Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Remaja di SMP Negeri 3 Lhokseumawe
DOI:
https://doi.org/10.29103/auxilium.v3i2.21708Keywords:
PBHS, remaja, sekolah, hygiene, edukasiAbstract
Remaja merupakan investasi penting untuk pembangunan berkelanjutan dan kemajuan suatu bangsa. Untuk mewujudkan tujuan tersebut pendidikan, sosial, kesehatan fisik dan mental remaja sangat penting diperhatikan. Penyakit menular maupun tidak menular masih terus menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat global, terutama pada golongan usia remaja 10 hingga 19 tahun. Berbagai faktor yang dapat mencetuskan penyakit atau bahkan kematian pada remaja seperti merokok, penyalahgunaan NAPZA, kurang gizi serta kurang aktivitas fisik, dapat dicegah dengan memberikan edukasi yang efektif. Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Lhokseumawe ini dihadiri oleh 15 orang yang merupakan perwakilan dari kelas VII sampai IX. Solusi yang ditawarkan adalah sosialisasi melalui metode ceramah dibantu dengan media audio visual dan leaflet terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi remaja terutama di lingkungan sekolah yang diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, sehingga siswa, guru maupun masyarakat lingkungan sekolah menjadi lebih sehat, serta dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan terkait perilaku hidup bersih dan sehat bagi remaja di lingkungan sekolah sehingga diharapkan berdampak bagi perubahan perilaku. Hasil yang didapatkan adalah terdapat peningkatan pengetahuan siswa-siswi terkait PHBS sesudah dilakukan sosialisasi.
References
Dhamayanti, M., 2009. Overview adolescent health problems and services. In Adolescent Health National Symposia: Current Challenges in Management. Ed (Vol. 2).
Kementerian Kesehatan RI. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2024). Laporan Tematik Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023: Potret Indonesia Sehat. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI. ISBN 978-623-301-455-7.
Kementerian Kesehatan RI. 2011. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor: 2269/MENKES/PER/XI/2011. Pedoman pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Paradhiba M, Duana M, Rimonda R, 2024. Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Remaja Di SOS Childrens Village Meulaboh. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan (JPKMK) 6(1),pp.60-65.
Tanjung N, Auliani R, Rusli M, Siregar IR, Taher M, (2023). Peran Kesehatan Lingkungan dalam Pencegahan Penyakit Menular pada Remaja di Jakarta: Integrasi Ilmu Lingkungan, Epidemiologi, dan Kebijakan Kesehatan. Jurnal Multidisiplin West Science 2(9),pp. 790-798. DOI: 10.58812/jmws.v2i09.629.
Yuningrum H, Trisnowati H, Rosdewi NN. (2021). Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) pada Remaja:Studi Kasus pada SMA Negeri dan Swasta di Kota Yogyakarta. Jurnal Formil (Forum Ilmiah) KesMas Respati, 6(1), pp. 41-50.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Cut Sidrah Nadira, Mulyati Sri Rahayu, Harvina Sawitri, Nora Maulina, Sri Wahyuni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication and this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
All articles in this journal may be disseminated by listing valid sources and the title of the article should not be omitted. The content of the article is liable to the author.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
In the dissemination of articles by the author must declare the Auxilium (Jurnal Pengabdian Kesehatan) as the first party to publish the article.