UJI KUALITATIF DAN KUANTITATIF KANDUNGAN PEMANIS BUATAN SIKLAMAT PADA SELAI ROTI DI KOTA LHOKSEUMAWE TAHUN 2016

S. Ranny Yulia Effendi, Nur Fardian, Fury Maulina

Abstract


Selai merupakan  makanan setengah padat yang dibuat dari buah-buahan ataupun produk olahan lain. Proses pembuatannya dapat ditambahkan bahan tambah pangan (BTP) yakni pemanis buatan, seperti siklamat. Siklamat dapat mengganggu kesehatan jika dikonsumsi dengan kadar yang melewati batas maksimumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya kandungan dan kadar siklamat pada selai roti di Kota Lhokseumawe tahun 2016. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan tujuh sampel selai roti yang dilakukan secara kualitatif (pengendapan) dan kuantitatif (gravimetri). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh sampel positif mengandung siklamat dengan kadar berkisar antara 14-70 mg/kg yang menunjukkan bahwa seluruh sampel tidak melebihi batas maksimun. Hal ini menunjukkan bahwa selai roti yang beredar di Kota Lhokseumawe tahun 2016 memenuhi persyaratan BPOM No. 4 Tahun 2014.


Keywords


selai; siklamat; pemanis buatan

Full Text:

PDF

References


Ayuningtias, C., Nasution, E., Jumirah, 2014. Kajian keamanan pangan jajanan roti di toko roti Kecamatan Binjai Kota dan Binjai Utara. Staf Pengajar dan Alumni Gizi Kesehatan Masyarakat FKM USU, Medan.

Utomo, Y., Hidayat, A., Sasi, F. A., 2012. Studi histopatologi hati mencit (mus muskulus l.) yang diinduksi pemanis buatan. Jurnal MIPA UNNES 35(2).

Cahyadi,W., 2009. Analisis & Aspek Kesehatan Bahan Tambah Pangan. Bumi Aksara, Jakarta.

Hasna, H., Dyah, S., 2011. Analisis kandungan nitrit dalam sosis pada distributor sosis di Kota Jakarta. Jurnal Kesmas 6(1). Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

BPOM, 2004. Keamanan pangan. Buletin POM 5:5. Kemenkes RI, 1985. Peraturan Menteri

Kesehatan Republik Indonesia Nomor 208/Menkes/Per/IV/85 tentang pemanis buatan. Diakses dari: http://jdih.pom.go.id/.

Setiawati, D.A., Nurmaini, Cahaya I., 2013. Analisa kandungan natrium benzoat, siklamat, pada selai roti yang bermerek dan tidak bermerek serta tingkat pengetahuan penjual di Pasar Petisah Kota Medan Tahun 2013. Program Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara, Medan.

Karunia F. B., 2013. Kajian penggunaan zat adiktif makanan (pemanis dan pewarna) pada kudapan bahan pangan lokal di pasar Kota Semarang. Food Science and Culinary Education Journal 2(2).

Novita, S., Adriyani, R., 2013. Tingkat pengetahuan dan sikap pedagang jajanan tentang pemakaian natrium siklamat dan rhodamin b. Departemen Kesehatan Lingkugan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Surabaya.

Astuti, H.G., 2015. Analisis kualitatif dan kuantitatif pemanis buatan siklamat pada selai tidak berlabel di pasar besar kota Palangkaraya tahun 2015. Program Studi D-III Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Palangkaraya.

Wariyah, C., Dewi, S.H.C., 2013. Penggunaan pengawet dan pemanis buatan pada pangan jajanan anak sekolah (PJAS) di wilayah Kabupaten Kulon Progo. Jurnal AGRITECH 35(2), Yogyakarta.

Polyak, E., Gombos, K., Hajnal, B., Bonyar-Muller, K., Szabo, S., Gubisko-Kisbenedek, A., Marton, K., Ember, I., 2010. Effects to artificial sweeteners on body weight, food, and drink intake. Journal of Akademiai Kiado 97(4).

Saparinto, C., Hidayati, D., 2010. Bahan Tambah Pangan. Kanisius, Yogyakarta. Hal: 35-36.

Standardisasi Nasional Indonesia (SNI), 1992. SNI 02 – 2893 – 1992. 1992. Cara Uji Pemanis Sintetis. Badan Standardisasi Nasional (BSN), Jakarta.

Baset, J., Denney, R., Jeffery, G., Mendham, J., 2013. Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik. Buku Ajar Vogel diterjemahkan oleh L. Setionodan A. H Pujdjaatmaka (Edisi kelima). EGC, Jakarta.

Jain, T., Grover, K., 2015. Sweeteners in human nutrition. International Journal of Health Sciences and Research 5(5).

Standardisasi Nasional Indonesia (SNI), 2004. SNI 01-6993-2004 tentang Batas Maksimum Penggunaan Sakarin dan Siklamat Berdasarkan Kategori Pangan. Badan Standarisasi Nasional (BSN), Jakarta.

Mashithoh, N., 2016. Analisis kandungan zat pemanis, zat pewarna dan zat pengawet pada selai buah yang tidak bermerek yang dijual di beberapa pasar tradisional di Kota Medan [Skripsi]. Universitas Sumatera Utara, Medan.




DOI: https://doi.org/10.29103/averrous.v3i1.453

Article Metrics

 Abstract Views : 1799 times
 PDF Downloaded : 1412 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 AVERROUS

License URL: https://creativecommons.org


Copyright © AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh

Diterbitkan Fakultas Kedokteran Universitas Malikusaleh

Unimal LogoCreative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License