Hubungan Kadar Hematokrit dengan Angka Kejadian Stroke

Authors

  • Muh. Ulil Albaab Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, 90231, Indonesia
  • Achmad Harun Muchsin Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, 90231, Indonesia
  • Anastasia Juliana Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, 90231, Indonesia
  • Sri Julyani Departemen Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, 90231, Indonesia
  • Erni Pancawati Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, 90231, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29103/jkkmm.v5i1.26422

Keywords:

Hematokrit, stroke, insiden, faktor risiko, kadar darah dan hubungan

Abstract

Stroke adalah kelainan pada sistem serebrovaskular (pembuluh darah otak), yang ditandai dengan berkurang atau terhambatnya aliran darah dan oksigen ke otak. Hematokrit merupakan jumlah sel darah merah di dalam darah oleh karena itu dilakukan pemeriksaan hematokrit untuk mengetahui hasil perbandingan jumlah sel darah merah (eritrosit) terhadap volume darah yang ditulis dengan satuan persen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar hematokrit dengan angka kejadian stroke. Penelitian menggunakan studi kepustakaan atau literature review. Penelitian ini menggunakan pendekatan sistematik literatur review mengenai hubungan kadar hematokrit dengan angka kejadian stroke. 10 jurnal dikumpulkan untuk ditelaah oleh peneliti dan disintesis menjadi satu data yang komprehensif untuk dilaporkan. Hasil yang didapatkan berdasarkan artikel-artikel penelitian yang dikumpulkan menunjukkan bahwa hematokrit merupakan parameter yang penting dalam evaluasi risiko, prognosis, dan manajemen pasien stroke. Kadar hematokrit yang abnormal baik tinggi maupun rendah, dapat mempengaruhi hasil klinis melalui mekanisme yang berkaitan dengan viskositas darah, oksigenasi jaringan, dan gangguan mikrosirkulasi. Kesimpulan dari penelitian ini mengenai hubungan antara kadar hematokrit dan risiko stroke bersifat non-linear, di mana kadar terlalu tinggi maupun terlalu rendah sama-sama meningkatkan risiko. Faktor seperti usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan komorbiditas turut memengaruhi hubungan tersebut. Pemantauan kadar hematokrit secara rutin dan upaya menjaga nilainya dalam batas normal dinilai penting untuk pencegahan dan deteksi dini stroke.

References

1. Sayuti M, Al baab, M. U., Arifin, A. F., Muchsin, A. H. dkk. (2023). Gambaran Kadar Hematokrit Pasien Stroke di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2023. Wal’afiat Hospital Journal.

2. Annita, Deswita, Kudri, A. (2020). Perbedaan Kadar Hemoglobin, Nilai Hematokrit, dan Jumlah Eritrosit pada Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik. Jurnal Kesehatan Medika Saintika.

3. Cui, L., Feng, Y., Lu, P. et al. (2024). Hematocrit Predicts Poor Prognosis in Patients with Acute Ischemic Stroke or Transient Ischemic Attack. Brain Sciences.

4. Ekayanti, M. S., Bachtiar, M. F., Kembuan, M. A. dkk. (2018). Nilai Hematokrit pada Stroke Akut di Bagian Neurologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado periode Mei 2013–Mei 2015. Jurnal Sinaps.

5. Familah, A., Arifin, A. F. Muchsin, A. H. dkk. (2024). Karakteristik Penderita Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran.

6. Lengga, S., Sugiyanto. dkk. (2023). Profil Pengobatan Stroke pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit “X” Kota Malang periode Januari–Desember 2021. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah.

7. Liu, D., Liu, H., Li, Y. et al. (2025). Correlation between the Hemoglobin-to-Hematocrit Ratio and 3-Month Outcomes in Patients with Acute Ischemic Stroke: a Secondary Analysis Based On A Prospective Cohort Study. Frontiers in Neurology.

8. Malingkas, L. T., Wowor, M. F., Berhimpon, S. L. (2024). Gambaran Kadar Hemoglobin dan Hematokrit pada Pasien Stroke Iskemik Berusia 15-64 Tahun di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. e-CliniC.

9. Mutiari, S. E., Dewi, D. R., Zakiah, M. (2019). Hubungan antara Nilai Hematokrit dan Early Neurological Deterioration pada Pasien Stroke Iskemik Akut. Jurnal Cerebellum.

10. Rahayu, T. G. (2023). Analisis Faktor Risiko Terjadinya Stroke serta Tipe Stroke. Faletehan Health Journal.

11. Roh, D. J., Fuentes, R. M., Gurel, K. et al. (2023). Relationships of Hematocrit With Chronic Covert and Acute Symptomatic Lacunar Ischemic Lesions. Neurology.

12. Subhan, F. A., Andika, I. G., Prihandono, D. S. (2023). Perbedaan Nilai Hematokrit Metode Mikrohematokrit Menggunakan Darah Kapiler pada Posisi Duduk dan Berbaring. Jurnal Kesehatan Tambusai.

13. Syarif, J., Ayuningsih. I. (2020). Gambaran Nilai Hematokrit Metode Makrohematokrit dengan Menggunakan Darah Vena pada Penyakit Tuberkulosis di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Makassar.. Jurnal Media Laboran.

14. Tsukinaga, A., Takaki, S., Mihara, T. et al. (2020). Low Hematocrit Levels: a Risk Factor for Long-Term Outcomes in Patients Requiring Prolonged Mechanical Ventilation after Cardiovascular Surgery. A Retrospective Study. Journal of Investigative Medicine.

15. Tuntun, M., Basuki, W., Amalia, F. Y. (2018). Perbedaan Kadar Hemoglobin, Nilai Hematokrit Dan Jumlah Eritrosit pada Pasien Stroke Hemoragik dan Stroke Non Hemoragik Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jurnal Analis Kesehatan.

Downloads

Published

2026-02-28