Hubungan Regulasi Emosi dengan Ide Bunuh Diri pada Remaja Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Lhokseumawe

Authors

  • Ridna Shafira Universitas Malikussaleh
  • Zurratul Muna Universitas Malikussaleh
  • Hafnidar Hafnidar Universitas Malikussaleh

DOI:

https://doi.org/10.2910/insight.v1i3.12681

Keywords:

regulasi emosi, ide bunuh diri, SMK, remaja

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan ide bunuh diri pada remaja SMKN 4 Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 202 siswa dari SMKN 4 Kota Lhokseumawe, pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Analisa dalam penelitian ini menggunakan teknik PearsonProduct Moment.Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan negatif yangsangat signifikan antara regulasi emosi dengan ide bunuh diri dengan kategori korelasi sangat lemah, dari hasil uji korelasipearson product moment yang menunjukkan koefisien korelasi (r) = -0,179 dengan signifikansi (p) = 0,011. Hubunngan ini menunjukkan semakin tinggi regulasi emosi pada seseorang maka semakin rendah pula ide bunuh dirinya.

References

Adinda, T. S., Prastuti, E. (2021). Regulasi emosi dan dukungan sosial: sebagai prediktor ide bunuh diri mahasiswa. Journal An-Nafs: KajianPenelitian Psikologi, 6(1): 135-151. https://ejournal.uit lirboyo.ac.id/index.php/psikologi/article/view/1520

Antaranews.com. 2021. Seorang Pelajar Ditemukan Bunuh Diri di Lhokseumawe. https;//aceh.antaranews.com/amp/berita/221218/seorang-pelajar-ditemukantewas-diduga-bunuh-diri-di-lhokseumawe, dikases pada 13 Januari 2022

Gross, J.J., & Jonathan, R. (2014). Handbook of Emotion Regulation. Blackwell Publishing on behalf of the American Psychological Associaton

Posner, K., G.K Brown, B. Stanley, D.A. Brent, K.V. Yershova, M.A. Oquendo, G.W. Currier, G.A. Melvin, L. Greenhill, S. Shen, dan J.J. Mann. (2013). The Columbia-suicide severity rating scale: initial validity and internal consistency findings from three multisite studies with adolescents and adults. Amerycan Journal of Psychiatry. 168(2):1266-1277. https://doi.org/10.1176/appi.ajp.2013.10111704

Santrock, J.W. (2014). Perkembangan Anak (Edisi Ketujuh Jilid Dua). Jakarta: Erlangga

Sari, S. S., Sumarna, N., & K.M. S. (2021). Regulasi emosi terhadap kecemasan tahanan. Jurnal Sublimapsi, 2(3): 179-188. http://ojs.uho.ac.id/index,php/sublimapsi/article/view/17898/12255

Swee, G., Shochet, I., Cockshaw, W., & Hides, L. (2020). Emotion regulation as a risk factor for suicide ideation among adolescents and young adults: the mediating role of belongingness. Journal of Youth and Adolescence, 10(1): 1-10. https://link.springer.com/article/10.1007/s10964-020-01301-2

Turton, H., Berry, K., Danquah, A., & Pratt, D. (2021). The relationship between dysregulation and suicidal ideation and behavior: a systematic review. Journal of Affective Disorders Reports, 5(1), 1-13. https://doi.org/10/1016/j.jadr/2021/100136

World Health Organization. (2020). Suicide. https://www.who.int/news-room/factsheets/details/suicide, diakses pada tanggal 22 Mei 2022

Downloads

Published

2023-09-30

Issue

Section

Articles