Efektivitas Kompres Daun Kelor (Moringa Oleifera) terhadap Nyeri Sendi pada Lansia

Authors

  • Tri Astuti Mahasiswa Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, Makassar, 90231, Indonesia
  • Sri Irmandha Kusumawardhani Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran RSP Ibnu Sina YW UMI, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, 90231, Indonesia
  • Sigit Dwi Pramono Departemen Biomedik, Fakultas Kedokteran, RSP Ibnu Sina YW UMI, Universitas Muslim Indonesia, 90231, Indonesia
  • Imran Syafei Departemen Rehabilitasi Medik, Fakultas Kedokteran, RSP Ibnu Sina YW UMI, Universitas Muslim Indonesia, Makassar
  • Utomo Andi Pangnguriseng Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar

DOI:

https://doi.org/10.29103/jkkmm.v5i1.25280

Keywords:

Daun Kelor, Kompres Hangat, Nyeri Sendi, Lansia

Abstract

Nyeri sendi merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang sering dialami oleh lanjut usia akibat proses degeneratif pada sistem muskuloskeletal. Daun kelor (Moringa oleifera) diketahui memiliki efek antiinflamasi dan analgesik karena kandungan flavonoid, tanin, dan saponin yang dapat membantu mengurangi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kompres hangat daun kelor terhadap nyeri sendi pada lansia. Jenis penelitian ini adalah quasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest control group. Penelitian dilaksanakan di Desa Sassa, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, pada Juli 2025, dengan jumlah sampel 30 lansia yang dipilih secara total sampling. Data diperoleh melalui pengukuran skala nyeri Wong Baker Faces sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat nyeri sebelum intervensi kompres daun kelor adalah 3,8 dan menurun menjadi 3,3 setelah intervensi (p = 0,008). Sedangkan pada kelompok kompres air hangat sebelum daun kelor, terjadi penurunan dari 3,8 menjadi 1,97 (p = 0,000). Perbedaan efektivitas antara kedua kelompok signifikan (p = 0,001). Dapat disimpulkan bahwa kombinasi kompres air hangat dan daun kelor lebih efektif dalam menurunkan nyeri sendi dibandingkan kompres daun kelor saja.

Author Biographies

Sri Irmandha Kusumawardhani, Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran RSP Ibnu Sina YW UMI, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, 90231, Indonesia

Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran RSP Ibnu Sina YW UMI, Universitas Muslim Indonesia,

Sigit Dwi Pramono, Departemen Biomedik, Fakultas Kedokteran, RSP Ibnu Sina YW UMI, Universitas Muslim Indonesia, 90231, Indonesia

Departemen Biomedik, Fakultas Kedokteran, RSP Ibnu Sina YW UMI, Universitas Muslim Indonesia,

Imran Syafei, Departemen Rehabilitasi Medik, Fakultas Kedokteran, RSP Ibnu Sina YW UMI, Universitas Muslim Indonesia, Makassar

Departemen Rehabilitasi Medik, Fakultas Kedokteran, RSP Ibnu Sina YW UMI, Universitas Muslim Indonesia, Makassar

Utomo Andi Pangnguriseng, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar

Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar

References

1. Artini, N. P., Sari, D. A. P., & Wardani, I. A. K. (2022). Pengaruh kompres hangat terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia. Jurnal Keperawatan Indonesia, 25(2), 89–95.

2. Irwan, A. M. (2017). Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan Sistem Muskuloskeletal. Jakarta: Salemba Medika.

3. Kemenkes RI. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

4. Kusuma, F. P. C. (2022). Efektivitas kompres hangat daun kelor terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia dengan asam urat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(1), 45–51.

5. Maula, A., & Ulfa, Z. (2023). Pengaruh kompres daun kelor terhadap nyeri sendi pada lansia. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 14(2), 122–130.

6. Pamungkas, R., & Olinda, R. (2021). Efektivitas terapi panas terhadap nyeri sendi pada penderita osteoartritis. Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Medik, 3(1), 33–40.

7. Pratiwi, D., & Mustika, N. (2024). Efektivitas kombinasi kompres hangat dan daun kelor terhadap nyeri sendi pada lansia. Galenical: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh, 4(2), 56–62.

8. Saputra, R., Rahayu, W., & Anwar, N. (2020). Kandungan flavonoid dan aktivitas antiinflamasi daun kelor (Moringa oleifera). Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 7(1), 15–21.

9. Schaible, H. G. (2020). Prostaglandins and pain mechanisms in arthritis. Arthritis Research & Therapy, 22(1), 1–10.

10. World Health Organization. (2022). World Report on Ageing and Health. Geneva: WHO Press

Downloads

Published

2026-02-28