PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN PEPAYA SEBAGAI INHIBITOR KOROSI PADA PLAT BAJA ST 37 DALAM MEDIA AIR LAUT
DOI:
https://doi.org/10.29103/cejs.v4i1.12003Keywords:
Daun Pepaya, Baja ST 37, Air Laut, Inhibitor Korosi dan Laju KorosiAbstract
Korosi ialah pengurangan kualiti logam akibat tindak balas elektrokimia dengan persekitarannya. Dalam pencegahannya, korosi bisa diatasi dengan penambahan zat penghambat korosi baik organik maupun anorganik ataupun bahan kimia. Inhibitor korosi adalah zat yang mampu menghambat laju korosi logam ketika ditambahkan ke dalam lingkungan tertentu. Salah satu contoh inhibitor korosi yang dapat digunakan untuk memperlambat laju korosi adalah ekstrak organik daun pepaya yang mengandung tanin. Zat ini mampu membentuk senyawa kompleks pada permukaan logam akibatnya dapat menurunkan laju korosi. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah pembuatan inhibitor korosi dengan variasi pH media korosif asam dan basa juga variasi konsentrasi inhibitor. Baja ST 37 merupakan baja dengan kekuatan tarik ‰¤ 37kg/mm2 dengan komposisi besi lebih dari 90% dan hanya mengandung 0,022%-0,30% karbon dan sering digunakan dalam konstruksi-konstruksi mesin yang saling bergesekan. Penelitian penggunaan ekstrak daun daun pepaya menjadi inhibitor korosi pada plat baja ST 37 dilakukan dengan menggunakan metode perendaman. Dimana air laut dengan variasi pH asam dan basa digunakan sebagai media korosif pada plat baja ST 37 dan menggunakan inhibitor ekstrak daun pepaya. Perendaman dilakukan selama 8 hari dengan variasi konsentrasi inhibitor 0, 200, 250 dan 300 ppm. Perhitungan laju korosi dilakukan dengan metode weight loss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi dipengaruhi oleh pH air laut, dimana laju korosi lebih meningkat pada suasana asam namun penggunaan inhibitor tetap menunjukkan hasil signifikan dalam penurunan laju korosi baik pada perendaman air laut dengan suasana asam maupun basa seiring dengan meningkatnya konsentrasi inhibitor yang digunakan. Kecepatan korosi paling kecil didapatkan dengan perendaman air laut pada pH basa dengan konsentrasi inhibitor 300 ppm dengan laju korosi sebesar 1,41 mmpy dengan efisiensi tertinggi pada perendaman 300 ppm pada suasana asam sebesar 81%.
References
ASTM D 2688 Standard Test Methods for Corrosivity of Water in the Absence of Heat Transfer (Weight Loss Method), ASTM International, Philadelphia,PA. (2005).
http://file.yizimg.com/175706/2012040411294029.pdf
Andira, Rizki., Zulnazri., Bahri, Syamsul., Azhari dan Muarif, Agam. 2022. Pemanfaatan Ekstrak Daun Rambutan Sebagai Inhibitor Korosi Pada Plat Besi Dalam Media Air Payau. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, Vol. 2 No. 3.Hal.11-20. Lhokseumawe. Universitas Malikussaleh. https://doi.org/10.29103/cejs.v2i3.6507
Fahriani. 2021. Pengaruh Inhibitor Alami terhadap Laju Korosi Baja Karbon Rendah. Makassar: UIN Alauddin Makassar.
http://repositori.uin-ac.id/id/eprint/18837
Harborne, J.B. 1987. Metode Fitokimia, Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Diterjemahkan oleh Dr. Kosasih Padmawinata dan Dr. Iwang Soediro. Penerbit ITB. Bandung.
https://lib.ui.ac.id/detail.jsp?id=20284797
Irianty, Rozanna Sri dan Maria Peratenta Sembiring. 2012. Pengaruh Konsentrasi Inhibitor Ekstrak Daun Gambir dengan Pelarut Etanol-Air terhadap Laju Korosi Besi pada Air Laut. Jurnal Riset Kimia. 5(2), 165-174.
http://dx.doi.org/10.25077/jrk.v5i2.218
Noor, Tubagus, Sari Kusuma, Agung Purniawan, Budi Agung. 2015.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Kulit Buah Jeruk dan Kulit Buah Mangga sebagai Inhibitor Korosi pada Baja Karbon dalam Media NaCl 3,5%. Jurnal Sains Materi Indonesia. 17(1), 29-33.
http://dx.doi.org/10.17146/jsmi.2015.17.1.4199
Setiadi, T., 2007, Kimia Air, Pengolahan dan Penyediaan Air, ITB, Bandung.
https://adoc.pub/pengolahan-dan-penyediaan-air.html
Yudha Kurniawan Afandi, Irfan Syarif Arief, dan A. (2015). Analisa Laju Korosi pada Pelat Baja Karbon dengan Variasi Ketebalan Coating. Teknik ITS, 4(1), 1-5.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
All articles in this journal may be disseminated by listing valid sources, and the article's title should not be omitted. The content of the article is liable to the author.
Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges and earlier and greater citation of published work.
In disseminating articles, the author must declare the Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) as the first party to publish the article.









