilai Kearifan Lokal Dalam Penguatan Karakter Di Era Disrupsi Pada Masyarakat Suku Alas.” Aceh Anthropological Journal 5(2):150–61.

Kumaidah, Endang. 2012. “Penguatan Eksistensi Bangsa Melalui Seni Bela Diri Tradisional Pencak Silat.” Humanika 16(9).

Mardotillah, Mila, and Dian Mochammad Zein. 2017. “Silat: Identitas Budaya, Pendidikan, Seni Bela Diri, Dan Pemeliharaan Kesehatan.” 18(2):121–33.

Moleong, Lexy J. 2007. “Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi.”

Mufarriq, Muchammad Ukulul. 2021. “Membentuk Karakter Pemuda Melalui Pencak Silat.” Khazanah Pendidikan Islam 3(1):41–53. doi: 10.15575/kp.v3i1.10193.

Nadialista Kurniawan, Risyad Arhamullah. 2021. “Metode Penelitian Di Dalam Manuskrip Jurnal Ilmiah Keagamaan.” Industry and Higher Education 3(1):1689–99.

Notosoejitno. 1997. Khazanah Pencak Silat. Jakarta: CV. Sugeng Seto.

Pancasasti, Ranthy Pancasasti, Pranajaya Kusuma, Sri Ndaru Arthawati, and Tris Sudarto. 2021. “Upaya Pelestarian Pencak Silat Upaya Pelestarian Pencak Silat Dan Wisata Banten Lama Berbasis Digital Marketing Guna Melestarikan Warisan Budaya Di Kota Serangprovinsi Banten.” ABDIKARYA: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat 3(2):132–48. doi: 10.47080/abdikarya.v3i2.1392.

Purwanto, Sugeng, and Agung Nugroho. n.d. “BELADIRI.”

Suroto, Suroto. 2022. “Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Dasar Melalui Puasa Ramadhan.” Al-Ihtirafiah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 12(2):251–60. doi: 10.47498/ihtirafiah.v2i1.1141.

Syah, Pairul. 2015. “Kualitas Pelayanan Publik Samsat Lampung Dalam Perspektif Budaya Piil Pesenggiri.” FIAT JUSTISIA:Jurnal Ilmu Hukum 7(2):168–80. doi: 10.25041/fiatjustisia.v7no2.376.




DOI: https://doi.org/10.29103/aaj.v8i1.15974

Article Metrics

 Abstract Views : 73 times
 PDF Downloaded : 4 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Bibit Suranti, Karsiwan Karsiwan

INDEXED BY:

Redaksi Aceh Anthropological Journal (AAJ): Gedung Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh. Kampus Bukit Indah Jln. Sumatera No.8, Kec. Muara Satu Kota Lhokseumawe, Prov. Aceh, Indonesia. eMail: aaj.antro@unimal.ac.id

Lisensi Creative Commons

All publication by Aceh Anthropological Journal (AAJ) are licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional