Regulasi Emosi Remaja Yang Terdampak Banjir

Authors

  • Febriani Rahma
  • Yulia Nanda Safitri Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, 24355, Indonesia
  • Maya Lestari Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, 24355, Indonesia
  • Zahrina Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, 24355, Indonesia
  • Anis En Nabiilah Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, 24355, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29103/jkkmm.v5i1.26526

Keywords:

Banjir, Regulasi Emosi, Remaja

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran regulasi emosi remaja yang terdampak banjir. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 242 remaja yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria remaja berusia 15–18 tahun, berdomisili di kecamatan Matangkuli dan pernah terdampak banjir. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert yang disusun berdasarkan lima strategi regulasi emosi dari teori Gross (2024), yaitu situation selection, situation modification, attentional deployment, cognitive change, dan response modulation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi remaja yang terdampak banjir lebih didominasi pada kategori adaptif dibandingkan maladaptif. Strategi adaptif yang dominan digunakan adalah situation modification, cognitive change, dan response modulation, sedangkan situation selection dan attentional deployment cenderung berada pada kategori maladaptif. Berdasarkan jenis kelamin, remaja perempuan lebih dominan menggunakan strategi regulasi emosi adaptif, sedangkan pada regulasi emosi maladaptif lebih didominasi oleh laki-laki. Dari sisi usia, regulasi emosi adaptif lebih dominan. ditemukan pada remaja berusia 15 tahun, sedangkan regulasi emosi maladaptif lebih dominan pada usia 17 tahun. Tingginya regulasi emosi adaptif dipengaruhi oleh pengalaman berulang menghadapi banjir serta dukungan keluarga, teman sebaya, dan masyarakat, yang berperan sebagai sumber kekuatan psikologis dalam menghadapi tekanan akibat bencana. Temuan ini memberikan wawasan penting mengenai upaya penguatan regulasi emosi remaja dalam konteks bencana alam.

References

1. BNPB. Buku data bencana Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana. 2023

2. Badan Penanggulangan Bencana Aceh. Laporan kinerja 2023. 2023.

3. Damanik, R. Kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di Kecamatan Matangkuli Kabupaten Aceh Utara. Repositori Universitas Malikussaleh. 2024

4. Philip, N. A., & Vithya, V. Impact of flooding on mental health and resilience of adolescents in Kerala, India. International Journal of Disaster Risk Reduction, 96, 2023. 103926.

5. Khairunnisa, R. F., & Boediman, L. M. (2024). Dampak pelatihan regulasi emosi menggunakan pendekatan terapi kognitif perilaku terhadap tingkat kecemasan pada remaja. Jurnal Diversita, 2024; (Desember),10(2), 190–201.

6. Oosterloo, S., Boals, A., Jayawickreme, E., & Hutchison, J. Psychological resilience following disasters: A study of adolescents and their caregivers. Traumatology, 2024. 30(4), 483–514.

7. Putri, A. Hubungan antara kecerdasan emosi dengan resiliensi pada masyarakat korban banjir tahunan Matangkuli (skripsi Sarjana, Universitas Malikussaleh). 2025. https:// rama.unimal.ac.id/id/eprint/10154/

8. Gross JJ. Emotion regulation: Conceptual and Empirical Foundations. In: Gross JJ, editor. Handbook of Emotion Regulation. 2nd ed. New York: Guilford Press; 2014. p. 3–20.

9. Zimmermann, P., Becker, K., & Iwanski, A. Assessing emotion regulation difficulties in adolescents: Validation and clinical utility of the difficulties in emotion regulation scale, 16-item. BMC Psychiatry. 2023

10. Safitri, Y. N., Rahma, F., Lestari, M., Pratama, M. F. J., Aulia, D. N., Asyura, R., Zahara, C. I., & Dewi, R. Studi perbandingan regulasi emosi remaja di pesantren dan non-pesantren yang terdampak banjir di Kecamatan Matangkuli. GALENICAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh, 2025. 4(6), 24–34.

11. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta; 2017.

12. Santrock JW. Adolescence. 16th ed. New York: McGraw-Hill Education; 2021.

13. Bonanno, G. A., Chen, S., Bagrodia, R., & Galatzer-Levy, I. R. (2024). Resilience and disaster: Flexible adaptation in the face of uncertain threat. Annual Review of Psychology, 2024: 75, 573–599.

14. Siswandi, W., & Caninsti, R. Peran dukungan sosial teman sebaya terhadap regulasi emosi mahasiswa perantau tahun pertama di Jakarta. Journal Psikogenesis, 2020: 8(2), 241–252.

15. Azizah, E. A., & Hendriani, W. Efektivitas penggunaan strategi regulasi emosi ditinjau dari perbedaan gender: Sebuah tinjauan literatur sistematis. Psychopolytan: Jurnal Psikologi, 2023: 6(2), 21–31

16. Fauzi, F., Fitriani, A. S., Sanggerti, A., Rahmawati, F. I., & Poeni, M. A. I. Gambaran regulasi emosi pada mahasiswa dengan banyak peran. Jurnal Riset Psikologi, 2024; 7(1), 19–27.

17. Newnham, E., Gao, X., Guragain, B., Jiao, F., Nathan, E., Boyes, M., & Leaning, J. Daily stressors and mental health following disaster: A school-based assessment of adolescent disaster survivors in China and Nepal. Journal of Traumatic Stress, 2022: 35, 1721–1733.

18. Kar, N. Coping strategies used by children and adolescents following disaster trauma: A review of associated factors and intervention options. Odisha Journal of Psychiatry. 2024

19. Smith, M. R., Southward, M. M., & Ehrenreich-May, J. Specific emotion and momentary emotion regulation in adolescence and early adulthood. Emotion, 2023; 23(4), 1011–1027.

20. Balzarotti, S., Biassoni, F., Villani, D., Prunas, A., & Velotti, P. (2016). Individual differences in cognitive reappraisal frequency and effectiveness: A review. Journal of Individual Differences, 2016; 37(1), 32–45.

21. Ratnasari, S., & Suleeman, J. Perbedaan regulasi emosi perempuan dan laki-laki. Jurnal Psikologi Sosial, 2017; 15(1), 35–46.

22. wastika, G. M., & Prastuti, E. Perbedaan regulasi emosi berdasarkan jenis kelamin dan rentang usia pada remaja dengan orangtua bercerai. Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 2021: 26(1), 19–34

23. Fombouchet, A. The development of emotion regulation in adolescence: What do we know and where to go next? Social Development, 2023; 32(3), 825–841

Downloads

Published

2026-02-28