PEMANFAATAN LIDAH BUAYA SEBAGAI KOAGULAN PADA PENJERNIHAN AIR
DOI:
https://doi.org/10.29103/cejs.v4i1.13266Keywords:
Kekeruhan, Kesadahan, Koagulan, Lidah Buaya dan PartikelAbstract
Koagulan adalah suatu material yang digunakan untuk mengikat partikel atau kotoran dalam air yang selanjutnya menjadi flokulan yang mengubah partikel tersebut terikat menjadi gumpalan dan mempunyai berbeda ukuran untuk mengendap. Penelitian ini bertujuan meneliti lidah buaya mampu menjadi biokoagulan, melihat pengaruh waktu reaksi dan karakteristik koagulan yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan variasi dosis koagulan dengan 0,2 ml, 0,4 ml dan 0,6 ml serta lama pengadukan yaitu 30, 45 dan 60 menit, dengan kecepatan pengadukan 30 rpm. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah dengan mengggunakan lidah buaya sebagai koagulan pada penjernihan air. Air yang dimaksudkan untuk sanitasi dan higiene harus tersedia memenuhi kebutuhan kesehatan yang meliputi kebutuhan fisik, biologis dan kimia. Hasil yang diperoleh dari pengukuran pH, kekeruhan, kesadahan, suhu dan warna terbaik yaitu pada dosis 0,6 ml dengan lama pengadukan 60 menit. Nilai pH terbaik dari 7,8 menjadi 6,6. Nilai kekeruhan air yang terbaik dari 154,62 menjadi 42,894. Nilai kesadahan air dari 3,7548 ppm menjadi 0,2058 ppm. Suhu tidak ada perubahan dikarenakan tidak ada reaksi kimia yang cepat berlangsung, dan warna air berubah dari 178 menjadi 46. Sehingga dari semua hasil yang didapat pada penelitian diketahui bahwasanya variasi jumlah dosis gel lidah buaya yang digunakan dan lama pengadukan mempengaruhi hasil kadar koagulan yang dihasilkan. Semakin banyak massa yang digunakan maka semakin baik pH, kekeruhan, kesadahan, suhu dan warna yang dihasilkan.References
Banurea, I. 2008. Penentuan Kadar Kesadahan Total Dalam Air Baku Dan Air Bersih Dengan Titrasi Kompleksometri Di PT Inalum Kuala Tanjung. Skripsi. Universitas Sumatera Utara.
Elly, J. Putra, H. S. C., Zairinayati. 2021. Penggunakaan Lidah Buaya (Aloe vera) Sebagai Koagulan Alami Untuk Menurunkan Kekeruhan Air. Jurnal Kesehatan Lingkungan Ruwa Jurai Vol.15(1):23-27. http://dx.doi.org/10.26630/rj.v15i1.2152
Furnawanthi, I. S. (2002). Khasiat Dan Manfaat Lidah Buaya. Jakarta: PT. Agromedia Pustaka.
Idris, J., Som, A.M., Musa, M., & Hamid, K.H.K., 2013. Dragon Fruit Foliage Plant-Based Coagulant For Treatment Of Concentrated Latex Effluent: Comparison Of Treatment With Ferric Sulfate. Journal of Chemistry hal 1-7. https://doi.org/10.1155/2013/230860
Kementerian Kesehatan RI, 2017. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 32 tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan Dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, Dan Pemandian Umum.
Maharani, A., Prambudi, A.R., & Udyani, K., 2020. Pengolahan Air Sumur Di Daerah Simolawang Menggunakan Metode Koagulasi Dengan Koagulan Aloe Vera. Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan VIII, hal 315-322. ISSN: 2685-6875.
Malaka, D. (2011). Kajian Efektifitas Tepung Biji Kelor Dalam Meningkatkan Kualitas Air. Skripsi.Universitas Tadulako, Palu.
Mujariah, M, Abram, P. H., & Jura, M.R., 2016. The Use of Aloe Vera Gel (Aloe Vera) As A Natural Coagulant in Well Water Purification at The Sausu Tambu Village District Sa. Jurnal Akademi Kimia Vol. 5, 16-22. https://dx.doi.org/10.22487/j24775185.2016.v5.i1.7995
Permatasari, T.J & Apriliani, E., 2013. Optimasi Penggunaan Koagulasi Dalam Proses Penjernihan Air. Jurnal Sains dan Seni POMITS, Vol. 2,(1): 2337-3520. http://dx.doi.org/10.12962/j23373520.v2i1.3054
Pichler, T., Young, K., & Alcantar, N., 2012. Eliminating Turbidity In Drinking Water Using The Mucilage Of A Common Cactus. Water Science & Technology: Water Supply Vol. 12(2). 179-186. https://doi.org/10.2166/ws.2012.126
Pranata, M.F., A., S., & Raharja, M., 2019. Perbaikan Kualitas Air Menggunakan Gel Lidah buaya (Aloe vera). Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol.16(2), 763-790. https://doi.org/10.31964/jkl.v16i2.165
Puspitasari, D., Setiawan, A., & Dewi, T.U., 2018. Penggunaan Lidah Buaya sebagai Biokoagulan di Industri Minyak. Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol.1(1) :141-144.ISSN No. 2623- 1727.
Ramadhani, S., Sutanhaji, A. T., & Widiatmono, B. R. (2013). Perbandingan Efektivitas Tepung Biji Kelor (Moringa Oleifera Lamk), Poly Aluminium Chloride (PAC), Dan Tawas Sebagai Koagulan Untuk Air Jernih. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis Dan Biosistem Vol.1(3): 186-193. ISSN No. 2656-243X.
Rifai, J. 2007. Pemeriksaan Kualitas Air Bersih Dengan Koagulan Alum Dan PAC Di IPA Jurug PDAM Kota Surakarta. Skripsi. Jurusan Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret Surakarta
Vijayaraghavan, G., & Shanthakumar, S., 2015. Efficacy Of Moringa Oleifera And Phaseolus Vulgaris (Common Bean) As Coagulants For The Removal Of Congo Red Dye From Aqueous Solution. Journal of Materials and Environmental Science Vol.6(6): 1672-1677. ISSN : 2028-2508.
Yawaritsa, Y., Daud, S., & Asmura, J., 2019. Penyisihan Warna dan Zat Organik (KMnO4) pada Air Gambut dengan Biokoagulan Gel Lidah Buaya. JOM FTEKNIK Vol.6, 1-8. ISSN: 2355-6870.
Yuliastri, I. R. 2010. Penggunaan Serbuk Biji Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Koagulan Dan flokulan Dalam Perbaikan Kualitas Air Limbah Dan Air Tanah. Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
All articles in this journal may be disseminated by listing valid sources, and the article's title should not be omitted. The content of the article is liable to the author.
Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges and earlier and greater citation of published work.
In disseminating articles, the author must declare the Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) as the first party to publish the article.









