Pembuatan Sabun Transparan Berbasis Minyak Kelapa Dan Minyak Jarak Dengan Penambahan Ekstrak Lidah Buaya (Aloe Vera) Sebagai Bahan Antioksidan Alami

Zikri Amarullah Surbakti, Syamsul Bahri, Rozanna Dewi, Riska Nurlaila, Rizka Mulyawan

Abstract


Sabun padat transparan merupakan salah satu inovasi sabun yang menjadikan sabun lebih menarik. Sabun trannsparan mempunyai busa yang lebih halus dibandingkan dengan sabun opaque sabun yang tidak transparan (Qisty, 2009). Faktor yang dapat mempengaruhi transparansi sabun adalah kandungan alkohol, gula, dan gliserin dalam sabun. Tujuan Penambahan Lidah buaya (Aloe Vera) Lidah buaya pada sabun padat transparan adalah memiliki kandungan saponin yang mempunyai kemampuan untuk membersihkan dan bersifat antiseptik. Karboksipeptidase yang terdapat pada daging daun lidah buaya bersifat antiinflamasi, hemiselulose dan mannan berfungsi untuk pertumbuhan dan perbaikan kulit. Polisakarida dan flavonoid juga bersifat sebagai antioksidan. Pada Penelitian ini, pembuatan sabun padat transparan dengan variabel yang telah ditetapkan formulanya yaitu sebanyak 0, 10, 20, 30 gram ekstrak lidah buaya dengan memvariasikan konsentrasi NaOH 26 %, 28 % dan 30 % serta menambahkan bahan baku minyak kelapa 40 gram, minyak jarak 30 gram, larutan gliserin 30 ml, larutan etanol 30 ml, larutan gula 70 % sebanyak 60 ml dan menambahkan asam stearat pada suhu reaksi 80°C . Penelitian ini bertujuan juga untuk membuat sabun padat transparan sesuai dengan ketentuan SNI 06-4085, 1994 yang meliputi penentuan uji kadar air, uji pH (Derajat Keasaman), uji stabilitas busa, dan penentuan uji organoleptik.

Keywords


Sabun padat transparan, ekstrak lidah buaya (aloe vera), larutan gliserin, larutan etanol, larutan gula

Full Text:

PDF

References


Hambali, E., Suryani, A., & Evimia Indriani Umiarti. (2004). Pengaruh Penambahan Lidah Buaya (Aloe Vera) Terhadap Mutu Sabun Transparan.” Journal of Agroindustrial Technology 14(2): 74–79. 020032(March), 5–10.

Harborne, J. B. 1987. (1987). Metode Fitokimia. Terjemahan: Padmawinata, K dan Soediro, I. Institut Teknologi Bandung, Bandung. 7(3), 149–154.

Hartanto, E. S., & Lubis, E. H. (2002). (2002). Pengolahan Minuman Sari lidah Buaya (Aloevera linn.). dalam D. M. Sari, Pemanfaatan Lidah Buaya (Aloe Vera) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhan Batu. Medan. 1(2), 117.

Kusdianti dan Meiranda, R, E. (2005). Tinjauan Tentang Bunga Jarak (Ricinus communis L). Bandung: Fakultas Pendidikan MIPA Jurusan Pendidikan Biologi UPI Bandung. 1(2), 117.

Mitsui, T., 1997. (1997). New Cosmetic Science, Elsevier, Tokyo. 5(2), 58–65.

Qisti, R. (2009). Sifat Kimia Sabun Transparan dengan Penambahan Madu pada Konsentrasi yang Berbeda. Bogor, Program Studi Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. 1(1), 32–40.

Sangi, M., Runtuwene, M.R.J., S., & H.E.I. dan Makang, V. M. A. 2008. (2008). Analisis Fitokimia Tumbuhan Obat di Kabupaten Minahasa Utara. Chemistry Progress. 1:47-53. Industria: Jurnal Teknologi Dan Manajemen Agroindustri, 6(3), 113–118.

Sasongko, H., & Mumpuni, A. S. (2017). Pengaruh penambahan sukrosa terhadap mutu sabun transparan dari ekstrak etanol herba pegagan (Centella asiatica L.). Jurnal Standarisasi, 10(1), 27–30.

SNI. (1994). Sabun. 5(1).




DOI: https://doi.org/10.29103/cejs.v2i4.7493

Article Metrics

 Abstract Views : 203 times
 PDF Downloaded : 3 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Zikri Amarullah Surbakti, Syamsul Bahri, Rozanna Dewi, Riska Nurlaila, Rizka Mulyawan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) , Jalan Batam No 02 Universitas Malikussaleh Kampus Bukit Indah.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Stat Counter

Flag Counter