PENGARUH SUHU DAN WAKTU TERHADAP PROSES PENYULINGAN MINYAK SEREH WANGI (Cimbopogon nardus l.)

Junita Adianda Sari, Wusnah Wusnah, Azhari Azhari

Abstract


ABSTRAK Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutannya terhadap dua cairan tidak saling larut yang berbeda. Pengambilan ekstrak minyak atsiri dapat dilakukan dengan tiga metode yaitu penyulingan atau destilasi, ekstraksi menggunakan pelarut, dan melalui pengepresan atau penekanan.Pada percobaan ini metode yang digunakan untuk mengekstrak minyak dari daun sereh wangi dilakukan dengan cara penyulingan. Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu untuk mengetahui pengaruh waktu dan suhu penyulingan pada proses pengambilan minyak atsiri. Adapun prosedur penelitian dimulai dengan ukuran daun sereh diperkecil terlebih dahulu. Kemudian ditimbang sereh sebanyak 500 gram. Dimasukkan air sebanyak 500 mL sebagai pelarut, setelah itu baru ditambahkan daun sereh wangi kedalam alat penyulingan. Proses penyulingan dilakukan pada suhu 120 ℃ dengan variasi waktu penyulingan (3, 3,5, 4, 4,5 dan 5) jam. Hasil penyulingan kemudian dilakukan pemisahan, untuk memisahkan air yang masih terkandung didalam minyak. Ulangi prosedur diatas dengan suhu yang berbeda. Hasil dari penelitian yang didapat yaitu % yield yang terendah didapat pada waktu 3 jam dengan suhu 120 ℃ yaitu 0,998% dan % yield tertinggi didapat pada waktu 5 jam dan pada suhu 120 ℃ yaitu 1,228%. Sedangkan nilai densitas yang terendah diperoleh pada waktu penyulingan 5 jam yaitu 0,882 gr/ml dan nilai densitas tertinggi diperoleh pada waktu 3 jam yaitu 0,886 gr/ml. Kata Kunci: Ekstraksi, Penyulingan, Yield, Densitas, Daun Sereh Wangi ABSTRACT Extraction is a process of separating a substance based on the difference in solubility of two different insoluble liquids. Extracting essential oils can be done in three methods, namely distillation or distillation, extraction using solvents, and pressing or pressing. In this experiment the method used to extract oil from leaves of fragrant lemongrass is done by distillation. The purpose of this experiment is to determine the effect of distillation time and temperature on the process of extracting essential oils. The research procedure starts with the size of lemongrass leaves being reduced first. Then weighing 500 grams of lemongrass. Add 500 mL of water as a solvent, then add lemongrass leaves to the distiller. The distillation process was carried out at a temperature of 120 ℃ with variations in distillation time 3 hours, 3.5 hours, 4 hours, 4.5 hours and 5 hours. The distillation is then separated, to separate the water that is still contained in the oil. Repeat the procedure above with a different temperature. The results of the research obtained were the lowest% yield obtained at 3 hours with a temperature of 120 ℃ which was 0.998% and the highest% yield was obtained at 5 hours and at a temperature of 120 ℃ ie 1.282%. While the lowest density value obtained at the time of 5 hours distillation is 0.882 gr / ml and the highest density value obtained at 3 hours is 0.886 gr / ml. Keywords: Extraction, Distillation, Yield, Density, Fragrant Citronella Leaves

Full Text:

PDF

References


Agusta, A., 2000. Minyak Atsiri Tumbuhan Tropika Indonesia. Penerbit ITB: Bandung.

Agustian, E., Sulaswaty, A., Laksmono, J.A., Adilina, LB. 2007. Pemisahan Sitronellal dari Minyak Sereh Wangi Menggunakan Unit Fraksionasi Skala Bench. J. Tek. Ind. Pert. Vol. 17 (2): 49-53.

Badan Standarisasi Nasional, 1995. Minyak Sereh. Standar Nasional Indonesia. SNI 06-3953-1995. Hal 3-5: Jakarta.

Burdock, G. 2002. Fanarali‘s Handbook of Flavor Ingredients. Boca Raton, FL, CRC Press.

Chooi, O.H. 2008. Remppah Ratus: Khasiat makanan dan ubatan. Prin-Ad SDN. BHD, Kuala Lumpur. Hal: 202-203.s

Feriyanto, Y. 2013. “Pengambilan Minyak Atsiri dari Daun dan Batang Sereh Wangi (Cymbopogon winterianus) Menggunakan Metode Distilasi Uap Air dengan Pemanasan Microwave”. Jurnal Teknik Kimia. Institut Teknologi 10 November: Surabaya.

Fransiska, A. Laurentia Eka, S. Felycia Edi, S. 2008. Ekstraksi Minyak Atsiri Dari Tanaman Serah Denga Menggunakan Pelarut Metanol, Aseton dan N-Heksana. Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia. Universitas Katolik Widya Mandala: Surabaya.

Genjor, J., 1978. Von Der Duftenden Blume Ylang-ylang. Philippinische Marrchen.

Guenther, E. 1952. The Essential Oils. 2nd Ed. New York: D. Van Nostrand Co. Inc.

Guenther, E. 1987. Minyak Atsiri Jilid I. Diterjemahkan oleh S. Ketaren. Jakarta.Universitas Indonesia Press.

Hernani dan T. Marwati. 2006. Peningkatan Mutu Minyak Atsiri Melalui Proses Pemurnian. Makalah disampaikan pada konferensi nasional minyak atsiri 2006, Solo 11 hal.

Ketaren S. 1985. Minyak Atsiri. IPB: Bogor.

Ketaren, S dan B. Djatmiko. 1978. Minyak Atsiri Bersumber Dari Bunga dan Buah. Bogor: Departemen Teknologi Hasil Pertanian, Fatemeta IPB.

Luangnarumitchai, S., Lamlertton, S., dan Tiyaboonchai, S., 2007. Antimicrobial Activity Of Essential Oils Againts Five Strains of Propionibacterium Acnes.Mahidol University Journal of Pharmaceutical Sciences, Volume 34(1-4), 60-64.

Ma’mun dan Nanan N. 1993. Pengaruh Perajangan dan lama pelayuan terhadap rendemen dan mutu minyak serai dapur. Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Vol. 8 (1).

Nurmansyah dan H. Syamsu. 2001. Pengaruh minyak atsiri beberapa klon unggul serai wangi terhdap pathogen penyakit layu dan busuk batang tanaman cabe. Stigma IV (4): 362.

Nurmansyah. 2010. Efeksifitas Minyak Serai Wangi Dan Fraksi SitronellalTerhadap Pertumbuhan Jamur Phytopthora Almivora Penyebab Penyakit Busuk Buah Kakao. Bul. Littro. 21 (1): 43-45

Onawunmi, G.O. 1989. Evaluation of The Antimicrobial of Citral, Left. Appl. Microbial. Vol. 9, Hlm. 105-108.

Phuong Ha, H., Hunynh. March 2008. Extraction of Essential oil From Lemongrass Using Supercritical Carbondioxidem. Chemical Engineering Departement De La Salle University: Manila.

Rusli, S. 1977. Kontruksi Unit Penyulingan Sereh Wangi, Sereh Dapur dan Cengkeh, Lembaga Penelitian Tanaman Industri.

Sastrohamidjojo, H. 2002. Kimia Minyak Atsiri. Yogyakarta: FMIPA, Universitas Gadjah Mada.

Sentosa, Ginting. 2004. Pengaruh Lama Penyulingan Terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Atsiri Daun Sereh Wangi. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara.

Soetrisno R. 1972. Ichtisar farmakognosi.Edisi III.Tunas Harapan Jakarta.

Sudarmadji, S., Haryono, B., Suhardi. 1996. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty: Yogyakarta.

Sukamto dan Dzajuli M Suheryadi Dedi. 2011. Serai Wangi cimbopogon nordus l.) sebagai penghasil minyakatsiri,tanaman konservasi, dan pakan lemak. Rosiding seminar nasional inovasi perkebunan. Bogor

Susetyo R., dan Reni H. 2004. Kiat Menghasilkan Minyak Sereh Wangi: Jakarta,




DOI: https://doi.org/10.29103/cejs.v1i1.1493

Article Metrics

 Abstract Views : 175 times
 PDF Downloaded : 8 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Junita Adianda Sari, Wusnah Wusnah, Azhari Azhari

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) , Jalan Batam No 02 Universitas Malikussaleh Kampus Bukit Indah.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Stat Counter

Flag Counter