ARSITEKTUR ADAPTIF PADA PERPUSTAKAAN BANK INDONESIA SURABAYA DALAM MERESPONS FUNGSI DAN IKLIM

Authors

  • Latifah Az-Zahidah Program Studi Arsitektur, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Jawa Timur, Indonesia
  • Eva Elviana Program Studi Arsitektur, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Jawa Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29103/arj.v13i1.24344

Keywords:

arsitektur adaptif, iklim tropis, perubahan fungsi, perpustakaan

Abstract

Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya merupakan bangunan bersejarah yang mengalami perubahan fungsi dari Museum Mpu Tantular menjadi perpustakaan publik. Perubahan fungsi tersebut menuntut penyesuaian desain arsitektur agar bangunan mampu mendukung kebutuhan ruang baru tanpa menghilangkan karakter historisnya, sekaligus merespons kondisi iklim tropis Surabaya. Namun, kajian mengenai penerapan arsitektur adaptif pada bangunan cagar budaya yang mengalami adaptive reuse di wilayah tropis masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip arsitektur adaptif pada Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya dalam merespons perubahan fungsi dan iklim. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan dan studi dokumentasi, dengan fokus pada perubahan fungsi ruang serta elemen arsitektural yang berperan dalam kenyamanan termal seperti bukaan, material, dan sistem ventilasi alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi desain dilakukan melalui penataan ulang fungsi ruang, optimalisasi ventilasi alami, serta pemanfaatan elemen arsitektural eksisting yang responsif terhadap iklim tropis. Penerapan strategi tersebut mampu mendukung fungsi perpustakaan tanpa menghilangkan nilai historis bangunan. Penelitian ini menegaskan bahwa arsitektur adaptif dapat menjadi pendekatan efektif dalam praktik adaptive reuse bangunan bersejarah di iklim tropis serta memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian dan praktik perancangan arsitektur adaptif.

References

[1] Perpus BI, “Perpustakaan KPW BI Provinsi Jawa Timur,” Perpustakaan Bank Indonesia : Limas Nusantara.[Online].Available:https://perpustakaan-bi.org/ Accessed: Apr. 19, 2025

[2] R. P. Wijaya, “Strategi arsitektur adaptif dalam menanggapi perubahan fungsi dan iklim di wilayah tropis,” Prasetyo, E., vol. 7(1), pp. 10–22, 2022.

[3] A. Ramadhan, “Adaptive architecture: strategi fleksibilitas ruang dan lingkungan dalam arsitektur kontemporer,” Jurnal Riset Arsitektur Global, vol. 12(1), pp. 17–26, 2024.

[4] A. D. Yulianti and R. A. Dewi, “Relevansi konsep arsitektur adaptif dalam menjaga karakter bangunan bersejarah,” Jurnal Penelitian Arsitektur Indonesia, vol. 15(1), pp. 23–34, 2021.

[5] B. Plevoets and K. Van Cleempoel, “Adaptive reuse as an emerging discipline: an historic survey,” in Re-use of the Modernist Building. Leuven: Leuven University Press, 2011, pp. 13–32..

[6] F. Ismail and M. Fauzan, “Adaptive reuse pada bangunan bersejarah dengan pendekatan pelestarian karakter lokal,” Jurnal Ilmiah Arsitektur Komposit, vol. 10(2), pp. 145–156, 2021.

[7] J. W. Creswell, “Research Design: Qualitative, Quantitative, And Mixed Methods Approaches (4th ed.),” 2014.

[8] H. T. Fachrudin, “Adaptive reuse dan keberlanjutan bangunan lama: studi kasus pada bangunan publik tropis.,” Jurnal Riset Arsitektur dan Lingkungan Binaan, vol. 14(2), pp. 127–137, 2022.

[9] C. Jencks, “The Architecture Of The Jumping Universe: A Polemic,” Academy Editions, 2013.

[10] L. H. Telaumbanua, “Prinsip adaptasi iklim pada bangunan lama di perkotaan tropis,” Jurnal Lingkungan dan Arsitektur Tropis, vol. 9(1), pp. 49–60, 2024.

[11] Y. W. Yew, Y. C. Lim, and F. Abdullah, “Natural ventilation in tropical heritage buildings: a study of roof and airflow strategies,” Journal of Tropical Architecture Studies, vol. 4(2), pp. 66–78, 2021.

[12] A. Kurniawan and T. Darmawan, “Arsitektur tropis dan strategi pasif pada bangunan kolonial di Surabaya,” Jurnal Arsitektur Nusantara, vol. 8(2), pp. 78–89, 2021.

[13] H. Bani and R. Panghargiyo, “Adaptasi desain arsitektur terhadap iklim tropis pada bangunan kolonial di Indonesia,” Jurnal Arsitektur Tropis, vol. 11(1), pp. 35–46, 2023.

[14] R. Maulidina and D. Nugraheni, “Pengaruh desain selasar terhadap kenyamanan termal pada bangunan di iklim tropis,” Jurnal Arsitektur Tropis, vol. 10(1), pp. 21–30, 2022.

[15] L. Pratiwi and H. Gunawan, “Ventilasi dan pencahayaan alami dalam desain bangunan tropis: kajian efisiensi energi,” Jurnal Arsitektur Hijau Indonesia, vol. 6(2), pp. 95–108, 2021.

[16] B. Nurhadi and N. P. Cahyani, “Efektivitas ventilasi silang dan bukaan alami pada bangunan perpustakaan di iklim panas lembab,” Jurnal Fisika Terapan, vol. 7(3), pp. 159–165, 2020.

[17] A. Pratiwi and R. A. Arifianto, “Mempertahankan karakter arsitektur lama dalam proyek adaptive reuse bangunan publik,” Jurnal Riset Desain Interior dan Arsitektur, vol. 5(1), pp. 33–45, 2023.

[18] A. Siregar, “Pelestarian bangunan cagar budaya melalui adaptasi fungsi,” Jurnal Arsitektur Heritage, vol. 3(2), pp. 56–65, 2021.

Published

31-03-2026

How to Cite

[1]
L. Az-Zahidah and E. Elviana, “ARSITEKTUR ADAPTIF PADA PERPUSTAKAAN BANK INDONESIA SURABAYA DALAM MERESPONS FUNGSI DAN IKLIM”, ARJ, vol. 13, no. 1, pp. 47–54, Mar. 2026.

Issue

Section

Articles