Asuhan Gizi dan Modifikasi Diet pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Glycemic Disorder on Oad, TAVB (Total Atrioventricular Block) on PPM (Permanent Pacemaker) Mode VVI-Capture, Demensia Alzheimer dan BPSD (Behavioral and Psychological Symptoms of Dementia)

Authors

  • Mustika Putri Kustiyoasih Mahasiswa Profesi Gizi, Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Kota Malang, 65122, Indonesia
  • Dwipajati Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Kota Malang, 65122, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29103/jkkmm.v5i1.25246

Keywords:

Diabetes Melitus tipe 2, gizi lansia, modifikasi diet, kepatuhan diet

Abstract

Pasien lansia dengan Diabetes Melitus tipe 2 (DM T2) sering mengalami komorbiditas seperti gangguan kardiovaskular dan penurunan fungsi kognitif, sehingga memerlukan modifikasi diet yang tidak hanya disesuaikan dengan kebutuhan energi, tetapi juga mempertimbangkan keterbatasan fisik serta dukungan keluarga. Laporan kasus ini bertujuan mendeskripsikan penerapan diet DM KV 1700 kkal pada lansia dengan DM T2, demensia, dan riwayat Total Atrioventricular Block (TAVB) melalui pendekatan asuhan gizi terstandar berbasis homecare. Subjek adalah pasien perempuan berusia 75 tahun. Intervensi yang diberikan meliputi penerapan diet DM KV 1700 kkal, edukasi gizi kepada keluarga, serta evaluasi perkembangan melalui food recall, pre–post test pengetahuan, dan kuesioner kepatuhan diet (PDAQ). Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan keluarga dari skor rata-rata 70 menjadi 100 (kenaikan 42,9%). Kepatuhan diet pasien tergolong tinggi dengan skor 52 dari 63. Asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat menunjukkan pola perbaikan dan semakin mendekati kebutuhan harian. Dukungan keluarga berperan penting dalam keberhasilan intervensi, terutama karena keterbatasan kognitif pasien. Kesimpulan penelitian ini adalah modifikasi diet DM KV 1700 kkal yang disertai edukasi terstruktur dan keterlibatan keluarga terbukti efektif meningkatkan penerapan diet dan kepatuhan pada lansia dengan DM T2 dan komorbiditas. Pendekatan asuhan gizi berbasis homecare direkomendasikan untuk pasien dengan hambatan fisik maupun kognitif.

References

1. Rukmana, N. N. F. S., Oom, K., & Dewa, A. S. (2024). Hubungan tingkat fungsi kognitif dengan kemampuan ADL pada lansia di posbindu rw 007 kelurahan bakti jaya. Jurnal Kesehatan Stikes IMC Bintaro, 7(1), 43-50.

2. Raharjo, S., et al. (2022). Perawatan luka ulkus diabetikum: tinjauan literatur. Journal Keperawatan, 1(2), 98-104

3. Rajab, A. A. (2021). Keterkaitan zat gizi makro dan natrium dalam terapi pasien congestive heart failure: Review. Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas, 2(2), 103–111. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

4. Nurmawanti, L., & Sudaryanto, A. (2025). Penatalaksanaan holistik penyakit Alzheimer pada lansia di panti sosial: Case report. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 7(1), 1–7.

5. Bachrun, E., & Putri, M. A. (2022). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 12(Januari), 75–82.

6. Sofie, N., & Sefrina, L. R. (2022). Literatur Review: Pengaruh edukasi gizi terhadap perubahan pola makan pasien diabetes melitus (Literature Review: The Effect of Nutrition Education on Dietary Changes to Diabetes Mellitus Patients). Jurnal Gizi dan Kesehatan, 14(2), 224-237.

7. Mardhatillah, G., Mamfaluti, T., Jamil, K. F., Nauval, I., & Husnah. (2022). Kepatuhan diet, status gizi dan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di Posbindu PTM Puskesmas Ulee Kareng. Jurnal Nutrisi Klinik Indonesia, 11(4), 285–293.

8. Wardani, E. D. A., Retnaningsih, D., & Wulandari, P. (2020). Dukungan keluarga berhubungan dengan kualitas hidup lansia demensia. Jurnal Ners Widya Husada, 7(2), 49–56.

9. Idris, A. M., Jafar, N., & Indriasari, R. (2014). Pola makan dengan kadar gula darah pasien DM tipe 2. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 10(4), 211-218.

10. Amisi, Marsella Dervina, Yulianty Sanggelorang, & Asep Rahman. (2020). Korelasi Antara Asupan Energi Dan Protein Dengan Indeks Massa Tubuh Penduduk Lansia. Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan, 3(1), 114–121. https://doi.org/10.31850/makes.v3i1.384.

11. Sutanto, L. B., Purnomosari, L., & Pratiwi, D. (2024). The influence of protein on muscle maintenance in aging populations: A review. Bali Medical Journal, 13(3, Supplementary), –. https://doi.org/10.15562/bmj.v13i3.5562

12. Santosa, F. L. (2024). Pelaksanaan proses asuhan gizi terstandar pemberian diet diabetes melitus, rendah purin, dan rendah lemak terhadap pasien diabetes melitus tipe 2 dan suspect cerebrovascular accident: Sebuah laporan kasus. Media Gizi Kesmas, 13(1), 21–29. https://doi.org/10.20473/mgk.v13i1.2024.21-29

13. Arianto, Y. C. (2018). 56 Makanan Ajaib dan Manfaatnya untuk Kesehatan dan Kecantikan: Venom Publisher. Jakarta: Venom publisher.

14. Oktaviana, S. T., Wulandari, T. S., & Parmilah. (2023). Nasi beras merah (Oriza Nivara) untuk pengendalian ketidakstabilan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus. Jurnal Ilmiah Keperawatan dan Kesehatan Alkautsar (JIKKA), 2(1). https://jurnal.akperalkautsar.ac.id/index.php/JIKKA

15. Askandar, T. (2011). Hidup sehat dan bahagia bersama diabetes: Panduan lengkap pola makan untuk penderita diabetes (Revisi ke-3). Gramedia Pustaka Utama.

Downloads

Published

2026-02-28