PERUBAHAN BENTUK DAN SUSUNAN RUANG PADA ARSITEKTUR TRADISIONAL SUKU BATAK TOBA MELALUI PENDEKATAN TIPOLOGI (Studi Kasus: Desa Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara)

Armelia Dafrina, Fidyati Fidyati, Deassy Siska

Abstract


Suku Batak Toba sudah mendiami daerah Sumatera Utara selama hampir puluhan tahun. Rumah Bolon merupakan rumah adat tradisional Suku Batak Toba, namun banyak bangunan tradisional yang telah mengalami transformasi atau perubahan bentuk akibat beberapa faktor seperti pengaruh kebudayaan asing yang masuk disertai dengan kemajuan teknologi dan modernisasi, sehingga masyarakat terpengaruh dan beralih dengan membangun rumah modern dengan proses membangun yang jauh lebih cepat dan mudah apabila dibandingkan dengan pembuatan rumah tradisional. Hal tersebutlah yang akan menjadi ancaman akan kelanjutan kehidupan arsitektur tradisional. Pendekatan tipologi digunakan untuk mengelompokkan elemen arsitektur yang dimiliki oleh rumah adat Suku Batak Toba dan untuk mengetahui perubahan yang terjadi. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan pengumpulan data yang dilakukan dengan cara wawancara, dokumentasi dan observasi langsung serta menggunakan data sekunder dengan cara melihat referensi buku, jurnal dan artikel yang berkaitan dengan penelitian. Sesuai dengan permasalahan yang telah diteliti dari beberapa sampel bahwa perubahan yang lebih banyak terjadi adalah transformasi subtraktif dan transformasi adiktif.


Keywords


Arsitektur Tradisional; Suku Batak Toba; Tipologi; Transformasi

References


M. Foster, The Principles of Architecture: Style, Structure and Design. Phaidon, 1983.

J. P. Steadman, Architectural Morphology : an Introduction to The Geometry of Building Plans. Taylor & Francis, 1983.

S. P. Napitupulu, J. Manurung, M. Ginting, and M. Badirin, Arsitektur Tradisional Daerah Sumatera Utara, vol. 2, no. 3. Direktorat Jenderal Kebudayaan, 1997.

J. Alamsyah, Bhakti dan Wahid, Arsitektur dan Sosial Budaya Sumatera Utara. Graha Ilmu, 2013.

A. Samosir, “Transformasi Arsitektur Tradisional Rumah Adat Batak Toba Di Toba Samosir,” Gener. Kampus, vol. 6, no. 2, pp. 144–162, 2013.

OpenStreetMap, “Kabupaten Samosir,” 2021. https://www.gaiagps.com/map/?loc=16.1/97.1420/5.1815&layer=usgs-topo (accessed Oct. 02, 2022).

D. W. N. De Boer, Het Toba-Bataksche huis, vol. 23. G. Kolff, 1920.

N. J. Habraken, “General Principles About The Way Built Environments Exist,” Massachussets MIT, 1978.

F. D. K. Ching, Bentuk, Ruang, dan Tatanan. 1996.

C. Lozar and A. Rapoport, “House Form and Culture,” J. Aesthetic Educ., vol. 4, no. 4, p. 142, 1970, doi: 10.2307/3331293.

M. Sulistijowati, “Tipologi Arsitektur Pada Rumah Kolonial Surabaya,” Tidak dipublikasikan. Surabaya Pus. Penelit. Inst. Teknol. Sepuluh Novemb., 1991.




DOI: https://doi.org/10.29103/arj.v9i2.8331

Article Metrics

 Abstract Views : 3 times
 PDF (Bahasa Indonesia) Downloaded : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Armelia Dafrina

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



Indexed in:

Crossref logo  Portal Garuda   Google Scholar      Dimension

Published by:
Architecture Program
Universitas Malikussaleh


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.