Survei Aksesibilitas Layanan Kesehatan Penyandang Disabilitas Rungu di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.29103/jkkmm.v4i3.22396Keywords:
Penyadang disabilitas, pelayanan, runguAbstract
Penyandang disabilitas rungu adalah kelompok difabel yang mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari karena ketidak mampuannya mendengar. Kesehatan adalah salah satu pelayanan dasar yang harus dipenuhi negara karena bersinggungan dengan kebutuhan dan hak utama warga. Pelaksanaan pelayanan kesehatan diselenggarakan dengan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Artinya, setiap warga negara, tak terkecuali penyandang disabilitas, mempunyai hak yang sama untuk mendapat pelayanan kesehatan yang bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat aksesibilitas layanan kesehatan penyandang disabilitas rungu. Studi ini adalah deskriptif analitik yang menggunakan pendekatan secara cross sectional. Tujuannya adalah untuk analisa tingkat aksesibilitas responden terhadap layanan kesehatan seluruh tempat/lokasi penduduk yang berada di wilayah Republik Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada selama 45 hari (18 Januari sampai 3 Maret 2023). Sampel pada penelitian ini adalah 405 responden yang memenuhi kriteria eklusi dan inklusi dengan pengambilan sampel yaitu consecutive sampling. Hasil penelitian didapatkan tingkat akses penyandang disabilitas terhadap layanan kesehatan yaitu kurang mudah (64,7%).
References
1. Fabiana Meijon Fadul. Penguatan Jaminan Mutu Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan untuk Penyandang Disabilitas dalam PP No. 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimum dan Peraturan Perundang-Undangan Turunannya (Permendikbud dan Permenkes). 2019;(2):1–15.
2. RI KK. Situasi Penyandang Disabilitas. 2020;5(3):248–53.
3. Ndaumanu F. Hak Penyandang Disabilitas: Antara Tanggung Jawab dan Pelaksanaan oleh Pemerintah Daerah. Jurnal HAM. 2020;11(1):131.
4. Nasional BRI. Naskah Kebijakan Pelayanan Kesehatan Inklusi Bagi Penyandang Disabilitas Rekomendasi Kebijakan Komite Nasional MOST-UNESCO Indonesia. 2022;269–308.
5. Agustina SC. Peran Posbindu Disabilitas Dalam Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. 2018;7.
6. Kemenkes RI. Disabilitas Tuna Rungu [Internet]. InfoDATIN Pusat Data dan Informasi Kementerian Keseharan RI. 2019. p. 1–9. Available from: https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-tunarungu-2019.pdf
7. Indonesia KHR. Kajian Pemenuhan Hak Atas Kesehatan Bagi Kelompok Rentan di Indonesia [Internet]. Vol. 53, ISSN 2502-3632 (Online) ISSN 2356-0304 (Paper) Jurnal Online Internasional & Nasional Vol. 7 No.1, Januari – Juni 2019 Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta. 2019. 86 p. Available from: www.journal.uta45jakarta.ac.id
8. Hasibuan SU, Ayuningtyas D. A Literature Review: Gambaran Perwujudan Puskesmas Ramah Disabilitas pada Beberapa Wilayah di Indonesia. J Med Hutama [Internet]. 2021;3(1):1390–9. Available from: http://jurnalmedikahutama.com
9. CDC (2020) When and How to Wash Your Hands, Centers for Disease Control and Prevention
10. Martak R, Sari DP, Wijayanti A. Analisis Jaminan Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional. Jurnal Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial. 2021;10(2):77–89.
11. Purwaningsih T, Kurniawati N, Santoso B. Aksesibilitas Alat Bantu Adaptif bagi Penyandang Disabilitas di Indonesia. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia. 2022;11(3):123–32.
12. Indonesia Corruption Watch. Survei Akses Layanan Kesehatan Bagi Penyandang Disabilitas. Jakarta: ICW; 2021.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rezza Varry, Indra Zachreini, Fitrina Ghaitsa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
COPYRIGHT NOTICE
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication and this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
All articles in this journal may be disseminated by listing valid sources and the title of the article should not be omitted. The content of the article is liable to the author.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
In the dissemination of articles, the author must declare the GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh as the first party to publish the article.








