PENERAPAN DESIGN-BASED RESEARCH DALAM PERANCANGAN SHELTER SEMENTARA MODULAR DENGAN SISTEM TOOLLESS ASSEMBLY

Authors

  • Syahid A. Rizal Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Lancang Kuning
  • Yose Rizal Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Lancang Kuning

DOI:

https://doi.org/10.29103/arj.v13i1.26415

Keywords:

design based research, efisiensi logistik, hunian pasca bencana, shelter modular, struktur akordion, toolless assembly

Abstract

Penyediaan hunian sementara pasca bencana di Indonesia masih menghadapi kendala efisiensi logistik, keterbatasan tenaga terampil, dan rendahnya kualitas kenyamanan termal pada tenda darurat konvensional. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan respons cepat dan kapasitas sistem distribusi serta konstruksi di lapangan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merumuskan desain shelter modular yang mampu meningkatkan kecepatan perakitan, efisiensi distribusi, dan adaptabilitas ruang berbasis unit keluarga.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui strategi Design-Based Research (DBR) yang bersifat iteratif, meliputi analisis kebutuhan, pengembangan prototipe, dan evaluasi konseptual berdasarkan standar rumah sehat (≥7,2 m²/orang) serta parameter efisiensi logistik. Hasil penelitian menghasilkan prototipe shelter modular seluas ±31,5 m² dengan sistem struktur akordion terintegrasi dengan mekanisme toolless assembly. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi sistem lipat-struktural dan perakitan tanpa perkakas yang memungkinkan instalasi mandiri berbasis gotong royong, sekaligus meningkatkan rasio distribusi hingga tiga unit per kendaraan pikap. Penggunaan material reusable dan integrasi rainwater harvesting memperkuat aspek keberlanjutan. Secara konseptual, model ini menawarkan paradigma shelter sebagai aset logistik modular siap guna, bukan sekadar tenda darurat sementara.

References

[1] D. Wardyaningrum, "Perubahan komunikasi masyarakat dalam inovasi mitigasi bencana di wilayah rawan bencana Gunung Merapi," J. ASPIKOM, vol. 2, no. 3, p. 179, 2014, doi: 10.24329/aspikom.v2i3.69.

[2] Departemen Pertahanan RI, Buku Putih Pertahanan Indonesia. Jakarta, Indonesia: Departemen Pertahanan Republik Indonesia, 2008.

[3] W. E. Santoso, Felecia, and T. W. S. Panjaitan, "Pembuatan prototipe hunian sementara untuk pengungsi di Indonesia," J. Titra, vol. 4, no. 2, pp. 235–242, 2016.

[4] A. Dafrina, A. Susilo, S. Pengajar, S. Arsitektur, and U. Malikussaleh, "Kajian perubahan fisik hunian pascabencana sebagai bahagian dari rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana di Aceh," J. ARSITEKNO, vol. 1, no. 1, pp. 26–38, 2012.

[5] M. Haiqal, L. H. Sari, H. Husin, A. Akhyar, H. Khatimah, and K. Bilqis, "Refugee camp: Is it well-designed for providing thermal comfort? (A case study in warm humid climate–Indonesia)," IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci., vol. 1477, no. 1, 2025, doi: 10.1088/1755-1315/1477/1/012036.

[6] R. Yore, J. Faure Walker, and A. Suppasri, "Transitions to recovery: The shelter and housing journey following disaster," Int. J. Disaster Risk Reduct., vol. 128, p. 105726, 2025, doi: 10.1016/j.ijdrr.2025.105726.

[7] S. N. Sari, S. Sarwidi, F. Nugraheni, A. Musyafa, and S. N. Sari, "Identifikasi karakteristik desain temporary modular shelter pada bencana di Indonesia melalui Nvivo dan review literatur," J. Penelit. Inov., vol. 5, no. 3, pp. 1929–1938, 2025, doi: 10.54082/jupin.1592.

[8] T. C. Reeves, "Design research from a technology perspective," Educ. Des. Res., pp. 52–66, 2006, doi: 10.4324/9780203088364-13.

[9] A. M. Salama, "Methodological research in architecture and allied disciplines: Philosophical positions, frames of reference, and spheres of inquiry," Archnet-IJAR Int. J. Archit. Res., vol. 13, no. 1, pp. 8–24, 2019, doi: 10.1108/ARCH-01-2019-0012.

[10] Depkimpraswil RI, "Kepmenkimpraswil Nomor: 403/KPTS/M/2002 Tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Sederhana Sehat (Rs Sehat)," pp. 1999–2001, 2002.

[11] M. S. Suryo and P. KemenPUPR, "Analisa kebutuhan luas minimal pada rumah sederhana tapak di Indonesia," J. Permukim., vol. 12, no. 2, pp. 116–123, 2017, [Online]. Available: http://jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/viewFile/62/pdf_1

[12] D. Félix, J. M. Branco, and A. O. Feio, "Temporary housing after disasters: A state of the art survey," Habitat Int., 2013, doi: 10.1016/j.habitatint.2013.03.006.

[13] P. Sharafi, M. Mortazavi, B. Samali, and H. Ronagh, "Interlocking system for enhancing the integrity of multi-storey modular buildings," Autom. Constr., vol. 85, pp. 263–272, 2018, doi: 10.1016/j.autcon.2017.10.023.

[14] F. Ahmed, M. Gkantou, G. Nikitas, M. Ferentinou, A. Bras, and M. Riley, "A review of recent developments in structural elements of modular steel building systems," J. Build. Eng., vol. 111, p. 113087, 2025, doi: 10.1016/j.jobe.2025.113087.

Published

31-03-2026

How to Cite

[1]
S. A. Rizal and Y. Rizal, “PENERAPAN DESIGN-BASED RESEARCH DALAM PERANCANGAN SHELTER SEMENTARA MODULAR DENGAN SISTEM TOOLLESS ASSEMBLY ”, ARJ, vol. 13, no. 1, pp. 30–39, Mar. 2026.

Issue

Section

Articles