PEMANFAATAN LOGAM ALUMUNIUM (Al) PADA KALENG MINUMAN BEKAS MENJADI TAWAS

Authors

  • Muhammad Ifan Abrar Program Studi Teknik Kimia Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh
  • Jalaluddin Jalaluddin Program Studi Teknik Kimia Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh
  • Eddy Kurniawan Program Studi Teknik Kimia Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh
  • Meriatna Meriatna Program Studi Teknik Kimia Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh
  • Syamsul Bahri Program Studi Teknik Kimia Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh

DOI:

https://doi.org/10.29103/cejs.v4i1.13232

Keywords:

Koagulan, Koloid, Konsentrasi, Suspensi, dan Yield

Abstract

Tawas terkenal sebagai agen penggumpal dalam pemrosesan limbah air yang sangat efisien untuk memisahkan partikel yang mengapung baik dalam bentuk koloid maupun suspensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi KOH terhadap jumlah tawas yang diperoleh serta mengetahui mutu kadar tawas yang diperoleh dari limbah kaleng minuman bekas. Prosesnya yaitu kaleng bekas yang digunakan diamplas dengan kertas pasir kemudian dipotong kecil-kecil. Lempengan kaleng dilarutkan menggunakan KOH 50 ml dengan variasi konsentrasi (5%, 15%, 25%, 35%). Disaring untuk mendapatkan filtrat. Filtrat ditambahkan larutan H2SO4 3M sebanyak 30 ml. Dioven pada suhu 70oC selama 1 jam. Tawas yang dihasilkan dihitung % yield, kelarutan dalam air, kadar aluminium dan penjernihan air sederhana. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah dengan menerapkan kaleng tebs dan pocari sweat untuk menentukan kadar aluminium dalam tawas untuk penjernihan air waduk. Dari hasil yang diperoleh % yield paling tinggi pada kaleng pocari didapat pada konsentrasi KOH 35% sebesar 81,61% dan kaleng tebs pada konsentrasi KOH 35% sebesar 96,24%. Semakin tinggi konsentrasi yang digunakan, maka makin cepat melelehkan kaleng bekas serta mampu menjerat lebih berlimpah aluminium pada kaleng. Namun, hal ini musti disertai peningkatan kadar H2SO4 agar memudahkan dan mempersingkat pembentukan tawas.

References

Arianti, N. N., Yuliarti, E., & -, M. (2018). Penerapan Prinsip 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replant Dan Replace) Sebagai Upaya Efektif Menangani Masalah Sampah Rumahtangga. Dharma Raflesia : Jurnal Ilmiah Pengembangan Dan Penerapan IPTEKS, 13(1), 54-63. https://doi.org/10.33369/dr.v13i1.4131

Febrina, L., Kholil, K., Nurakbari, E. H., & Prinajati, P. D. (2022). Peningkatan Pemahaman Mahasiswa Tentang Etika Lingkungan Melalui Implementasi Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(1), 970-983. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i1.1941

Manurung, M & Ayuningtyas, I.F. 2010. Kandungan Aluminium Dalam Kaleng Bekas Dan Pemanfaatannya Dalam Pembuatan Tawas. Jurnal Kimia Vol. 4(2):180-186.

Mulyatun, M., Masrullita, M., Ginting, Z., Azhari, A., & Kurniawan, E. (2022). Karakteristik Tawas Dari Kaleng Minuman Bekas Dengan Katalis Koh Dan Naoh Untuk Penjernih Air. Chemical Engineering Journal Storage (CEJS), 2(3), 116. https://doi.org/10.29103/cejs.v2i3.6165

Purnawan, I., & Ramadhani, R.B. (2014). Pengaruh Konsentrasi KOH Pada Pembuatan Tawas Dari Kaleng Alumunium Bekas. Teknologi, 6, 109-119.

Sitompul, L. R., Yenie, E., & Elystia, S. (2017). Pemanfaatan Logam Aluminium (Al) pada Kaleng Minuman Soda Menjadi Tawas. Jom F TEKNIK, 4(1), 1-6.

Downloads

Published

2024-04-29