Hubungan Kadar Hematokrit dengan Angka Kejadian Stroke
DOI:
https://doi.org/10.29103/jkkmm.v5i1.26422Keywords:
Hematokrit, stroke, insiden, faktor risiko, kadar darah dan hubunganAbstract
Stroke adalah kelainan pada sistem serebrovaskular (pembuluh darah otak), yang ditandai dengan berkurang atau terhambatnya aliran darah dan oksigen ke otak. Hematokrit merupakan jumlah sel darah merah di dalam darah oleh karena itu dilakukan pemeriksaan hematokrit untuk mengetahui hasil perbandingan jumlah sel darah merah (eritrosit) terhadap volume darah yang ditulis dengan satuan persen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar hematokrit dengan angka kejadian stroke. Penelitian menggunakan studi kepustakaan atau literature review. Penelitian ini menggunakan pendekatan sistematik literatur review mengenai hubungan kadar hematokrit dengan angka kejadian stroke. 10 jurnal dikumpulkan untuk ditelaah oleh peneliti dan disintesis menjadi satu data yang komprehensif untuk dilaporkan. Hasil yang didapatkan berdasarkan artikel-artikel penelitian yang dikumpulkan menunjukkan bahwa hematokrit merupakan parameter yang penting dalam evaluasi risiko, prognosis, dan manajemen pasien stroke. Kadar hematokrit yang abnormal baik tinggi maupun rendah, dapat mempengaruhi hasil klinis melalui mekanisme yang berkaitan dengan viskositas darah, oksigenasi jaringan, dan gangguan mikrosirkulasi. Kesimpulan dari penelitian ini mengenai hubungan antara kadar hematokrit dan risiko stroke bersifat non-linear, di mana kadar terlalu tinggi maupun terlalu rendah sama-sama meningkatkan risiko. Faktor seperti usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan komorbiditas turut memengaruhi hubungan tersebut. Pemantauan kadar hematokrit secara rutin dan upaya menjaga nilainya dalam batas normal dinilai penting untuk pencegahan dan deteksi dini stroke.
References
1. Sayuti M, Al baab, M. U., Arifin, A. F., Muchsin, A. H. dkk. (2023). Gambaran Kadar Hematokrit Pasien Stroke di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2023. Wal’afiat Hospital Journal.
2. Annita, Deswita, Kudri, A. (2020). Perbedaan Kadar Hemoglobin, Nilai Hematokrit, dan Jumlah Eritrosit pada Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik. Jurnal Kesehatan Medika Saintika.
3. Cui, L., Feng, Y., Lu, P. et al. (2024). Hematocrit Predicts Poor Prognosis in Patients with Acute Ischemic Stroke or Transient Ischemic Attack. Brain Sciences.
4. Ekayanti, M. S., Bachtiar, M. F., Kembuan, M. A. dkk. (2018). Nilai Hematokrit pada Stroke Akut di Bagian Neurologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado periode Mei 2013–Mei 2015. Jurnal Sinaps.
5. Familah, A., Arifin, A. F. Muchsin, A. H. dkk. (2024). Karakteristik Penderita Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran.
6. Lengga, S., Sugiyanto. dkk. (2023). Profil Pengobatan Stroke pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit “X” Kota Malang periode Januari–Desember 2021. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah.
7. Liu, D., Liu, H., Li, Y. et al. (2025). Correlation between the Hemoglobin-to-Hematocrit Ratio and 3-Month Outcomes in Patients with Acute Ischemic Stroke: a Secondary Analysis Based On A Prospective Cohort Study. Frontiers in Neurology.
8. Malingkas, L. T., Wowor, M. F., Berhimpon, S. L. (2024). Gambaran Kadar Hemoglobin dan Hematokrit pada Pasien Stroke Iskemik Berusia 15-64 Tahun di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. e-CliniC.
9. Mutiari, S. E., Dewi, D. R., Zakiah, M. (2019). Hubungan antara Nilai Hematokrit dan Early Neurological Deterioration pada Pasien Stroke Iskemik Akut. Jurnal Cerebellum.
10. Rahayu, T. G. (2023). Analisis Faktor Risiko Terjadinya Stroke serta Tipe Stroke. Faletehan Health Journal.
11. Roh, D. J., Fuentes, R. M., Gurel, K. et al. (2023). Relationships of Hematocrit With Chronic Covert and Acute Symptomatic Lacunar Ischemic Lesions. Neurology.
12. Subhan, F. A., Andika, I. G., Prihandono, D. S. (2023). Perbedaan Nilai Hematokrit Metode Mikrohematokrit Menggunakan Darah Kapiler pada Posisi Duduk dan Berbaring. Jurnal Kesehatan Tambusai.
13. Syarif, J., Ayuningsih. I. (2020). Gambaran Nilai Hematokrit Metode Makrohematokrit dengan Menggunakan Darah Vena pada Penyakit Tuberkulosis di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Makassar.. Jurnal Media Laboran.
14. Tsukinaga, A., Takaki, S., Mihara, T. et al. (2020). Low Hematocrit Levels: a Risk Factor for Long-Term Outcomes in Patients Requiring Prolonged Mechanical Ventilation after Cardiovascular Surgery. A Retrospective Study. Journal of Investigative Medicine.
15. Tuntun, M., Basuki, W., Amalia, F. Y. (2018). Perbedaan Kadar Hemoglobin, Nilai Hematokrit Dan Jumlah Eritrosit pada Pasien Stroke Hemoragik dan Stroke Non Hemoragik Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jurnal Analis Kesehatan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muh. Ulil Albaab, Achmad Harun Muchsin, Anastasia Juliana, Sri Julyani, Erni Pancawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
COPYRIGHT NOTICE
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication and this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
All articles in this journal may be disseminated by listing valid sources and the title of the article should not be omitted. The content of the article is liable to the author.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
In the dissemination of articles, the author must declare the GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh as the first party to publish the article.








