EKSTRAKSI OLEORESIN DARI AMPAS JAHE (ZINGIBER OFFICINALE ROSC) LIMBAH PENGOLAHAN JAHE DENGAN METODE EKSTRAKSI PADAT-CAIR (LEACHING)

Authors

  • Khoirunnisa Al Fadhilah Ritonga Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh
  • Muhammad Muhammad Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh
  • Masrullita Masrullita Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh
  • Syamsul Bahri Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh
  • Azhari Azhari Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh

DOI:

https://doi.org/10.29103/cejs.v2i1.6391

Keywords:

Ampas Jahe, Oleoresin, Gingerol, Leaching, Etanol, Aseton

Abstract

Oleoresin merupakan salah satu produk hasil ekstraksi rempah-rempah yang digunakan untuk bahan perasa karena lebih mudah penggunaannya. Oleoresin jahe yang dikenal dengan gingerol diperoleh dari hasil ekstraksi jahe menggunakan pelarut yang memiliki sifat-sifat tertentu dan tidak beracun bagi makanan. Pemanfaatan ampas pengolahan jahe sebagai bahan baku penelitian pembuatan oleoresin jahe menggunakan pelarut etanol dan aseton dengan variasi volume pelarut, suhu dan ukuran ampas jahe dengan metode ekstraksi pada-cair (Leaching). Ampas jahe dilakukan pengeringan dan pengecilan ukuran menjadi mesh 50 dan mesh 80, lalu diekstraksi persampel dengan variabel bebas variasi suhu 35°C, 45°C dan 55°C, dan volume pelarut 300 ml, 400ml, dan 500 ml menggunakan pelarut etanol dan aseton. Adapun variabel tetapnya berupa massa tiap sampel yaitu 100gr, waktu ekstraksi selama 3 jam dengan kecepatan pengadukan 150 rpm. Dari penelitian didapatkan kondisi terbaik untuk menghasilkan rendemen, densitas oleoresin dari ekstraksi ampas jahe yaitu pada kondisi suhu ekstraksi 55°C, volume 500ml dan mesh 50 menggunakan pelarut etanol dengan rendemen 21%, densitas 0,838 gr/cm³ dan indeks bias 1,496535. Sedangkan, esktrasi menggunakan pelarut aseton dengan perlakuan yang sama didapatkan rendemen 5,3%, densitas 0,826 gr/cm³ dan indeks bias 1,407505.

References

Alyssa Nahla Amir, P. F. L. (2013). Pengambilan Oleoresin Dari Limbah Ampas Jahe Industri Jamu (PT. SIDO MUNCUL) dengan Metode Ekstraksi. Jurnal Teknologi Kimia Dan Industri, 2(3), 88-95.

Anam, C. (2010). Extraction of ginger oleoresin (Zingiber officinale) study of material size, solvent, time and temperature. Jurnal Pertanian MAPETA, 12(2), 101-110 (in Indonesian).

Fakhrudin, M. I. (2008). KAJIAN KARAKTERISTIK OLEORESIN JAHE BERDASARKAN UKURAN DAN LAMA PERENDAMAN SERBUK JAHE DALAM ETANOL. In Teknologi Pertanian Universitas Sebelas Maret.

Fathona, D. (2011). KANDUNGAN GINGEROL DAN SHOGAOL, INTENSITAS KEPEDASAN DAN PENERIMAAN PANELIS TERHADAP OLEORESIN JAHE GAJAH (Zingiber officinale var. Roscoe), JAHE EMPRIT (Zingiber officinale var. Amarum), DAN JAHE MERAH (Zingiber officinale var. Rubrum). Institut Pertanian Bogor.

Gaedcke. (2005). Ginger Extract Preparations. U.S Patent No. 10/496885, 1(19).

Mahady, G. B. (2001). Global Harmonization of Herbal Health Claims. May, 1075-1079.

Martina, D. (2012). Pengaruh Kadar Oleoresin Jahe dan Proses Pengolahannya Terhadap Karakteristik Organoleptik Permen Lunak Jahe yang Dihasilkan. Surabaya, 37.

Oktora, R. D., Aylianawati, A., & Sudaryanto, Y. (2007). Ekstraksi Oleoresin dari Jahe. Teknik Kimia Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, 6(2), 131-141.

Ramadhan, A. E., & Phaza, H. A. (2013). Pengaruh konsentrasi Etanol, Suhu dan Jumlah Stage Pada Ekstraksi Oleoresin Jahe (Zingiber officinale Rosc) Secara Batch. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689-1699.

Suranto. (2004). PENGARUH PENAMBAHAN VARIASI SARI JAHE (Zingiber officinale) TERHADAP KUALITAS YOGHURT SECARA UJI ORGANOLEPTIK. Yogyakarta.

Treyball, R. E. (1981). Mass Transfer Operations. In 3rd (pp. 717-723).

Downloads

Published

2022-05-31