PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT DARI KOTORAN KAMBING DAN COCOPEAT DENGAN BIOAKTIVATOR SOT (SUPLEMEN ORGANIK TANAMAN)

Authors

  • Chairinnisa Chairinnisa Program Studi Teknik Kimia Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universits Malikussaleh
  • Eddy Kurniawan Program Studi Teknik Kimia Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universits Malikussaleh
  • Rizka Mulyawan Program Studi Teknik Kimia Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universits Malikussaleh
  • Jalaluddin Jalaluddin Program Studi Teknik Kimia Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universits Malikussaleh
  • Lukman Hakim Program Studi Teknik Kimia Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universits Malikussaleh

DOI:

https://doi.org/10.29103/cejs.v4i1.12163

Keywords:

Kata kunci, Kotoran Kambing, Fermentasi, Nitrogen, Fosfor, Kalium.

Abstract

Abstrak

Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup yang diolah melalui proses pembusukan oleh bakteri pengurai, seperti pelapukan sisa-sisa tanaman. Pupuk organik padat yaitu pupuk yang diperoleh hewan atau tumbuhan. Pupuk organik padat memiliki unsur hara makro seperti Nitrogen, Fosfor dan Kalium yang dibutuhkan olreh suatu tanaman serta dapat memperbaiki unsur hara dalam tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung kadar Nitrogen, Fosfor dan Kalium dalam pupuk organik padat dengan bahan baku utama yaitu kotoran kambing dan bahan baku pendukung yaitu kapur dolomit, cocopeat dan SOT. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah penambahan bioaktivator SOT, cocopeat, dan dolomit. Salah satu metode proses pembuatan pupuk organik padat yaitu dengan cara fermentasi. Pada penelitian ini yang divariasikan yaitu waktu fermentasi (8, 12, 16 dan 20) hari dan volume SOT (40, 60, 80 dan 100 ml). Hasil penelitian dengan kadar N, P, dan K terbaik didapat pada hari ke 20 dengan volume SOT 100 ml, yaitu 1,83% N, 0,41 % P dan 0,68 % K. lama waktu fermentasi dan volume SOT sangat mempengaruhi kadar N, P dan K. semakin banyak volume SOT maka kadar N, P dan K akan semakin tinggi, begitu juga dengan lama waktu fermentasi yang digunakan.

References

Daftar Pustaka

Adi Ratriyanto, Susi Dwi Widyawati, Wara P.S Suprayogi, Sigit Prastowo, Nuzul Widyas. 2021. Pembuatan Pupuk Organik Dari Kotoran Ternak Untuk Meningkatkan Produksi Pertanian. 83-85 https://doi.org/10.20961/semar.v8i1.40204

Asri Ainun Surya, Nur Ainun Salsabila Ramli, Paramita Indra Saputri, Rahmatia, Sitti Yunus. 2021. Pembuatan Pupuk Organik Menggunakan Kotoran Kambing. 162-167 https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v5i2.1068

Astuti, P. (2018). Unsur Hara Kebutuhan Tanaman. Pertanian. Pontianak Kota.Go.Id. 17-23 https://doi.org/10.36085/jtis.v3i2.810

Esther L. Tobing. 2009. Studi Tentang Kandungan Unsur Hara Makro dan C/N dari Kompos Tumbuhan Kembang Bulan (Tithonia Diversifolia). Skripsi, Departemen Kimia. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sumatera Utara, Medan. 56-66 https://doi.org/10.20527/es.v19i1.15731

Linda Trivana, Adhitya Yudha Pradhana, Alfred Pahala Manambangtua. 2017. Optimalisasi Waktu Pengomposan Pupuk Kandang Dari Kotoran Kambing dan Sabut Kelapa Dengan Bioaktivator EM4. 16-24 https://doi.org/10.20885/jstl.vol9.iss1.art2

Siti Alfiatur Rohmaniah, Awawin Mustana Rohmah, Makhrus Afif, Mahfuh Nur Muhammad. 2021. Pemanfaatan Kotoran Kambing Menjadi Pupuk Organik Padat. 21-26 https://doi.org/10.52166/baktikita.v2i2.2769

Downloads

Published

2024-04-29